MALANG, Tugumalang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mencanangkan program bongkar ratoon yang ditargetkan mencakup 7.500 hektare lahan sepanjang tahun ini. Program tersebut digalakkan untuk meningkatkan produktivitas tebu di Kabupaten Malang sekaligus mendukung percepatan swasembada gula nasional.
Bongkar ratoon merupakan proses membongkar atau mencabut tanaman tebu sisa panen lama untuk kemudian diganti dengan tanaman tebu baru. Langkah ini dilakukan karena produktivitas tebu ratoon biasanya menurun setelah beberapa kali masa panen.
Penurunan produktivitas tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari usia tanaman, menurunnya kesuburan tanah, hingga serangan hama dan penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hasil panen.
Baca juga: Produksi Tebu di Kabupaten Malang Meningkat 4,8 Persen
Bongkar Ratoon Jadi Upaya Peremajaan Tebu
Program bongkar ratoon dilakukan sebagai upaya meremajakan tanaman tebu agar produktivitas lahan kembali optimal. Selain meningkatkan hasil panen, langkah ini juga bertujuan memperbaiki kualitas tebu dan menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Setelah proses pembongkaran dilakukan, petani biasanya melanjutkan dengan pengolahan lahan sebelum menanam bibit tebu baru. Tahapan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal dan hasil panen meningkat.
Baca juga: Produktivitas Lahan Tebu di Kabupaten Malang Ditargetkan Naik 60 Persen
Pemkab Malang Siapkan Bongkar Ratoon 2.200 Hektare
Bupati Malang, Sanusi mengatakan, dalam waktu dekat Pemkab Malang melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) akan melakukan bongkar ratoon di lahan seluas 2.200 hektare.
“Kesiapannya baru segitu. Kami upayakan bisa terpenuhi target di tahun ini,” ujar Sanusi, belum lama ini.
Program bongkar ratoon akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun ini. Pemkab Malang menargetkan seluruh program dapat rampung sebelum November 2025.
Produktivitas Tebu Ditargetkan Naik 50 Persen
Melalui program bongkar ratoon, produktivitas tebu di Kabupaten Malang diharapkan mampu meningkat hingga 50 persen. Peningkatan tersebut diharapkan turut berdampak terhadap kesejahteraan petani tebu di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Malang akan terus mendukung penguatan sektor perkebunan melalui sinergi bersama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh stakeholder terkait,” ujar Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























