MALANG, Tugumalang.id – Berbekal modal sisa dari bisnis sebelumnya, Mochammad Ali Yasin, S.E berhasil mengembangkan Lembaga Olimpiade Nasional, Yayasan Pendidikan Intan Mulia. Sebuah lembaga olimpiade nasional yang telah dikenal luas sebagai wadah pengembangan potensi akademik bagi pelajar di Indonesia.
Sebelum bergelut di bidang pendidikan, pria yang akrab siapa Yasin itu sempat bekerja di salah satu perusahaan otomotif nasional sebagai sales eksekutif hingga supervisor selama 11 tahun, tepatnya pada tahun 2002 – 2013. Kemudian memutuskan mengembangkan bisnis jual beli mobil secara rumahan.
Seiring dengan berjalannya waktu, di awal 2017 Yasin mulai berkenalan dengan dunia pendidikan.
Saat itu, ia bersama koleganya bekerja sama sebagai pelaksana di sebuah lembaga olimpiade. Yasin kala itu bertugas untuk membentuk jaringan dan mejalin hubungan baik dengan relasi.
Baca Juga: Tatap Masa Depan Industri Teknologi, Universitas Brawijaya Gelar Olimpiade Vokasi Indonesia 2025
Di tahun 2019 lahir event olimpiade Kompetisi Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris (KMSI) yang bermula dari gagasan Yasin.
Setahun berselang Pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, kepada Tugumalang.id pria yang juga aktif di organisasi Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) itu, menuturkan bagaimana upaya-nya mempertahankan eksistensi KMSI.
“Saat Pandemi tetap kita lakukan secara online, di tahun 2020-2021. Saya benar-benar mulai dari nol, sisa uang usaha jual beli mobil sebesar 600 ribu sebagai modal awal,” ungkapnya.

Dari sisa modal usaha sebelumnya sebesar 600 ribu, Yasin mengatakan bahwa perjalanan mempertahankan eksistensi KMSI tidak mudah, karena terjadi masalah internal di lembaga sebelumnya.
Baca Juga: Gagal Melaju ke Olimpiade Paris 2024, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Punya Generasi Emas
Ia pun membuat keputusan besar dengan mengembangkan KMSI di tahun 2022, yang saat itu telah memiliki 33 cabang di beberapa daerah.
Memutar Otak, Memulai dari Nol, Hingga Berkembang Sampai Saat Ini
Sebagai sosok yang tidak mudah menyerah meski dihadapkan pada situasi yang serba terbatas.
Yasin merasa memiliki modal lain dalam dirinya, yakni semangat untuk terus belajar dan berkembang. Termasuk bagaimana ia mengembangkan Yayasan Intan Mutia, sebagai salah satu lembaga penyelenggara olimpiade nasional yang kredibel dan cabangnya tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya orang yang tipikalnya kalau senang akan saya kerjakan sendiri. Dari situ saya bisa memantau (perkembangan lembaga) dan juga untuk menambah keilmuan saya,” ungkap Yasin.
Pada tahun 2022, Yasin menyelenggarakan KMSI sekitar bulan Agustus 2022, yang nantinya akan menjadi titik dari event-event olimpiade berskala nasional lainnya. Berbekal 600 ribu sisa hasil usaha sebelumnya, ia menyelenggarakan KMSI yang saat itu digelar di kediaman pribadinya di kawasan Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Tidak mudah bagi Yasin dengan amunisi yang terbatas harus mengelola dan menyelenggarakan event olimpiade. Namun karena tak ingin mengecewakan relasi yang telah terjalin dengan baik, Yasin memutar otak termasuk menambah pekerjaan lain sebagai distributor salah satu merk susu.
Hal itu dilakukan untuk mengembangkan KMSI yang dimulainya benar-benar dari nol.
“Bagaimana saya harus mengatur uang 600 ribu itu memang suatu permasalahan dan pikiran, percuma kalau diam saja enggak bergerak. Itu tidak membuat saya berkecil hati, saya punya tekad dan saya punya niat, yang terpenting bagi saya jangan ada masalah sama relasi,” kenangnya.
