Minggu, Oktober 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Redaksi by Redaksi
Juli 9, 2026 10:21 pm
in News
Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Amasa brawijaya, salah satu spesies baru kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu yang ditemukan dari kawasan UB Forest, Jawa Timur. Foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kolaborasi riset antara Universitas Brawijaya, University of Florida, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional berhasil mencatatkan temuan penting dalam bidang biodiversitas hutan tropis. Tim peneliti menemukan dan mendeskripsikan empat spesies baru kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu dari kawasan UB Forest, Jawa Timur.

Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of the Coleopterists Bulletin melalui artikel berjudul “Checklist of the Bark and Ambrosia Beetle Species (Coleoptera: Curculionidae: Platypodinae and Scolytinae) Collected at the Universitas Brawijaya Forest Properties, East Java, Indonesia with Descriptions of New Species” yang terbit pada 21 Juni 2026.

READ ALSO

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Baca Juga: Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Penelitian ini menjadi salah satu capaian penting bagi Universitas Brawijaya dalam memperkuat kontribusi ilmiah Indonesia di bidang taksonomi, biodiversitas, dan konservasi serangga hutan tropis. Kumbang ambrosia dan kumbang kulit kayu dikenal sebagai kelompok serangga yang memiliki peran ekologis penting, terutama dalam proses dekomposisi kayu, dinamika ekosistem hutan, serta hubungan kompleks antara serangga, jamur, dan tumbuhan.

Riset tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Agr. Sc. Hagus Tarno, SP., MP., Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya.

Penelitian ini juga melibatkan Yogo Setiawan, SP., MP., dosen dan peneliti muda Universitas Brawijaya yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di Kagoshima University, Jepang.

Kegiatan pengambilan data dilakukan di kawasan UB Forest pada 2024. Penelitian ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bark and Ambrosia Beetles Academy yang diselenggarakan oleh University of Florida, dengan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan pakar taksonomi untuk mempelajari lebih jauh keragaman kumbang hutan tropis di Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Pembelajaran Augmented Reality, Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Jadi Lebih Nyata

Dari hasil penelitian, tim berhasil mendeskripsikan empat spesies baru, yaitu Crossotarsus gunungapi Hulcr, Tarno, and Levia; Cosmoderes arjuno Johnson; Cosmoderes opacus Johnson; dan Amasa brawijaya Smith.

Salah satu spesies baru, Amasa brawijaya, memiliki makna khusus karena namanya merujuk pada Universitas Brawijaya dan warisan sejarah Kerajaan Majapahit.

Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas lokal sekaligus menegaskan bahwa kawasan hutan di Indonesia masih menyimpan kekayaan hayati yang bernilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dunia.

Temuan empat spesies baru ini juga menunjukkan bahwa hutan tropis Indonesia, termasuk kawasan hutan pendidikan seperti UB Forest, memiliki potensi besar sebagai laboratorium alam untuk penelitian biodiversitas.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap konservasi keanekaragaman hayati, riset semacam ini menjadi penting untuk memperkuat basis data ilmiah tentang spesies serangga, terutama kelompok yang belum banyak dikenal masyarakat luas.

Selain menghasilkan publikasi ilmiah internasional, kolaborasi ini juga memperkuat jejaring riset antara perguruan tinggi Indonesia, lembaga riset nasional, dan mitra akademik luar negeri.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung penelitian lanjutan di bidang taksonomi, ekologi serangga, konservasi hutan tropis, dan pengelolaan biodiversitas secara berkelanjutan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Editor: Herlianto. A

Tags: jawa timurKumbangub forest

Related Posts

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?
News

SPBU Kota Malang Kosong dan Antre Panjang, Pertalite Langka?

Jumat, 9 Okt 2026
Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kusnali,  saat berada di Lapas Kelas I Malang menjelaskan soal Mas Bechi. (Foto/M Sholeh)
News

Mas Bechi Dimasukkan ke Penjara Lagi, 6 Petugas Diperiksa

Jumat, 9 Okt 2026
Siswa SMK PGRI 3 Malang mendapat pengalaman kerja nyata lewat program servis motor gratis dalam rangka HUT Jatim ke-81. Foto: Azmy
News

Program Servis Motor Gratis Skariga Malang di Momen HUT 81 Jatim, Kuota Layanan Membeludak

Kamis, 8 Okt 2026
Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi
News

Karat, Unit Metal asal Kota Malang Masuk Nominasi AMI Awards 2026, Jejeri Sal Priadi

Rabu, 7 Okt 2026
Pengunjung saat mencoba sensasi wisata baru birdwatching di Gunung Arjuno yang digagas Profauna Indonesia. Foto: Dok.
News

Cara Profauna Tekan Perburuan Liar di Gunung Arjuno Lewat Ekowisata Birdwatching

Rabu, 7 Okt 2026
Next Post
Cologne,  Katedral, dan Masjid 

Cologne, Katedral dan Masjid 

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.