Tugumalang.id – Pemkot Kota Batu memaparkan empat proyeksi utama dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026. Salah satunya soal target pertumbuhan ekonomi hingga soal kualitas hidup warga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman pada Rapat Paripurna DPRD Kota Batu yang digelar pada Kamis (31/7/2025) kemarin. Ia memaparkan empat proyeksi utama dalam KUA-PP sebagai arah dan pijakan penyusunan APBD tahun depan.
Proyeksi pertama kata dia adalah pertumbuhan makro ekonomi daerah yang ditargetkan mencapai di kisaran 4,93 hingga 5,52 persen.
Baca Juga: Pengangguran di Kota Batu Capai 4.667 Orang, Pemkot Dorong Vokasi dan UMKM
Pertumbuhan ini, kata dia didorong oleh optimalisasi pembangunan pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, industri pengolahan, dan UMKM yang dikaitkan erat dengan sektor pariwisata.
Proyeksi kedua yakni menekan angka kemiskinan pada kisaran 2,91 hingga 2,54 persen dan tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan sebesar 3,88 hingga 3,21 persen.
”Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan maupun non-pangan,” kata Cak Nur, sapaan akrabnya
Politisi PKB itu juga menyebutkan jika angka produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita ditargetkan meningkat hingga mencapai Rp101,44 juta sampai Rp 109,35 juta per tahun.
Baca Juga: Pemkot Dorong Kolaborasi DUDI dan UMKM untuk Tingkatkan Ketenagakerjaan dan Vokasi di Kota Batu
Ketiga, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada pada angka 80,45 ditargetkan dapat naik hingga 81,05 poin, sebagai ukuran kualitas hidup masyarakat Kota Batu.
Selain itu, Gini Ratio dijaga tetap stabil pada kisaran 0,314 hingga 0,339, yang mencerminkan komitmen Pemkot Batu dalam menjaga pemerataan distribusi pendapatan.
Terakhir, proyeksi pendapatan daerah, Pemkot Batu menetapkan proyeksi sebesar Rp 1.087.232.527.432,00. Sementara pada sisi belanja daerah, proyeksi mencapai Rp 1.162.232.527.432,00.
”Untuk menutup selisih belanja dan pendapatan tersebut, pembiayaan daerah tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp75.000.000.000,” imbuhnya.
Cak Nur menegaskan seluruh proyeksi tersebut telah dirumuskan secara komprehensif dan terintegrasi dengan dokumen perencanaan daerah lainnya, termasuk RKPD tahun 2026, RPD tahun 2023–2026, serta menjadi pijakan awal RPJMD Kota Batu tahun 2025–2029.
Ia menekankan pentingnya pembahasan bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD Kota Batu agar kesepakatan dicapai dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara luas.
Menurut Cak Nur, 4 proyeksi ini menjadi bagian penting dari perencanaan fiskal dan pembangunan daerah yang disusun berdasarkan pendekatan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel dan memperhatikan dinamika ekonomi daerah dan nasional.
”Keberhasilan APBD Tahun Anggaran 2026 bukan hanya tanggung jawab eksekutif, tapi keberhasilan kita bersama sebagai pelayan masyarakat dan pelaksana pembangunan di Kota Batu,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























