Kamis, Juni 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Malam Seribu Bulan

Redaksi by Redaksi
Maret 21, 2025 11:28 am
in Catatan
M. Zainuddin, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Foto/dok TM

M. Zainuddin, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Foto/dok TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: M. Zainuddin *

Tugumalang.id – Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan, yang bernilai lebih baik dari seribu bulan setara dengan 83 tahun. Dinamakan Lailatul Qadar karena di dalamnya penuh dengan keutamaan dan anugerah besar dari Tuhan.

READ ALSO

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Abu Bakar al-Waraq  mengatakan, dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam itu diturunkan Al-Quran yang memiliki kekuatan (mu’jizat), sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya Allah turunkan Al-Quran dalam malam yang penuh berkah” (QS.Ad-Dukhan:3). Tentang turun dan batas waktu Lailatul Qadar ini, para ulama saling berbeda pendapat.

Perdebatan di Seputar Turunnya

Golongan Rafidhah dan Syi’ah mengatakan, bahwa Lailatul Qadar hanya diturunkan sekali, setelah itu tidak ada lagi. Sedang jumhur ulama (mayoritas) mengatakan, bahwa Lailatul Qadar masih ada dan belum putus.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Waktu, Tanda, dan Amalan yang Dianjurkan

Mereka juga berbeda berpendapat, apakah Lailatul Qadar itu turun setiap tahun atau khusus di bulan Ramadan saja? Tetapi mayoritas berpendapat, bahwa Lailatul Qadar khusus diturunkan pada bulan Ramadan, dengan berdasarkan firman Allah (QS.Al Baqarah:155): ”Bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, dan penjelas atas petunjuk itu serta pembeda antara yang haq dan yang batil”.

Dalam riwayat An-Nasai disebutkan, bahwa Nabi Saw. bersabda: ”Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan kepadamu berpuasa, karena di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan barang siapa yang memuliakan kebaikan malam itu, maka ia menjadi mulia”.

 Imam Malik dalam Muwatho’-nya menyebutkan, dari Abu Sa’id Al Hudhri bahwa Rasulullah ber-i’tikaf pada pertengahan yang kesepuluh (al-asyr al-Wasth) di bulan Ramadan dan para sahabat pun mengikutinya.

Baca Juga: Gara-Gara Petasan, Kegiatan Malam Lailatul Qadar di Masjid Jami Kota Malang Berakhir Ricuh

Dan diceritakan olehb Al-Bukhari dari ‘Aisyah r.a. bahwa Nabi memerintahkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh pada malam qadar, yaitu pada hari ganjil dari hari kesepuluh yang terakhir (antara 21, 23, 25, 27, dan 29).

Ibn Hajr dalam Fath al-Bari menerangkan, dari Ibn Abbas, bahwa Umar r.a mengundang para sahabat Nabi, seraya bertanya tentang turunnya Lailatul Qadar, maka mereka pun sepakat bahwa ia turun pada hari kesepuluh yang terakhir (al-asyr al-awakhir).

Malam di mana Rasul mengistimewakannya untuk menperbanyak beribadah dengan ajek ber-itikaf. Demikian juga sebagaimana yang diriwayatkan Al-Bukhari dari ‘Aisyah r.a. bahwa Nabi pada malam ini cancut tali wondo (syadda mi’zarahu), dan membangunkan keluarganya, yang menurut At-Tirmidzi, melebihi malam lainnya sampai ia wafat.

Sementara Al-Qurtubi berpendapat bahwa malam Qadar itu jatuh pada malam ke-27. Berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab bahwa Rasul bersabda: ”Barang siapa yang ingin memperbanyak amal ibadah di malam Qadar, maka beribadahlah di malam yang ke-27”.

Banyak hadis meriwayatkan, bahwa Lailatul Qadar itu ada pada setiap tahun, yaitu pada hari kesepuluh terakhir (hari ganjil) dalam bulan Ramadan. Dan pada malam itu umat Islam didorong dan dimotivasi untuk memperbanyak amal saleh, sebab pada malam itu ada nilai plus, yaitu satu malam bernilai lebih baik dari seribu bulan.

Ibn Hajar mengatakan, bahwa yang benar Lailatul Qadar itu turun pada malam ke-27, sedang menurut Imam Syafi’i pada malam ke-21.

Diriwayatkan, bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar itu banyak sekali. Ubadah bin Shamit misalnya meriwayatkan, bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar itu adalah cerahnya malam dan sejuknya udara.

Malam itu bulan bersinar terang, planet-planet pun tampak tenang gemerlapan hingga pagi hari. Dan, matahari tampak redup tidak secerah bulan di malam hari.

Abu Dawud at-Thayalisi menceritakan, bahwa Rasul Saw. bersabda bahwa malam  Qadar adalah malam yang sejuk, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin dan matahari pagi menjadi kelam kelabu.

Hikmah Turun yang Tidak Pasti

Kenapa Lailatul Qadar tidak pasti turunnya? Diriwayatkan bahwa hikmah dan rahasia malam Qadar itu adalah agar manusia berlomba-lomba memperbanyak aktivitas keagamaan pada malam-malam itu sebagaimana Salafus-Shaleh yang senantiasa commited terhadap ajaran Rasul.

Pada malam itu Allah mengutus para malaikat dan jibril turun ke bumi untuk memintakan ampunan bagi orang-orang mukmin. Dan disebutkan, bahwa malaikat yang diturunkan ke bumi pada malam itu sangat banyak sekali jumlahnya.

Saking banyaknya, sebagian ulama mengatakan lebih banyak ketimbang kerikil-kerikil yang ada di bumi ini. Pada malam itu Allah menerima taubatnya orang yang-orang yang mau bertaubat, pintu-pintu langit malam itu dibuka dari tenggelamnya matahari hingga terbit fajar.

Dan diceritakan, bahwa Jibril turun ke bumi bersama para malaikat lainnya. Mereka membawa bendera yang bertolak dari berbagai tempat: dari ka’bah, makam Rasul, Baitul Maqdis dan masjid Tursina.

Kemudian mereka menyebar seraya bertasbih, bertahmid dan bertahlil serta menyusup ke tempat-tempat kediaman umat Muhammad untuk memintakan ampun baginya.

Dan diriwayatkan, bahwa rahmat itu sudah mencukupi semuanya, maka Jibril melapor kepada Allah: “Ya Rabbi, semua rahmat sudah kami bagikan kepada umat Muhammad semua, lalu sisanya untuk siapa? Jawab Allah, bagikan kepada orang-orang kafir sekalipun, maka Jibril pun membagikannya kepada mereka yang berjaga di malam itu. Lalu mereka yang memperoleh rahmat itu berakhir dengan husnul khatimah [*].

 

*Penulis adalah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: MalamMalam Lailatul QadarRamadanrektor uin malang

Related Posts

Hari Lahir Pancasila
Catatan

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Senin, 1 Jun 2026
Dr. Aries Musnandar & Dr. Muhammad Effendi, M.Si. Foto/dok
Catatan

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Senin, 1 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Next Post
Bupati Malang, Sanusi, (tiga dari kiri) saat menerima hibah dari KPK. Foto/dok

KPK Hibahkan Tanah Senilai Rp 3,91 Miliar pada Pemkab Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.