Jumat, Oktober 9, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Redaksi by Redaksi
April 28, 2026 3:48 pm
in Berita
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia

Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Di balik tenangnya aliran sungai, tersimpan ancaman ekologis serius yang diam-diam melumpuhkan kelestarian perairan darat Indonesia. Faktornya adalah keberadaan ikan sapu-sapu yang kelihatannya sepele, namun tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja.

Pakar sekaligus Dosen Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rindya Fery Indrawan mengungkapkan fakta mengerikan jika terjadi ledakan populasi spesies invasif tersebut. Bahkan ia memberikan peringatan keras.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Menurut Fery, ledakan populasi spesies invasif ini berpotensi memicu kolapsnya struktur rantai makanan sekaligus menyapu bersih eksistensi ikan-ikan endemik lokal. Proses perusakan ekosistem ini terjadi melalui tiga mekanisme utama yang saling berkaitan.

Baca Juga: 4 Taman Rekreasi Favorit di Kabupaten Malang dengan Wahana Menarik

”Pertama, terjadi kompetisi pakan yang tidak seimbang. Ikan sapu-sapu merebut sumber nutrisi utama seperti alga dan mikroorganisme dasar yang seharusnya menjadi pakan ikan lokal kita,” ungkap Ferry.

Kedua adalah dominasi biomassa. Spesies invasif bernama latin Pterygoplichthys pardalis ini terbilang berkembang biak dengan masif hingga mengambil alih ruang hidup ekosistem, seperti krisis yang kini melanda sungai-sungai di ibu kota Jakarta.

”Terakhir, kebiasaan ikan ini menggali lubang di tepian sungai menyebabkan erosi parah dan menghancurkan secara fisik tempat pemijahan alami ikan lokal,” ungkapnya.

Baca Juga: Warga Cibir Revitalisasi Taman Jalan Sultan Agung di Kota Batu

Lebih memprihatinkan, ikan sapu-sapu memiliki sifat omnivora oportunistik. Saat pakan utama menipis, mereka tak segan memangsa telur dan larva ikan endemik. Aktivitas mereka yang terus menyapu dasar perairan juga membuat telur-telur ikan lokal tertimbun sedimen hingga gagal menetas.

”Spesies perairan bawah seperti nilem, tawes, wader, dan betok pun kini berada di ambang kepunahan lokal,” jelasnya.

Sulitnya menekan laju populasi spesies ini tidak lepas dari kemampuannya sebagai super survivor. Tubuh ikan sapu-sapu dilindungi oleh pelat keras dan sirip berduri tajam, menjadikannya mangsa yang dihindari oleh predator alami lokal seperti biawak. Tingkat adaptasinya pun ekstrem; mereka mampu bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen yang sangat minim.

Merespons kondisi kritis ini, Laboratorium Perikanan UMM mengambil langkah taktis. Fery memaparkan, pihaknya kini tengah gencar melakukan upaya riset, pemijahan, dan pengembangan ikan lokal, khususnya jenis wader.

”Tujuan utama kami adalah melakukan restocking. Hasil pemijahan ini nantinya akan kita lepas liarkan secara berkala di Kali Brantas untuk merehabilitasi populasi ikan endemik,” tegasnya.

Namun, upaya akademisi saja tidak cukup. Fery mendesak adanya mitigasi komprehensif, mulai dari penangkapan massal untuk menekan biomassa, hingga pemanfaatannya secara ekonomi.

Daripada dibuang, ikan ini dapat diolah menjadi bahan baku tepung ikan atau pakan ternak berprotein tinggi, dengan catatan tidak untuk konsumsi manusia jika berasal dari perairan tercemar logam berat.

Edukasi publik juga menjadi kunci mutlak. Fery melarang keras kebiasaan masyarakat yang sering melepaskan ikan predator peliharaan dari akuarium ke alam liar.

”Ini bukan sekadar menyelamatkan satu spesies, tapi menjaga keseimbangan alamiah. Jika tidak ada sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, kita berisiko besar kehilangan ikan lokal yang menjadi identitas serta penopang ketahanan pangan bangsa,” pungkasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: IkanIkan sapu-sapuperairan indonesiaummUniversitas Muhammadiyah Malang

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Gudang rokok di Kota Malang yang dilanda kebakaran hebat. (Foto/M Sholeh)

Karyawan Diduga Bakar Gudang Rokok di Kota Malang, Berdasar Rekaman CCTV

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.