Tugumalang.id – Puluhan mahasiswa jurusan akidah dan filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya sinau filsafat di Pesantren Luhur Baitul Hikmah Kabupaten Malang pada Selasa (5/8/2025). Mereka berdiskusi langsung dengan Ach Dhofir Zuhry atau Gus Dhofir tentang berbagai persoalan filsafat dan tanggung jawab sosial yang harus diemban.
Gus Dhofir menjelaskan bahwa siapapun yang belajar filsafat adalah manusia pilihan, yaitu pilihan Tuhan dan negara. Menurutnya, filsafat yang sampai kepada pelajar Indonesia adalah filsafat yang sulit. Karena disampaikan secara keliru oleh kurikulum. Filsafat tidak didukung oleh sistem dan budaya yang berlaku.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Pesantren Luhur Baitul Hikmah Gelar Khitanan Massal

“Budaya Indonesia menganggap warisan Islam itu adalah kitab kuning, fikih-hadis. Padahal kitab kuning itu adalah filsafat, malah dinomorduakan,” kata penulis buku Filsafat Untuk Pemalas itu.
Lalu, banyak lembaga dan negara takut pada filsafat sehingga filsafat dimasukkan pada rumpun agama. Padahal seharusnya berbeda, filsafat independen.
“Nabi Adam pertama kali turun ke bumi, bukan beragama tetapi berfilsafat. Jadi Nabi Adam disujuti oleh para malaikat karena beliau adalah filsuf. Tuhanlah yang mengajarkan filsafat. Tuhan mengajarkan asma’ atau realitas ontologis pada Nabi Adam,” paparnya.
Baca Juga: Pesantren Luhur Baitul Hikmah Menenun Nalar Melalui Buku
Selain itu, Gus Dhofir juga membahas bahwa Tuhan mengajarkan ontologi terlebih dahulu, baru setelah itu Nabi Adam mengajarkan pada malaikat atas perintah Tuhan. “Adam ada 25 kali di Alquran, yaitu Adam belajar, lalu mengajar baru kemudian industri,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, penulis buku Filsafat Timur itu juga membahas perjalanan panjang filsafat mulai dari Yunani Kuno hingga kontemporer.
Sementara itu, Dr Fikri Mahzumi MFil, Ketua Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka silaturahmi dan belajar filsafat pada Gus Dhofir untuk pengayaan pengetahuan kefilsatan bagi mahasiswa.
“Tentu ada banyak materi substantif khususnya filsafat Islam dan filsafat barat. Karena Gus Dhofir ini sudah mendalami tema-tema filsafat Islam dan barat. Beliau ini adalah santri dan pernah belajar di Driyarkara juga,” kata dia.
Untuk itu, Dr Fikri berharap kepada semua mahasiswa yang hadir di acara tersebut agar dapat menyerap banyak ilmu dari Gus Dofir. “Sebagai tamu kami sangat berterima kasih kepada Gus Dhofir atas kesediaannya,” kata dia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Pesantren Luhur
Editor: Herlianto. A





























