MALANG, Tugumalang.id – Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momentum yang dinanti oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Hari besar ini bukan sekadar tentang berkumpul bersama keluarga atau menikmati hidangan lezat, melainkan sebuah pengingat agung tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan tanpa batas kepada Allah SWT.
Pusat dari perayaan Idul Adha adalah ibadah kurban, sebuah syariat yang menapak tilas keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bagi setiap Muslim yang memiliki kelapangan rezeki, anjuran berkurban bukan lagi sekadar anjuran biasa, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk membuktikan kadar takwa.
Baca Juga: Booking Berkah Ramadan Yayasan Insan Permata Malang: 2.901 Jiwa di Malang Raya Menerima Manfaat
Melalui ibadah kurban, kita diajak untuk menyembelih ego dan sifat kikir dalam diri, lalu menggantinya dengan semangat berbagi kepada sesama.
Bagi umat Muslim yang saat ini masih ragu atau sedang menimbang-nimbang untuk menunaikan ibadah ini, memahami esensi dan pahala di baliknya tentu akan memantapkan hati. Berikut adalah deretan keutamaan dan manfaat berkurban yang bersumber dari hadits Rasulullah SAW serta pandangan para ulama:
Keutamaan dan Manfaat Berkurban Bagi Umat Muslim
· Bukti Ketakwaan dan Amalan Paling Dicintai Allah
Ibadah kurban adalah amalan utama yang paling Allah sukai saat Hari Raya Nahar (10 Dzulhijjah). Hewan yang kita kurbankan akan saksi di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan oleh manusia pada hari Raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan kurban. Sesudah itu hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya.” (HR. Tirmidzi).
· Pahala yang Mengalir pada Setiap Helai Bulu Hewan
Begitu luasnya rahmat Allah, hingga Ia menghargai setiap detail dari hewan yang kita kurbankan. Para ulama sepakat bahwa berkurban adalah investasi akhirat yang sangat menguntungkan.
Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, hewan kurban apa ini?” Beliau menjawab, “Ini adalah sunnah bapakmu, Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Lalu apa keutamaan bagi kami?” Beliau menjawab, “Setiap helai bulunya adalah kebaikan.”
Baca Juga: PLN UP3 Malang Siaga Idul Adha 2025, Pastikan Listrik Aman di 18 Masjid dan 28 Titik Vital
· Menebus Dosa dan Mengharap Ampunan
Saat darah hewan kurban pertama kali menetes ke bumi, di situlah ampunan Allah turun bagi orang yang berkurban. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa berkurban adalah sarana untuk membersihkan jiwa dari kotoran dosa dan sifat bakhil.
· Sebagai Kendaraan di Akhirat (Jembatan Shiratal Mustaqim)
Para ulama seringkali mengingatkan kita untuk memilih hewan kurban terbaik (gemuk, sehat, dan tanpa cacat). Mengapa? Karena hewan tersebut mencerminkan keseriusan kita dalam beribadah.
Menyambung hal ini, sebagian ulama (seperti Imam Asy-Syafi’i dalam beberapa syarah) menganjurkan umat Muslim untuk memperbagus hewan kurbannya karena ia akan menjadi kendaraan spiritual yang memudahkan perjalanan di akhirat kelak.
· Syiar Sosial: Merekatkan Ukhuwah dan Membahagiakan Sesama
Secara sosial, kurban memotong dinding pemisah antara si kaya dan si miskin. Di hari Idul Adha, semua kalangan dapat menikmati hidangan daging yang sama.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa menyembelih kurban lebih utama daripada sedekah dengan uang yang senilai, karena di dalam kurban terdapat syiar Islam yang nyata dan kegembiraan yang merata bagi fakir miskin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























