MALANG, Tugumalang.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang menargetkan posisi runner up atau juara 2 pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mendatang.
Untuk mewujudkan target tersebut, pengurus baru KONI Kabupaten Malang mulai melakukan pembenahan tata kelola organisasi, administrasi, hingga menyiapkan program pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) selama satu tahun penuh.
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok menilai, target runner-up bukan hal mustahil jika persiapan dilakukan lebih matang dibanding Porprov sebelumnya. Pada Porprov Jatim 2025, Kabupaten Malang finis di peringkat keempat dengan raihan 61 medali emas, 54 perak, dan 83 perunggu.
Baca Juga: Korban Desak Dugaan Pengeroyokan Libatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu Diusut Tuntas
“Kalau persiapannya matang selama satu tahun, administrasinya beres, kemudian atlet-atlet Kabupaten Malang yang selama ini dipinjam daerah lain bisa kita tarik kembali, saya optimistis target itu bisa dikejar,” ujar Zulham, belum lama ini.
Ia menyebut, langkah awal yang dilakukan oleh KONI Kabupaten Malang adalah pembenahan manajemen. Menurutnya, reorganisasi pascapergantian kepengurusan menjadi momentum untuk memperbaiki sistem administrasi dan keuangan agar lebih transparan dan akuntabel.
“Ke depan semua proses administrasi keuangan dan surat menyurat kami tata supaya menggunakan mekanisme elektronik supaya semuanya tercatat dan terdata,” kata Zulham.
Baca Juga: Polisi Dalami Pelaku Pengeroyokan yang Libatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu
Selain diterapkan di tingkat pengurus harian, sistem tersebut juga akan disosialisasikan kepada seluruh cabang olahraga (cabor). Nantinya, dana hibah pemerintah akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing cabor sehingga proses penggunaan anggaran dan pelaporannya lebih tertata.
Mengingat Porprov Jatim 2027 akan digelar satu tahun lagi, KONI Kabupaten Malang mulai mempersiapkan para atlet dengan pusat latihan kabupaten (Puslatkab) di bulan Juli 2026 ini. Sehingga, para atlet punya waktu 12 bulan untuk mengasah kemampuan mereka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung kegiatan KONI di tahun 2026. Dari jumlah itu, sekitar Rp800 juta telah dicairkan pada tahap pertama, termasuk alokasi untuk PSSI dan 68 cabang olahraga.
Namun, Zulham mengakui besaran anggaran tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. KONI Kabupaten Malang pun mengusulkan tambahan anggaran dalam perubahan APBD agar total dukungan meningkat menjadi Rp3,5 miliar.
“Cabang olahraga kita ada 68 dan selama ini banyak yang masih mandiri menyediakan peralatannya sendiri,” jelasnya.
Apabila ada penambahan anggaran, maka dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung program puslatkab. Mulai dari kebutuhan vitamin dan asupan gizi atlet, perlindungan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan, hingga penyediaan perlengkapan latihan dan pertandingan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A























