Malang, Tugumalang.id – Sejumlah SPBU di Kota Malang diserbu warga hingga kehabisan pertalite pada 1 September 2026, saat harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.
Pertalite terpantau habis di SPBU Jalan Trunojoyo hingga SPBU Sawojajar. Sementara itu, antrean kendaraan mengular di SPBU Jalan Mayjen Sungkono, Lesanpuro, SKI, hingga Sawahan.
Antrean panjang tersebut bahkan terjadi meski bukan pada jam padat lalu lintas. Kondisi serupa membuat warga harus mencari SPBU lain untuk mendapatkan pertalite.
Sujiadi, warga Kauman, Kecamatan Klojen, mengaku baru mendapatkan pertalite di wilayah Kecamatan Sukun. Dia memilih mengisi BBM di SPBU Jalan Raya Gadang.

“Hari ini banyak pom (SPBU) yang kosong, saya dapat di pom Gadang (SPBU Jalan Raya Gadang, Sukun). Itu pun antreannya panjang banget,” ungkapnya.
Baca juga: SPBU Sawahan Kota Malang Disanksi, Penjualan Pertalite Dihentikan 30 Hari
Sujiadi mengaku tidak memahami penyebab antrean panjang dan kekosongan pertalite di sejumlah SPBU Kota Malang.
“Gak tau ada apa, ya hari ini, antreannya gila. Mau gimana lagi, pom lain habis,” ujarnya.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pihaknya akan mengecek kondisi tersebut ke lapangan.
“Kami cek ke tim di lapangan dulu,” ucapnya.
Baca juga: Jual BBM Subsidi ke Tangki Modivikasi Pakai 5 Barcode, Polresta Malang Kota Tangkap Pegawai SPBU dan 2 Pengecer
Ahad membenarkan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 September 2026. Kondisi itu ditengarai menjadi salah satu faktor pertalite diburu masyarakat.
“Ada penyesuaian harga BBM Nonsubsidi,” urainya singkat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























