Malang, Tugumalang.id – Malang tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki beragam festival budaya yang rutin digelar setiap tahun. Agenda-agenda tersebut menjadi wadah pelestarian tradisi sekaligus daya tarik wisata yang menghadirkan kekayaan sejarah, seni, dan budaya lokal.
Festival berlangsung di berbagai wilayah, mulai dari kawasan bersejarah Singhasari, Gunung Kawi, pusat Kota Malang, hingga Pantai Ngliyep di pesisir selatan Kabupaten Malang. Masing-masing memiliki ciri khas, mulai dari kirab budaya, sendratari kolosal, karnaval, hingga ritual adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Enam Festival Budaya Malang Raya
Singhasari Jayanti Festival
Singhasari Jayanti Festival menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Malang. Festival yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang.
Pusat kegiatan berada di kawasan Candi Singosari, situs bersejarah peninggalan Kerajaan Singhasari abad ke-13. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan dengan latar bangunan cagar budaya tersebut.
Daya tarik utamanya adalah sendratari kolosal yang mengisahkan perjalanan para raja dan kejayaan Kerajaan Singhasari. Pertunjukan melibatkan sanggar seni dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang dengan memadukan unsur sejarah, tari, musik, dan drama.
Waktu pelaksanaan: Umumnya digelar pada akhir Agustus.
Gebyar Ritual 1 Suro Gunung Kawi
Memasuki Tahun Baru Jawa, kawasan Gunung Kawi menjadi pusat berbagai prosesi budaya melalui Gebyar Ritual 1 Suro. Tradisi ini diikuti masyarakat, tokoh adat, pelaku seni, hingga peziarah dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali kirab sesaji dari Terminal Gunung Kawi menuju kompleks Pesarean Gunung Kawi. Selain kirab, kegiatan diisi sedekah bumi, doa bersama, pertunjukan seni tradisional, hingga ritual adat yang masih dipertahankan masyarakat setempat.
Salah satu prosesi penting adalah Penyekaran Agung, yakni tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono yang dimakamkan di kawasan pesarean.
Waktu pelaksanaan: Setiap 1 Suro berdasarkan penanggalan Jawa.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah 2026, Mikutopia Batu Gelar Festival Budaya Journey of Wonderland hingga Luncurkan Wahana Baru
Malang Tempo Doeloe
Malang Tempo Doeloe merupakan festival yang mengajak masyarakat mengenang wajah Kota Malang pada masa lampau. Selama acara berlangsung, kawasan festival disulap dengan nuansa klasik yang menghadirkan suasana tempo dulu.
Pengunjung dapat menikmati dekorasi bergaya kolonial, gapura bernuansa lawas, hingga peserta yang mengenakan kebaya, kain lurik, jarik, maupun busana khas era kolonial.
Festival ini juga menghadirkan pameran barang antik, mulai dari sepeda tua, kendaraan klasik, mesin ketik, radio lawas, hingga berbagai koleksi bersejarah milik komunitas pecinta benda antik. Aneka kuliner tradisional turut menjadi daya tarik yang selalu ramai dikunjungi.
Waktu pelaksanaan: Biasanya digelar menjelang Hari Jadi Kota Malang.
Kanjuruhan Culture Carnival
Kanjuruhan Culture Carnival (KCC) menjadi panggung besar bagi keberagaman budaya Kabupaten Malang. Karnaval ini menghadirkan perwakilan dari 33 kecamatan yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi daerah masing-masing.
Pelaksanaan karnaval umumnya dipusatkan di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) atau Jalan Ir. Soekarno, Kepanjen. Sepanjang rute, peserta menampilkan kostum kreatif, kendaraan hias, pertunjukan seni, hingga atraksi budaya yang terinspirasi dari sejarah Kerajaan Kanjuruhan dan tradisi lokal.
Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang sebagai bagian dari promosi budaya daerah.
Waktu pelaksanaan: Umumnya berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September.
Pekan Budaya Pantai Ngliyep
Pekan Budaya Pantai Ngliyep menjadi perpaduan antara tradisi masyarakat pesisir dan potensi wisata pantai selatan Kabupaten Malang.
Beragam pertunjukan seni, hiburan rakyat, pameran UMKM, hingga kegiatan budaya digelar dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan.
Agenda yang paling dinantikan adalah upacara adat Labuhan atau larung sesaji. Prosesi dilakukan dengan melarungkan sesaji ke laut dari kawasan Gunung Kombang sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar masyarakat pesisir memperoleh keselamatan dan keberkahan.
Waktu pelaksanaan: Biasanya berlangsung pada September atau bertepatan dengan bulan Maulud dalam kalender Islam.
Malang Flower Carnival
Malang Flower Carnival menjadi salah satu ikon festival Kota Malang yang dikenal hingga tingkat nasional. Acara ini beberapa kali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Festival digelar di sejumlah kawasan ikonik Kota Malang, seperti sekitar Balai Kota hingga Kayutangan Heritage.
Daya tarik utamanya berupa parade kostum spektakuler dengan dominasi ornamen bunga dan berbagai elemen artistik. Kostum dirancang oleh desainer, komunitas kreatif, pelajar, serta seniman dari berbagai daerah dengan mengangkat tema sejarah, budaya, lingkungan, hingga cerita rakyat.
Waktu pelaksanaan: Umumnya berlangsung antara Juli hingga September.
Menjadi Agenda Wisata Tahunan
Keenam festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Malang Raya. Setiap penyelenggaraan selalu melibatkan masyarakat, komunitas seni, pelaku UMKM, hingga wisatawan dari berbagai daerah.
Jadwal pelaksanaan masing-masing festival dapat berubah mengikuti kalender budaya dan keputusan penyelenggara setiap tahunnya. Karena itu, masyarakat disarankan memantau informasi resmi sebelum berkunjung agar tidak melewatkan rangkaian acaranya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
editor: jatmiko


















