MALANG, Tugumalang.id – Fenomena sound horeg kini tengah menyedot perhatian masyarakat luas. Istilah ini identik dengan hiburan jalanan yang menampilkan sistem audio berdaya super besar dan menghasilkan suara menggelegar, mengguncang jalanan di berbagai daerah terutama di Jawa Timur.
Di balik gegap gempita hiburan rakyat tersebut, muncul gelombang pro dan kontra yang mencuat ke permukaan. Melalui polling Tugumalang.id, banyak masyarakat yang menganggap sound horeg mengganggu dan memberi dampak negatif terhadap ketenangan warga, kesehatan, dan dampak sosial lainnya yang ditimbulkan sound horeg.
Baca Juga: Polres Batu Siap Tindak Tegas Pawai Sound Horeg yang Meresahkan Warga
Polling dari Tugumalang.id menyoroti keresahan warga yang semakin meningkat seiring dengan maraknya kegiatan yang menghadirkan sound horeg, terutama saat perayaan karnaval atau hajatan desa.
Pembaca turut menyuarakan opini mereka mulai dari pembatasan volume, pembatasan jam penggunaan, hingga permintaan pelarangan total.
Poin menarik yang muncul dalam polling ini adalah banyaknya warga yang mulai sadar soal risiko kesehatan akibatan paparan suara bising dari sound horeg.
Sebelumnya, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK) UB, dr. Meyrna Heryaning Putri memberikan pendapatnya yang tayang di Tugumalang.id pada 23 Juli 2025 lalu.
Baca Juga: Polres Batu Siap Tindak Tegas Pawai Sound Horeg yang Meresahkan Warga
Menurutnya suara keras dari sound horeg dapat merusak pendengaran hingga menyebabkan tuli permanen jika tidak dikendalikan.
Tak hanya masalah kesehatan, kasus protes bahkan insiden kericuhan sudah beberapa kali terjadi. Contohnya insiden di Mulyorejo, Kota Malang saat warga memprotes keras penggunaan sound horeg yang mengganggu dan berujung pada kericuhan antara warga dan peserta karnaval.
Para pembuat kebijakan kini mulai lebih inklusif dengan menekankan edukasi, sosialisasi, dan pengawasan ketat sebelum mengeluarkan izin keramaian terkait penggunaan sound system bervolume tinggi.
Berikut ini hasil polling Tugumalang.id yang diikuti seribu lebih responden mengenai fenomena sound horeg yang akhir-akhir ini menuai pro dan kontra:
Hasil Polling Tugumalang.id Mengenai Fenomena Sound Horeg
1. 78 persen responden atau pembaca memberikan argumennya bahwa sound horeg dirasa mengganggu, alih-alih sebagai hiburan rakyat.
2. 16 persen responden mendukung adanya sound horeg sebagai bagian dari hiburan masyarakat.
3. 6 persen respon menilai boleh-boleh sound horeg di acara perayaan karnaval atau bersih desa asalkan tidak terlalu mengganggu.
Fenomena sound horeg dari hasil polling Tugumalang.id, sebagian besar masyarakat menilai hiburan tersebut banyak memberi dampak negatif dan mengganggu.
Di sisi lain ada sebagian masyarakat yang menganggap sound horeg sebagai bentuk kreasi dan hiburan meski persentasenya sedikit.
Hasil polling ini murni pendapat dari responden atau pembaca, tidak ada maksud untuk menggiring ke opini tertentu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























