MALANG, Tugumalang.id – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong peningkatan rendemen tebu untuk mewujudkan swasembada gula nasional. Pemerintah terus mengawal berbagai upaya agar target swasembada gula konsumsi dapat segera tercapai.
Hanif menjelaskan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada untuk komoditas padi dan jagung. Sementara itu, gula menjadi komoditas berikutnya yang terus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.
“Menuju swasembada gula ini menjadi keniscayaan. Hari ini Bapak Presiden sudah sangat tegas mengawal proyek pangan agar bisa swasembada, termasuk gula,” ujar Hanif saat meninjau kebun tebu dengan produktivitas 100 ton/hektare di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (16/7/2026).
Baca Juga: Pemprov Jatim Genjot Program Bongkar Ratoon untuk Dongkrak Produktivitas Tebu

Ia mengatakan kebutuhan gula konsumsi nasional mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun. Namun untuk gula rafinasi yang digunakan industri, Indonesia masih bergantung pada impor. Maka dari itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi dalam negeri secara bertahap.
Menurut Hanif, swasembada gula juga bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu. Ketergantungan pada impor gula rafinasi turut menghilangkan potensi penciptaan lapangan kerja. Sebab setiap sekitar 3,5 ton impor gula rafinasi setara dengan satu tenaga kerja yang bisa terserap
“Karena itu kami ingin membangun iklim swasembada gula mulai dari hulu, tengah hingga hilir agar kesejahteraan kembali kepada masyarakat kita sendiri,” kata Hanif.
Baca Juga: Mayat Perempuan Terbakar Ditemukan Terkubur di Kebun Tebu Gedangan, Malang
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Malang ini, Hanif menyoroti rendahnya rendemen tebu nasional yang rata-rata berada di kisaran 7 persen. Angka tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain yang telah mencapai 12 hingga 13 persen.
“Kami harus revitalisasi, mulai dari skema panen, produksi, hingga modernisasi alat produksi. Kuncinya adalah meningkatkan rendemen agar kesejahteraan petani ikut meningkat dan swasembada gula tercapai,” paparnya.
Ia menambahkan peningkatan rendemen dapat dilakukan secara bertahap, tidak harus langsung di angka 12 atau 13. Peningkatan bisa dimulai dari angka delapan, lalu 10. “Angka itu sudah sangat optimal,” kata Hanif.
Bupati Malang, Sanusi mengatakan, menyebut Kabupaten Malang saat ini memiliki luas lahan tebu sekitar 48 ribu hektare dengan produksi mencapai sekitar 43 juta kuintal. Rendemen rata-rata tebu di masih berada di kisaran tujuh persen.
“Pemerintah Kabupaten Malang terus memberikan pendampingan kepada petani tebu melalui penyuluhan, pengawasan, serta pengawalan berbagai program pengembangan tanaman tebu,” kata Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