“Karena kepercayaan itu sangat kita butuhkan, jangan pernah membuat kesan buruk. Kita berikan pengalaman dan kualitas terbaik,” imbuh Yasin.
Semula KMSI di bawah naungan Intan Mutia Education berbentuk perkumpulan atau CV, namun transformasi dilakukan Yasin dengan mengubah Intan Mutia Eduacation menjadi Yayasan Pendidikan Intan Mutia dalam bentuk badan hukum dan mengalami perubahan nama melalui akta notaris.
“Dulu awalnya semacam CV, tapi karena saya ingin tidak hanya di pendidikan saja tetapi juga sosial. Akhirnya saya naikkan jadi yayasan pendidikan dan sosial,” tuturnya
Dari situlah, Yasin mencoba memperkuat kredibilitas lembaganya. Di mana saat menyelenggarakan KMSI pada tahun 2022, sudah ada 44 cabang di 8 provinsi yang menjadi tonggak awal Yayasan Pendidikan Intan Mutia. Baginya Yayasan Pendidikan Intan Mutia bukan sekedar bisnis yang bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga memiliki nilai sosial.
Ia selalu memikirkan bagaimana yayasan yang dipimpinnya bisa memberi dampak bagi orang-orang yang membutuhkan, seperti anak yatim piatu di daerah ketika menggelar event olimpiade.
Karena belum memiliki tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup, di awal penyelenggaraan event KMSI, Yasin sempat melibatkan kedua orang putranya untuk membantu pelaksanaan KMSI.
Momen tersebut begitu dikenang Yasin hingga saat ini bagaimana di tengah keterbatasan yang ada mampu membuat Yayasan Pendidikan Intan Mutia tetap eksis dan terus berkembang.
“Keterbatasan modal SDM, saya sempat minta tolong kedua anak saya untuk membantu. Jadi persiapan soal dan lain-lain, saya minta tolong ke mereka karena saat itu belum ada admin. Karena di sisi lain saya harus memikirkan bagaimana (KMSI) tetap berjalan,” ujar Yasin.
Yayasan Pendidikan Intan Mutia dan Filosofi Nilai Kejujuran
Setelah sukses dengan event KMSI, seiring berjalannya waktu Yayasan Pendidikan Intan Mutia kini telah memiliki tiga kompetisi unggulan.
Selain KMSI, ada Intan Mutia Competition (IMC) dan Jenius Science Olympid (JSO). Event tersebut menjadi event olimpiade yang bergengsi dan prestisius, serta diakui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Di Yayasan Pendidikan Intan Mutia, Yasin menanamkan nilai-nilai penting yakni integritas, kesetaraan, semangat prestasi, kolaborasi dan kekeluargaan, serta dedikasi untuk pendidikan berkualitas.
Ia juga menekankan motto mencari prestasi mengutamakan kejujuran, inilah yang mejadi filosofi penyelenggaraan olimpiade oleh Yayasan Pendidikan Intan Mutia.
Yasin meyakini bahwa sebuah prestasi dapat diraih melalui proses yang jujur dan bersih.
“Dengan mengusung motto Mencari Prestasi Mengutamakan Kejujuran. Yayasan Pendidikan Intan Mutia percaya bahwa prestasi sejati hanya dapat diraih melalui proses yang jujur dan bersih,” ucapnya.
“Lewat jargon Jujur Itu Juara, kami ingin menanamkan nilai integritas sejak dini, karena bagi kami, kejujuran adalah fondasi dari setiap kemenangan yang bermakna,” tegas Yasin.
Filosofi itulah yang membawa Yayasan Pendidikan Intan Mutia terus berkembang, kini telah memiliki 114 cabang yang tersebar dari Aceh sampai Papua.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























