Tugumalang.id – Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, sebagian mahasiswa memanfaatkan waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan. Salah satunya melalui UB Mager, komunitas mahasiswa Universitas Brawijaya yang menyediakan berbagai layanan. Mulai dari antar jemput, titip beli makanan atau barang, membantu survei, hingga jual beli kebutuhan mahasiswa.
Rachel Ruwaida, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, merupakan salah satu anggota yang bergabung sebagai pemberi layanan di komunitas tersebut. Ia mengenal UB Mager dari temannya yang lebih dulu menggunakan layanan tersebut.
Dari cerita temannya, Rachel melihat adanya peluang untuk mengisi waktu luang sekaligus mendapatkan tambahan uang saku.
Baca Juga: 5 Cafe 24 Jam di Malang yang Nyaman untuk Mahasiswa dan Pekerja
“Komunitas ini bisa jadi peluang buat mahasiswa yang pengen punya uang saku tambahan. Karena sistemnya hampir mirip kayak shopee atau grab, cuman dia lebih fleksibel karena yang melayani juga mahasiswa dengan harga yang lebih murah. Aku juga kuliah nggak seharian penuh, jadi bisa aku pakai buat isi waktu luang yang bermanfaat,” ujarnya saat di wawancarai pada Selasa (1/6/2026) di Universitas Brawijaya.
UB Mager beroperasi melalui grup WhatsApp dan Telegram yang mempertemukan mahasiswa yang membutuhkan bantuan dengan mahasiswa yang bersedia memberikan layanan.
Selama bergabung, Rachel mengaku telah menerima berbagai permintaan, mulai dari membelikan hadiah untuk sempro, mengantarkan makanan ke rumah sakit, hingga mengantar atau menjemput mahasiswa yang memiliki tujuan searah dengannya.
Meski banyak pengalaman positif, Rachel juga pernah mengalami kerugian saat menerima pesanan. Ia pernah membelikan barang untuk seseorang yang kemudian tidak memberikan pembayaran dan sulit dihubungi.
“Pengalaman aku lumayan banyak karena sampai sekarang masih menggunakan layanan ini. Kalau pengalaman positifnya pasti banyak, karena aku bisa nolong orang sambil dapat uang. Tapi aku juga pernah ditipu, ada orang yang udah pesen tapi nggak dibayar dan nggak bisa dihubungin,” jelasnya.
Baca Juga: Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026
Dari pengalaman tersebut, Rachel kini menerapkan langkah antisipasi dengan meminta uang muka atau down payment (DP) sebelum menerima pesanan tertentu.
“Sekarang aku nggak asal langsung terima, terus aku pasti chat orangnya dulu buat minta DP kisaran 20-50% biar mereka juga ada tanggung jawab ke kita,” katanya.
Rachel menilai tambahan penghasilan dari UB Mager cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan pribadi di luar uang saku yang dimiliki. Menurutnya, penghasilan tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan tambahan maupun disimpan sebagai dana darurat.
Meski demikian, ia menilai UB Mager lebih cocok dijadikan sumber penghasilan sampingan daripada penghasilan utama. Sebab, jumlah permintaan layanan tidak selalu stabil setiap waktu.
“Kalau jadi patokan buat penghasilan utama kurang bisa, karena ada kalanya di komunitas ini sepi. Jadi jangan bergantung soal penghasilan di UB Mager ini, kalau mau yang konsisten sekalian part time aja, cuma kalo mau ngisi waktu luang yang bermanfaat dan dapat uang bisa pakai layanan ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan komunitas seperti UB Mager dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luang secara produktif. Namun, ia mengingatkan untuk tetap berhati-hati dalam menerima pesanan dan memastikan adanya kesepakatan yang jelas dengan pengguna layanan untuk menghindari kerugian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A




























