Kota Batu, Tugumalang.id — Angka pengangguran di Kota Batu masih tergolong tinggi. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 4.667 warga Kota Batu masuk kategori pengangguran. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto pun mengambil langkah baru untuk menekan angka tersebut.
Dari total sekitar 174 ribu warga usia produktif, sebagian besar masih bergantung pada sektor informal, seperti UMKM dan pertanian. Sementara itu, lapangan kerja di sektor formal di Kota Batu masih terbatas. Kondisi ini diperparah dengan tren partisipasi kerja perempuan yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
“Masalah ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Harus ada kolaborasi antara sekolah, industri, kampus, hingga pelaku UMKM. Pendidikan vokasi juga harus diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, bukan hanya teori,” ujar Wali Kota Nurochman.
Strategi Tekan Pengangguran di Kota Batu
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Batu mendorong penguatan peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan dunia industri. Selain itu, Pemkot juga membuka peluang pembentukan forum kebijakan publik agar program vokasi yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Baca juga: Angka Pengangguran di Kota Batu Tembus 11 Ribu, Waktunya Disnaker Unjuk Gigi
Tak hanya fokus pada pendidikan vokasi, Pemkot Batu juga berkomitmen mendukung sektor UMKM dan industri kreatif lokal. Menurut Nurochman, beberapa produk hasil karya siswa SMK di Kota Batu sudah memiliki kualitas yang layak untuk dipasarkan lebih luas.
“Saya ingin produk anak-anak SMK bisa jadi ikon kuliner Kota Batu, bukan sekadar suguhan di acara-acara resmi. Misalnya produk minuman dan camilan yang sekarang rutin kami hidangkan di Rumah Dinas Wali Kota,” tambahnya.
Harapan ke Depan
Dengan kolaborasi lintas sektor dan penguatan pendidikan vokasi, Pemkot Batu berharap angka pengangguran di kota wisata tersebut dapat ditekan secara bertahap. Selain menciptakan peluang kerja baru, strategi ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Lebih lanjut, diketahui saat ini sektor pertanian tumbuh positif di Triwulan I 2025, sementara pariwisata masih memerlukan pemulihan. Menurutnya pertumbuhan sektor pertanian bisa jadi modal kuat. Terlebih didukung teknologi dari perguruan tinggi.
“Politeknik sudah memberikan rekomendasi alat dan teknologi pengolahan hasil pertanian. Ini bisa kita akselerasi,” imbuhnya.
Baca juga: Ini Strategi 3 Paslon Pilkada Kota Batu Tekan Angka Pengangguran di Kota Wisata
Sebagai langkah konkret, Pemkot Batu akan mempercepat pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan menambah alokasi anggaran untuk pendidikan vokasi.
“Pemerintah harus transparan dan proaktif. Kami mendorong terbentuknya forum kebijakan publik untuk merespons kebutuhan masyarakat secara konkret. Kedepan, pelatihan vokasi harus berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan industri, bukan sekadar formalitas,” pesannya.
“Kota atu harus jadi pusat pertanian dan pariwisata berbasis teknologi di Jatim. Tapi, harus dimulai dari SDM-nya dulu,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























