Tugumalang.id – Revitalisasi taman di Jalan Sultan Agung, Kota Batu pada 2025 ini menuai cibiran dari warganet. Meski belum sepenuhnya jadi, warganet menilai konsep estetika taman kota tersebut dinilai tak relevan dengan masa kini alias terlalu jadul.
Diketahui, median jalan yang menjadi gerbang masuk pengendara ke Kota Batu tersebut tengah mendapat penataan baru. Wajahnya dipoles dengan cat warna mencolok, tambahan ornamen, patung apel raksasa hingga patung petani berkepala apel.
Baca Juga: Bisnis Kafe dan Restoran di Kota Batu Mulai Tumbuh Subur
Perubahan lanskap tersebut rupanya lebih banyak menuai respon negatif. Kritikan warganet maupun masyarakat yang melintas berdatangan. Mulai dari pemilihan warna, konsep desain, sampai manfaat revitalisasi itu sendiri.
Sorotan warganet ini datang dari sebuah unggahan video penampakan taman tersebut dari akun TikTok masbre pada Minggu (14/9/2025). Video tersebut masih disematkan komentar warganet dengan nada mencibir. “Mari iku sik ono Pak Tani ndas e apel (Masih ada Pak Tani berkepala Apel,” demikian komentar warganet.
Tak hanya di situ, unggahan yang sudah mendapat 455 likes tersebut juga ramai komentar miring. Banyak warganet menyayangkan atas konsep tata estetika taman yang dilakukan. Padahal ada banyak owner landscape (ahli) di Kota Batu yang memiliki karya yang bagus.
Baca Juga: Bonus Atlet Porprov Jatim 2025 Kota Batu Belum Cair, Pemkot Janji Segera Bayar
Akun gudang berkah mengatakan “batu gudange tukang taman pengerjaan luar Jawa hasil memuaskan malah kuto batu tamane belgendes. Berat berat,” ungkap salah satu warganet.
Reputasi para ahli penataan taman dari Kota Batu memang sudah bukan hal yang asing. Banyak dari mereka mendapat pekerjaan penataan taman di luar daerah dengan hasil mengesankan. Seperti dikatakan salah satu warganet.
Akun Heri Mulyanto menimpali “bagi orang yg bergelut di bidang pekerjaan taman, siapkan jawaban yang tidak ‘isin-isini’ ketika ditanya orang luar Batu. 😂 Mbuh wess,, kita ketika di luar Batu bikin taman diapik apik, malah ndek nggone dewe koyo ngene, bagi yg tidak paham, disangka kita gak memikirkan kota sendiri 🤦♂,” imbuh warganet lain.
Selain itu, konsep penataan taman tersebut bahkan dinilai tak relevan dengan estetika zaman masa kini. Perpaduan warna mencolok yang tak sinkron hingga penataan jenis font dinilai sudah ketinggalan zaman. Pemilik akunElok mengatakan “Na Iyzam: Arsitek e jane sopo se, kyok awur2an,” timpal dia.
”Sebenarnya mau dibuat apa sih? Malah terkesan asal-asalan. Ada patung petani yang kepalanya diganti apel, maksudnya apa? Konsepnya tidak jelas,” kata netizen.
Informasi dihimpun tugumalang.id, padahal konsep penataan taman median jalan yang diampu oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (DLH Kota Batu) tersebut direncanakan bakal jadi panggung pertunjukan cahaya dan video mapping pada malam harinya.
Ditanya soal tanggapan warga tersebut, Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni mengaku, reaksi warga seperti itu tak bisa dihindari. Meski begitu, ia memastikan pengerjaannya masih belum rampung sepenuhnya.
“Mulai dari warna, bentuk sculpture, sampai taman di sekitar median masih ada penyesuaian. Warna itu kan gak asal-asalan, warna polos terang itu untuk memantulkan cahaya proyektor. Nanti konsepnya ada video mapping pas malam hari,” ungkap Dian, Selasa (16/9/2025).
Dian menambahkan saat ini juga penataan masih akan berlanjut untuk memindahkan tiang listrik dan telepon yang masih berdiri di sekitar median.
“Saat ini kami sudah bersurat ke pihak terkait, menunggu pelepasan. Nanti juga masih akan dilengkapi pohon hingga tanaman hias,” ungkap dia.
Sebagai informasi, revitalisasi median jalan di sepanjang Sultan Agung sendiri akan dilakukan bertahap. Setidaknya ada masih ada 5 titik yang akan digarap hingga ke ruas Jalan Imam Bonjol sampai ujung pertigaan Museum Angkut.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























