Tugumalang.id – Olimpiade Vokasi Indonesia (Olivia) ke-10 2025 secara resmi telah dibuka dan digelar di Universitas Brawijaya (UB) pada Rabu (30/7/2025). Kompetisi nasional itu diproyeksikan untuk pengembangan inovasi mahasiswa vokasi dalam menatap masa depan industri teknologi.
Rektor UB, Prof Widodo menyampaikan bahwa olimpiade itu merupakan kompetisi mahasiswa vokasi yang digelar setiap tahun dengan tuan rumah berbeda beda. Tahun ini, kampus UB menjadi tuanrumahnya.
“Tahun ini menjadi sangat penting karena ada beberapa hal yang baru diantaranya adalah berkaitan dengan AI dan digital,” ucapnya.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang vs Universitas Brawijaya, Mana Lebih Trend?
Menurutnya, perkembangan industri Indonesia saat ini memang mulai berdaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Untuk itu, SDM yang memiliki kompetensi teknologi maupun digital sangat dibutuhkan industri.
“Talenta untuk masuk kesitu sangat dibutuhkan di Indonesia. Sehingga Olivia 2025 ini, kegiatan yang perlu kita support,” ujarnya.
Ia memandang bahwa sebagian masyarakat masih menganggap pendidikan vokasi sebagai pilihan kedua setelah pendidikan akademik. Widodo menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasioal akan semakin pesat jika pendidikan vokasi menjadi pilihan utama generasi muda.
Dia berharap pendidikan vokasi Indonesia semakin berkembang. Pendidikan vokasi menurutnya adalah pendidikan paling relevan dengan industri bahkan mampu mencetak generasi entrepreneur.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Temukan Mikroalga Baru: 2 Genus dan 7 Spesies Perairan Nusantara
“Sebenarnya pendidikan vokasi ini yang harus ditonjolkan kalau Indonesia mau jadi negara industri,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Vokasi UB, Dr Mukhammad Kholid Mawardi mengungkapkan bahwa gelaran Olimpiade Vokasi Indonesia 2025 di kampus UB ini merupakan amanah dari forum pendidikan vokasi se-Inronesia.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam pembukaan Olimpiade Vokasi Indonesia 2025 di kampus UB itu. Salah satunya yakni Ilham Akbar Habibie.
Adapun dalam kompetisi ini, Mawardi menerangkan ada sekitar 1.043 proposal yang diajukan mahasiswa vokasi untuk menjadi finalis kompetisi nasional degan 7 kategori lomba dan 24 tangkai lomba ini. Dari ribuan proposal itu, tim juri melakukan seleksi hingga menjadi sekitar 400 proposal kelompok mahasiswa.
Mereka akan mempresentasikan inovasinya baik tentang bisnis plan, pembuatan aplikasi digital, design grafis, gardening hingga hospitality yang nantinya bisa berkontribusi untuk industri maupun pembangunan nasional. Juara olimpiade ini akan diumumkan pada 1 Agustus 2025 esok.
“Melalui olimpiade ini, harapannya akan muncul talenta talenta kopetensi mahasiswa vokasi sesuai topiknya, bagaimana inovasi bisa memberikan alternatif solusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” tabdasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























