MALANG, Tugumalang.id – Setiap masa penerimaan mahasiswa baru, dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang yakni Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) cukup diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Jumlah mahasiswa baru UM dan UB menjadi salah satu tolok ukur penting untuk melihat tren minat, daya saing, serta reputasi dari kedua PTN favorit ini di mata publik.
Baik UM maupun UB memiliki karakteristik dan kekuatan akademik yang berbeda, yang masing-masing mampu menarik jenis calon mahasiswa yang juga beragam.
Baca Juga: Universitas Negeri Malang Raih Peringkat 9 Nasional Skor Sitasi SINTA 2025
UM dikenal kuat dalam bidang pendidikan dan keguruan, sedangkan UB unggul di berbagai bidang sains, teknologi, hingga kedokteran.
Tak heran jika dinamika penerimaan mahasiswa baru di kedua kampus ini selalu menarik untuk dicermati.
Pada tahun 2025, kedua universitas kembali menunjukkan geliatnya dalam menjaring mahasiswa baru dari berbagai jalur. Mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga jalur Mandiri.
Baca Juga: Jurusan Favorit di Universitas Negeri Malang, Bisa Jadi Pilihan Calon Mahasiswa!
Dengan kapasitas dan strategi yang berbeda, UM dan UB menyambut ribuan mahasiswa baru yang akan menjadi bagian dari wajah baru pendidikan tinggi di Malang.
Peningkatan Jumlah Mahasiswa Baru di Universitas Negeri Malang
Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 ini, UM mengalami peningkatan kuota jumlah mahasiswa baru yang diterima. Jika dihitung secara persentase, ada kenaikan 13 persen dari kuota mahasiswa baru yang diterima tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Sub Direktorat Seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E, M.S.A ketika dihubungi Tugumalang.id, jumlah mahasiswa baru yang diterima UM tahun ini sebesar 12.616 orang. Naik dibandingkan tahun lalu sebesar 11.117 orang.
“Untuk tahun ini 12.616 mahasiswa, tahun lalu 11.117 mahasiswa,” terang Rizky, Rabu (28/5/2025).
Terkait pengaruh status UM sebagai PTN berbadan hukum terhadap peningkatan jumlah kuota mahasiswa yang diterima. Rizky menjelaskan hal tersebut bukan faktor utama dari meningkatnya jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini.
“Sebenarnya peningkatan jumlah mahasiswa baru, tidak serta merta merupakan penyebab dari status UM menjadi PTN-BH,” jelasnya.
“Tapi memang kita menganalisis data existing mahasiswa, kami sinkronkan dengan potensi kelulusan jumlah mahasiswa tertentu dalamnya waktu satu tahun. Serta pemaksimalan jumlah mahasiswa setiap kelas, maka kami memperoleh daya tampung yang cukup signifikan,” beber Rizky.
Universitas Brawijaya Terima 18.830 Mahasiswa Baru
Sementara untuk jumlah mahasiswa baru yang diterima di tahun akademik 2025/2026 ini, UB menerima mahasiswa baru sebanyak 18.830 orang.
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Universitas Brawijaya, Arif Hidayat mengatakan tidak ada peningkatan yang signifikan jumlah mahasiswa diterima tahun lalu dengan tahun ini. Menurutnya jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini sama dengan tahun lalu.
“Jumlah Maba (Mahasiswa Baru) yang diterima tahun ini sama dengan tahun lalu. Sebanyak 18.830 mahasiswa,” ujar pria yang akrab disapa Arif itu.
Sementara soal apakah ada pengaruh status UB sebagai salah satu PTN-BH dengan minat calon mahasiswa baru yang mendaftar.
Arif menilai hal tersebut tidak ada pengaruhnya, karena sebelum berubah status menjadi PTN-BH, UB menjadi salah satu PTN di Malang yang banyak diminati calon mahasiswa baru dari berbagai daerah.
“Setahu saya tidak ada pengaruhnya, jumlah peminat UB masih tetap tinggi meskipun berubah menjadi PTN-BH,” terangnya.
Perbandingan jumlah mahasiswa baru UM dan UB di tahun 2025 ini, menunjukkan kedua kampus memiliki keunggulan masing-masing yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan calon mahasiswa.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























