MALANG, Tugumalang.id – Karnaval tahunan di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Bukan semata kemeriahan acaranya, melainkan karena seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan itu disalurkan untuk santunan anak yatim.
Karnaval yang digelar Sabtu (4/7/2026) tersebut berhasil menghimpun dana Rp214 juta. Seluruhnya diserahkan kepada 19 anak yatim pada Senin (6/7/2026). Masing-masing anak menerima santunan dari hasil kegiatan tahunan tersebut.
Perangkat Desa Urek-Urek Eko Prasetyo mengatakan, tradisi santunan melalui karnaval sebenarnya sudah berlangsung sejak 2013. Saat itu, rangkaian acara masih sederhana dan hanya diisi hiburan berupa karnaval serta marching band.
“Semakin tahun semakin meriah. Pendapatannya pun terus meningkat,” ujar Eko saat ditemui wartawan Tugu Malang, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Budaya Madura, Dayak Hingga Papua Meriahkan Karnaval Desa Pandanlandung Kabupaten Malang
Hiburan sound horeg yang menarik lebih banyak pengunjung mulai dihadirkan di tahun 2017. Namun, layaknya event hiburan lain, kegiatan ini sempat terhenti selama pandemi COVID-19.
Setelah kembali digelar pada 2022, antusiasme masyarakat meningkat pesat hingga berdampak pada besarnya dana yang berhasil dihimpun setiap tahun. Pada 2022 dana santunan mencapai Rp33 juta, kemudian meningkat menjadi Rp70 juta pada 2023, Rp112 juta pada 2024, Rp152 juta pada 2025, hingga menembus Rp214 juta pada 2026.
Dana Rp214 juta tersebut berasal dari beberapa sumber, yakni:
• Haul masyarakat sebesar Rp11.023.000,
• Iuran penonton Rp10.845.000,
• Kontribusi parkir Rp104.379.000,
• Donasi para donatur sebesar Rp88.053.000.
Setiap anak mendapatkan uang sebesar Rp11.300.000. Di luar karnaval, anak-anak yatim di Desa Urek-Urek juga rutin menerima santunan dari berbagai kegiatan masyarakat lainnya, salah satunya dari pagelaran wayang.
Selain santunan kepada anak yatim, sebagian dana juga dialokasikan untuk membantu kaum dhuafa. Eko menjelaskan, total iuran penonton sebenarnya mencapai sekitar Rp21 juta.
“Dana tersebut kemudian dibagi dua, untuk santunan anak yatim dan bantuan kepada sembilan warga dhuafa,” jelas Eko.

Baca juga: Ratusan Pelajar dan Guru Meriahkan Karnaval Bersih Desa Sukoanyar Wajak
Ia menambahkan, karnaval merupakan agenda tahunan desa dengan sistem tuan rumah bergilir. Setiap tahun, penyelenggaraan dipercayakan kepada tiga RT yang berbeda. Seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi hingga fasilitas pendukung, dipenuhi secara swadaya oleh warga.
“Antusias warga sangat tinggi. Bahkan para pemuda sudah mulai menabung untuk keperluan karnaval tahun depan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Karnaval bisa saja menjadi momen yang lebih dari sekedar hiburan.
“Kegiatan ini juga bisa dipandang positif, yaitu memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Eko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko























