MALANG, Tugumalang.id – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah mencapai target swasembada pangan. Pemerintah selanjutnya akan memfokuskan upaya pada pencapaian swasembada energi dan swasembada air sebagai bagian dari penguatan kemandirian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi yang kita tuju, kemudian swasembada air juga sedang kita rintis sehingga semua rakyat punya akses kepada air bersih,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menilai keberhasilan mencapai swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama pemerintah, TNI, Polri, kementerian, dan para petani.
Baca juga: Presiden Prabowo Janjikan Indonesia Swasembada Pangan di 2029
Menurutnya, panen raya tersebut menunjukkan peran aparat negara tidak hanya menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi juga ikut memperkuat sektor pangan. Sebelumnya, pada 16 Mei 2026, Prabowo menghadiri panen raya jagung bersama Polri. Dua bulan kemudian, ia menyaksikan panen raya tebu, kedelai, dan padi bersama TNI.
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat penguatan sektor pertanian melalui program peremajaan tanaman tebu nasional. Menurutnya, selama 13 tahun tidak ada program peremajaan tebu sehingga produktivitas perlu segera ditingkatkan.
“Kami sekarang akan melakukan peremajaan semua pertanian tebu yang kita miliki,” katanya.
Prabowo juga menyampaikan Indonesia tidak lagi mengimpor solar karena telah mampu memproduksi bahan bakar tersebut dari kelapa sawit. Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik untuk mempercepat hilirisasi energi.
Baca juga: Mesin Kebi dari BI Malang Dorong Beras Petani Kabupaten Malang Naik Kelas
TNI Dampingi Petani di Tiga Komoditas
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan TNI menjalankan pendampingan terpadu terhadap petani sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan. TNI AU mendampingi komoditas tebu, TNI AL komoditas kedelai, dan TNI AD komoditas padi.
“Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden,” ujar Agus.
TNI AU bersama Sinergi Gula Nusantara, pihak swasta, dan asosiasi petani telah mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare pada musim panen 2026. Lahan tersebut diperkirakan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.
Produksi tersebut berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional 2026. Khusus di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, luas lahan tebu yang siap dipanen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton.
Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton di enam wilayah. Hingga Juni 2026, TNI AL juga membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah untuk meningkatkan produksi dan mengurangi ketergantungan impor.
Sementara itu, TNI AD mendampingi panen padi seluas 479.679 hektare sepanjang Juni 2026. Secara kumulatif Januari–Juni 2026, luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau telah memenuhi 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko































