Tugumalang.id – Momen Idul Adha dijadikan momen berbagi oleh Yanuar Maulana, diaspora asal Indonesia yang sukses berkarier di Petronas, perusahaan minyak, gas bumi dan pupuk milik pemerintah Malaysia.
Yanuar dan keluarganya berdomisili di Singapura, sedangkan kedua orang tuanya Surya Burhanuddin & Sjenny Djamain berdomisili di Kota Malang.
Yanuar mengikut saran orang tuanya dengan memilih berkurban di Dusun Pitrang, Kalipare, Kabupaten Malang, sebuah daerah berjarak tempuh sekitar dua jam dari Kota Malang.
Baca Juga: Ratusan Jemaah Sholat Idul Adha 2026 di Unikama, Rektor Serahkan 3 Sapi dan 6 Kambing
Hewan kurban dengan berat kotor sekitar 6 kwintal disembelih pada Kamis (28/5/2026) oleh keluarga Bani Abdullah yang ada di dusun tersebut.
Keluarga Bani Abdullah merujuk pada keluarga H Abdullah, seorang ahli ibadah dan tokoh masyarakat yang wafat pada 2012 di Makkah saat menunaikan ibadah haji.

Sampainya hewan kurban dari Yanuar yang sehari-hari berkantor di Singapura tersebut, tidak lepas dari peran sang ayah yakni H Surya Burhanuddin yang ingin menyalurkan kurban ke desa.
”Alhamdulillah berkat bantuan teman tidak sampai dua jam kita dapat sapi, dan bisa berbagi,” kata Surya yang merupakan pensiunan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang ini.
Baca Juga: Bangun Sinergitas Warga, RSUD Karsa Husada Batu Salurkan 1 Sapi dan 3 Kambing di Idul Adha 2026
Bagi Surya, berkurban di desa di Malang adalah pengalaman pertama. ”Dan alhamdulillah proses penyembelihan dan penyaluran berjalan lancar,” katanya.

Berdasarkan laporan panitia, ada sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang menerima manfaat dari kurban Yanuar dan Surya sekeluarga. Karena ada dua sapi yang disembelih, total penerima manfaat dari dua sapi tersebut ada sekitar 500 KK.
Adapun satu sapi kurban yang lain milik dari Bani Abdullah. “Alhamdulillah masyarakat desa senang sekali dengan hewan kurban ini, dan penerimanya sangat banyak sekali,” kata H Halil, salah satu panitia.
”Semoga setiap tahun Bani Abdullah bisa berbagi dan menyalurkan hewan kurban ke warga desa, yang memang banyak membutuhkan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk keluarga Yanuar dan Surya, kurban diniatkan untuk tujuh orang yakni Surya Burhanuddin, Sjenny Surya Burhanuddin, Yanuar Maulana, Yusasniza Mohd Yunus, Yasmeen Putri Maulani, Shamsinah Binti Ahmad, Almarhum Haji Mohd Yunus Bin Mohd Yusof.
Bukti Pendidikan Bisa Mengubah Nasib Orang
Yanuar Maulana adalah anak kedua dari Surya Burhanuddin dan Sjenny Surya Burhanuddin. Yanuar kuliah di Universiti Utara Malaysia (UUM). Tiga anak Surya, semua jebolan kampus negeri di Malaysia.
Yanuar yang lulus S1 & S2 tahun 2005, pernah menjadi pimpinan Petronas di Filipina pada 2019-2025. Yanuar saat ini bekantor di Petronas Singapura dengan spesialisasi perdagangan internasional untuk produk petrokimia.

Selain itu tiga anak Surya yang masing2 berdomisili di Indonesia, Singapura dan Malaysia, beberapa minggu lalu baru saja merayakan syukuran ulang tahun pernikahan ke-50 Surya & Sjenny di Jakarta.
Surya dalam 30 tahun terakhir ini, sudah memfasilitasi lebih dari 700-an pelajar dari berbagai derah di Indonesia untuk kuliah S1, S2, S3 di beberapa kampus di Malaysia. Umumnya, para lulusan dari kampus di Malaysia ini bisa menjadi profesional di dunia global dengan bekerja di lintas negara.
“Ayo kuliah di Malaysia, negara ini pendidikannya maju dan setelah lulus punya peluang kerja sebagai profesional bergengsi di berbagai negara,” kata Surya suatu ketika.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumbe: Rilis
Editor: Herlianto. A





























