Tugumalang.id – Upaya Pemkot Batu membangun pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) tanpa harus merusak lingkungan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Jepang melalui Yayasan Kiraku Indonesia.
Hal itu terungkap dalam kunjungan Yayasan Kiraku ke Pemkot Batu beberapa waktu lalu. Dalam momen pertemuan itu, mereka membahas berbagai potensi pengembangan wisata berkelanjutan, energi hijau, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Wali Kota Nurochman menuturkan apresiasinya atas inisiatif Yayasan Kiraku Indonesia yang memandang Kota Batu sebagai lokasi ideal untuk pengembangan wisata alam, agroforestri, dan edukasi iklim.
Apalagi dalam kerja sama itu sudah mendapat dukungan pendanaan dari mitra luar negeri sehingga tidak membebani APBD Kota Batu.
Baca Juga: Pemkot Batu Segel Papan Reklame Ilegal, Tegakkan Aturan Demi Tertib Kota
“Kami sangat tertarik dengan program yang memadukan pelestarian alam dan nilai ekonomi, seperti pengelolaan hutan oleh masyarakat. Aspek pendanaan dari luar negeri juga memudahkan implementasinya,” kata Cak Nur sapaan akrabnya.
Adapun, sejumlah poin utama yang dibahas meliputi Pemanfaatan Hutan untuk Wisata Edukatif, yaitu pengelolaan hutan berbasis agroforestri dengan tanaman seperti nyamplung, yang bijinya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak ramah lingkungan.
Mereka juga membahas Transformasi Hijau, dengan kolaborasi dalam aksi kolektif menghadapi krisis iklim melalui medium edukasi dan praktik berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkot Batu Dorong Peran Strategis Pemuda dalam Akselerasi SDGs Daerah
Lebih lanjut, dalam pertemuan itu, Yayasan Kiraku Indonesia juga memaparkan rencana pengiriman pekerja terampil ke Jepang melalui program, Pelatihan Bahasa dan Magang, dengan rincian peserta akan menjalani pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan sebelum diberangkatkan, dengan potensi gaji mulai dari Rp15 juta/bulan.
Selanjutnya, Kesempatan menempuh studi lanjutan di Jepang, dengan syarat peserta berprestasi dapat melanjutkan pendidikan S1/S2 di Jepang sambil bekerja. Terakhir, Dukungan Investor Jepang pada program ini telah mendapat minat dari perusahaan seperti Toyota dan sektor perhotelan di Jepang.
Menanggapi hal itu, Cak Nur mendukung program tersebut dengan catatan, Pemerintah Daerah siap memfasilitasi koordinasi dengan dinas terkait. Namun, penyediaan lahan atau properti harus dikelola oleh mitra investasi, bukan APBD.
”Kami akan percepat pembahasan teknis dengan melibatkan seluruh stakeholder agar program ini bisa segera diimplementasikan,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























