MALANG, Tugumalang.id – Sebanyak 370 siswa di Kabupaten Malang akan menjalani Skrining Penyakit Jantung Rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD). Pemeriksaan ini khusus diperuntukkan bagi siswa yang duduk di kelas 5 dan 6.
Pemeriksaan tahap pertama telah dilaksanakan di SDN 1 Tumpang dan SDN 3 Tumpang pada Sabtu (30/5/2026). Pemeriksaan di tahap selanjutnya akan dilaksanakan di sekolah lain.
Skrining Penyakit Jantung Rematik adalah deteksi dini kerusakan katup jantung akibat komplikasi demam rematik. Skrining berupa pemeriksaan fisik dan ekokardiografi (USG jantung). Tes ini dianjurkan bagi anak-anak usia 5-15 tahun, terutama yang memiliki riwayat sering radang tenggorokan atau demam rematik.
Baca Juga: Insentif Guru TK di Kabupaten Malang Dipotong 50 Persen
Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Malang Raya dan mendatangkan tim skrining langsung dari YJI pusat. Selain di Malang, kegiatan serupa juga digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara; dan Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
“Kami mengapresiasi YJI Pusat yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesehatan anak-anak Indonesia melalui program ini,” ujar Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib yang menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, deteksi dini ini menjadi langkah yang sangat penting agar anak-anak di Kabupaten Malang yang berisiko memiliki penyakit jantung rematik bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan tepat.
Lathifah berharap kegiatan bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan generasi muda di Kabupaten Malang. Ia meyakini, anak-anak yang sehat adalah investasi masa depan bangsa.
Baca Juga: Gasak Kotak Amal Masjid Tiga Kali, Pria di Lawang Ditangkap Polisi
“Dengan kesehatan yang baik, mereka dapat belajar dengan optimal, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing,” kata Lathifah.
Sebagai informasi, penyakit jantung rematik (PJR) merupakan kondisi yang muncul setelah seseorang mengalami demam rematik akut. Demam rematik sendiri adalah penyakit peradangan yang dapat menyerang berbagai bagian tubuh, seperti jantung, persendian, dan jaringan lainnya.
Kondisi ini umumnya berawal dari infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus yang tidak ditangani secara optimal. Saat melawan infeksi, tubuh akan menghasilkan antibodi sebagai bagian dari sistem kekebalan.
Namun, karena struktur katup jantung memiliki kemiripan dengan permukaan bakteri tersebut, antibodi dapat keliru menyerang katup jantung. Akibatnya, terjadi peradangan dan kerusakan pada katup jantung yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























