Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

‘Si Budi Kecil’ Berburu Rezeki di Makam Kutobedah

Redaksi by Redaksi
April 13, 2021 11:16 am
in Featured
Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. Foto/Azmy

Dian Kurniawan (8), bocah pemburu rejeki di kuburan TPU Kutobedah, Kota Malang. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Tradisi nyekar atau ziarah tabur bunga di makam leluhur menjadi tradisi Orang Jawa yang terus berlangsung hingga hari ini. Tradisi itu selain dianggap membawa berkah, juga membawa rezeki bagi sebagian orang. Seperti halnya dialami para Juru Bersih Makam.

Juru Bersih Makam di Kota Malang, khususnya di TPU Kutobedah sudah jadi pemandangan biasa. Terlebih, di musim-musim tradisi nyekar seperti di jelang Bulan Suci Ramadan. Juru Bersih Makam kebanyakan adalah warga sekitar pekuburan yang menggantungkan rezeki dadakan dari keluarga para peziarah.

READ ALSO

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Tak hanya pria dewasa, kadang di momen-momen tertentu, juru makam bersih dadakan di TPU yang terletak di Kecamatan Kedungkandang ini juga dilakoni anak-anak kecil. Mayoritas dari bocah-bocah ini biasanya datang dari latar belakang keluarga menengah ke bawah. Mereka berbekal alat yang berbeda beda. Ada yang berbekal cangkul kecil. Ada pula arit (celurit untuk memotong rumput). Lalu sebagian lagi ada yang membawa sapu lidi.

Bersihkan rumput di sekitar makam. Foto: Azmy

Seperti diakui bocah asal Malang ini. Namanya Dian Kurniawan. Usianya masih 8 tahun dan masih duduk di bangku kelas 5 SD. Tapi semangatnya mencari nafkah sudah terdidik sejak dini. ”Ya cari uang, buat jajan,” ujarnya polos sambil terkekeh.

Bocah cilik ini mengaku sudah melihat peluang rezeki ini sedari duduk di bangku kelas 2 SD. Asalnya juga dari kampung sekitar. Di tengah era teknologi dan peradaban canggih saat ini, Dian terbilang anak kecil yang gigih dan pekerja keras jika dibandingkan dengan generasi muda beruntung sebayanya.

”Sudah sering sejak kelas 2 SD. Sore-sore gini pasti lari kesini (kuburan) iseng nyari rezeki. Apalagi pas mau bulan puasa ini ramai-ramainya,” kata dia.

Bermodal arit, sapu lidi dan semangat, dalam sehari bocah ini mengaku bisa mendapat rezeki antara Rp 50 hingga Rp 100 ribu. Apalagi di saat momen-momen tradisi nyekar dilakukan seperti di jelang datangnya bulan puasa atau malam Jumat Legi, misalnya.

”Ini tadi sehari sudah dapat Rp 80 ribu, bersihin 5 makam. Kalau upahnya ya seikhlas orangnya, kadang dapat Rp 10 ribu, pernah juga dikasih Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Selain dia, ada juga puluhan juru bersih makam cilik dadakan lainnya. Diantara mereka, juga ada yang berusia tua maupun masih remaja. Di balik berkahnya sebuah tradisi dan sucinya bulan ramadan ini, ternyata berbuah manis juga bagi umat warga sekitar makam.

Tags: Kutobedahmakam

Related Posts

Wisatawan melintasi hutan mangrove di CMC Tiga Warna. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Dari Gersang Menjadi Hijau, Transformasi CMC Tiga Warna Lewat Konservasi dan Ekowisata

Kamis, 10 Jul 2025
Cak Sindu, pendiri Studi Akting Malang (SAM), yang percaya bahwa akting bukan hanya sekeda seni peran. (Foto: Dohir Herliato/Sindu)
Featured

Cak Sindu dari Pentas Rakyat ke Aktor Film, Founder Studi Akting Malang

Rabu, 7 Mei 2025
Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis
Featured

Bantu Lansia dan Anak Stunting, Pokmas di Sumberpucung Bagikan Nila dan Lele Gratis

Selasa, 21 Jan 2025
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Batik karya Utik Mardiati motif kupu-kupu yang sudah dijahit menjadi rok. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Featured

Batik Utik Mardiati, Narasi Cerita dalam Selembar Kain

Sabtu, 30 Nov 2024
Soetarjo, gerilyawan pejuang yang masih hidup saat berkisah tentang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Foto: Azmy
Featured

Kisah Pejuang Gerilyawan Agresi Militer yang Kini Hidup di Malang, Bolak-Balik Ditangkap Belanda

Jumat, 23 Agu 2024
Next Post
Dilema Korban Gempa Malang, Rumah Harus Dirobohkan tapi Tak Jelas Kapan Dibangun

Dilema Korban Gempa Malang, Rumah Harus Dirobohkan tapi Tak Jelas Kapan Dibangun

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.