Malang, Tugumalang.id – Hebat. Keren luar biasa. Ingin ikut pelatihan yang lain. Setara S2 (Pascasarjana). Mantab. Beberapa kalimat ini yang wartawan tugumalang.id dengar saat bertanya kepada para peserta Grounded Business Coaching (GBC) Led by Coach Dr Fahmi angkatan ke-74.
Pelatihan ini dimulai Selasa (14/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026) di Gedung Scale Up Academy, Jalan Sigura-Gura Nomor 42-44, Kota Malang. Sebanyak 80 peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Sumatera, Bandung, Gresik, Jakarta, Bekasi, Surabaya, dan sejumlah kota lainnya dinyatakan lulus dengan nilai yang berbeda-beda.
Selama lima hari pelatihan, para peserta diminta mendengarkan penyampaian dari berbagai coach, khususnya Coach Dr Fahmi, seorang business owner yang telah lebih dari 30 tahun berbisnis dan mengikuti pelatihan bisnis di berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Selain menyimak materi, peserta juga diminta mengisi borang dan mengerjakan final project sebagai salah satu syarat kelulusan.

Dengan lulusnya pelatihan tersebut, para peserta resmi bergabung dalam keluarga komunitas Grounded Coach (G Coach). Peresmian itu ditandai dengan pemotongan tumpeng menjelang akhir sesi oleh Coach Dr Fahmi.
Baca juga: Menembus Ekosistem Amazon London: Membaca Visi Strategis Diaspora Masa Depan ala Coach Dr Fahmi
Dalam sambutannya, Coach Dr Fahmi mengatakan setiap orang memiliki dua jantung. Pertama adalah jantung yang berada di dalam dada yang memompa darah ke seluruh tubuh.
“Kedua ada di kaki kita. Gerakan jinjit membantu kita untuk sukses. Kalau saya duduk, saya biasanya melakukannya 200-300 kali,” kata Coach Fahmi.
Menurut dia, kehidupan juga memiliki dua jantung. Jantung pertama adalah keluarga.
“Masing-masing punya problem. Namun, tetaplah bertumbuh dengan mencintai keluarga, anak-anak, pasangan, saudara, dan ibu kita. Dalam Islam, seorang anak laki-laki wajib merawat ibunya sampai ibunya wafat,” imbuhnya.
Coach Fahmi menambahkan, jantung kehidupan yang kedua adalah mesin uang atau bisnis.
“Bagi laki-laki, jika mesin uang tersumbat, maka yang ganteng pun hilang kegantengannya,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Banjarmasin, Husni Susanto, mengaku puas mengikuti pelatihan tersebut. Menurut dia, dengan biaya yang terjangkau, peserta memperoleh ilmu yang sangat banyak.
“Ini setara dengan kuliah S2,” katanya.

Dia berharap seluruh ilmu yang didapat dapat dipraktikkan sehingga usaha jajanan pentol yang dijalankannya mampu berkembang hingga 10 kali lipat dalam tiga tahun ke depan.
Baca juga: Belajar Kepemimpinan dari Coach Fahmi: Pemimpin Berkarakter Fondasi Bangsa yang Tangguh
Peserta lainnya, Rouf, asal Jawa Barat, juga mengaku puas mengikuti pelatihan tersebut. Meski pernah mengikutinya, dia tetap mendapatkan ilmu baru.
Kali ini dia mengikuti pelatihan bersama istrinya.
“Keren luar biasa. Saat ini saya mengantar istri sekaligus mengikuti pelatihannya. Pokoknya mantab pelatihannya,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thoriq
editor: jatmiko
























