Malang, Tugumalang.id — Rencana pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kabupaten Malang telah masuk Buku Hijau (Green Book) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, proyek yang masuk Green Book merupakan proyek yang sudah siap didanai. Peluang pendanaan terbuka melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Artinya pembangunan RSUD bisa menggunakan pendanaan dari badan usaha dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Tomie, beberapa waktu lalu.
RSUD Kanjuruhan menjadi satu dari tujuh proyek strategis daerah yang diajukan ke Bappenas untuk mendapat pendanaan melalui skema KPBU. Dari tujuh proyek tersebut, RSUD Kanjuruhan dinilai paling siap dan telah mendapat kepastian dari Bappenas.
“Dari tujuh project yang sudah kami sampaikan, sudah ada beberapa di antaranya rumah sakit kita itu sudah masuk di Buku Hijau-nya Bappenas. Artinya, pembiayaan dengan skema KPBU ini sudah memiliki payung hukum dan peluang investasi secara nasional,” terang Tomie saat ditemui wartawan.
Dengan skema KPBU, opsi pembiayaan proyek menjadi lebih luas. Pemkab Malang secara legal dapat menggandeng badan usaha swasta untuk mempercepat pembangunan fasilitas medis tersebut tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Baca juga: Pemkab Malang Raih 4 Penghargaan di TOP BUMD Awards 2025, RSUD Kanjuruhan Sabet Golden Trophy
Pengembangan RSUD Kanjuruhan ditujukan untuk memperkuat layanan penyakit prioritas nasional, yakni Kanker, Jantung, Urologi, dan Stroke (KJSU).
Proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas fisik baru serta pemenuhan alat kesehatan dan operasional pendukung.
Untuk mendukung penambahan gedung dan unit layanan baru tersebut, Pemkab Malang telah menyiapkan lahan seluas hampir 2 hektare di area belakang RSUD Kanjuruhan.
Tomie berharap proses studi kelayakan dan penentuan investor bisa segera tuntas.
“Kami berharap pengerjaan fisik bisa segera terealisasi,” kata Tomie.
Baca juga: RSUD Kanjuruhan Dapat DBHCHT Rp32 Miliar, UGD Diperluas hingga 4 Lantai
Terkait perkiraan nilai investasi, Tomie menjelaskan angkanya masih dinamis. Nilai tersebut akan difinalisasi melalui studi kelayakan (Feasibility Study) yang memperhitungkan belanja modal (CapEx) serta biaya operasional (OpEx).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























