Puluhan Rumah Hancur, Kepala Dusun Krajan Bingung Kapan Dibangun Kembali

  • Whatsapp
Relawan mengangkat bantuan semen untuk warga di dusun krajan, Desa Majang Tengah, Dampit. Foto: Bayu Novanta

MALANGGempa magnitude 6,1 yang terjadi di Malang Selatan, memiliki dampak cukup signifikan di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, khususnya di Dusun Krajan dan Dusun Warak.

Kepala Dusun Krajan, Sutikno, mengatakan, jika ada 20 rumah ambruk dan belum teratasi hingga saat ini.

Serahkan bantuan tahap 2 di tengah-tengah reruntuhan rumah warga. Foto: Bayu Novanta

“Untuk Dusun Krajan ini terus terang sangat parah sekali, karena di Majang Tengah ini paling parah adalah Dusun Krajan dan Dusun Warak. Di Dusun Krajan ini yang rumahnya roboh kurang lebih ada 20, yang rusak berat ya banyak,” terangnya saat menerima bantuan dari Tugu Media Peduli pada Selasa (27/04/2021).

Oleh karena itu, ia berharap banyak agar para donatur saat ini lebih berfokus memberikan bantuan material bangunan.

Menanti pembangunan kembali dari Pemda Malang. Foto: Bayu Novanta

“Untuk donatur-donatur ya mohonlah untuk mengurangi beban kami, karena untuk masalah sembako ini sudah tercukupi, tapi untuk material bangunan masih terbatas,” bebernya.

“Jadi, rumah warga yang rumahnya ambruk itu belum ditangani, hanya rumah-rumah yang retak-retak itu ditangani sendiri sama warga sini,” imbuhnya.

Hal tersebut membuat warga-warga yang rumahnya tidak bisa dihuni harus terus mengungsi sejak gempa mengguncang pada Sabtu (10/04/2021).

“Sehingga warga yang rumahnya ambruk itu ada yang tinggal di tenda, dan ada yang tinggal di tetangganya yang rumahnya tidak terdampak,” ungkapnya

Sementara untuk kejelasan pembangunan ulang rumah terdampak, sampai saat ini warga belum tahu kapan akan dibantu kembali oleh pemerintah daerah.

“Untuk pembangunan rumah warga yang ambruk masih belum jelas kapan akan dibantu oleh pemerintah, taoi rupa-rupanya sudah ada yang mensurvei, hanya tinggal menunggu waktu saja dibangun tapi belum tahu kapan,” pungkasnya.

Tugu Media Group, yang membawahi media online terbesar di Jawa Timur dan Malang Raya, tugujatim.id dan tugumalang.id, kembali membagikan donasi tahap kedua dari para pembaca setianya kepada para korban gempa magnitude 6,1 yang terjadi di Malang Selatan.

Baca Juga  Wahyu Hidayat Resmi Jadi Plh Bupati Malang
Penyaluran bantuan tahap 2 dari donatur melalui Tugu Media Group. foto: Bayu Novanta

Kali ini, kantor berita yang beralamat di Jalan Dirgantara A1/12B, Sawojajar, Kota Malang ini tidak hanya membagikan sembako dan keperluan bayi saja, tapi juga kebutuhan material bangunan agar rumah-rumah warga yang hancur akibat guncangan gempa beberapa waktu lalu bisa dibangun kembali.

Di Desa Majang Tengah sendiri, Tugu Media Peduli menyalurkan bantuan sejumlah 3 buah selimut, 14 buah terpal, 50 sak semen dan 1 perlengkapan bayi.

Donasi Gempa Malang yang kini perolehannya sudah tembus Rp137 juta, terinspirasi dari Dr Aqua Dwipayana. Dia yang membaca berita Gempa Malang melalui tugumalang.id dan tugujatim.id, spontan menyumbang Rp 10 juta.

Donasi tersebut didapat dari hasil penjualan dua buku terbarunya yang merupakan bagian dari serial Trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Karena aksi spontanitasi Dr Aqua Dwipayana inilah, manajemen Tugu Media Group langsung membuka donasi tersebut. Selain dari Dr Aqua Dwipayana, donasi juga datang dari CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat senilai Rp25.000.000, Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, yang memberi donasi Rp15 juta; pengusaha asal Jogjakarta, Tjia Edy Susanto, yang membantu Rp 15 juta.

Ada juga Presiden Direktur PT Duta Anggada Realty, Ventje Suardana, yang kirim sumbangan Rp10 juta. Lalu sumbangan dari PT DnV Internasional Makmur Gemilang Rp 7 juta. Juga dari pengusaha yang berasal dari Kediri, Nanang Suswandono, sebanyak Rp5 juta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *