Tugumalang.id – Pertumbuhan bisnis kafe dan restoran di Kota Batu, Jawa Timur mulai bertumbuh subur di 2025. Dari yang semula jumlah wajib pajak (WP kafe dan restoran pada 2024 sebanyak 476, pada 8 bulan terakhir hingga 2025 ini sudah tembus di angka 515 objek WP.
Bertambahnya objek WP ini diyakini dapat menjadi faktor mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bapenda Kota Batu, M Nur Adhim yang menambahkan jika dalam setahun ini objek WP tersebut sudah bisa ditarik pajak.
Baca Juga: Pajak Restoran dan Kafe Kabupaten Malang Capai Rp8,1 Miliar Per Juli 2023
Adhim menerangkan pertumbuhan usaha kuliner di Kota Batu tidak lepas dari pendataan rutin. Setiap ada kafe atau restoran baru, tim lapangan Bapenda akan langsung turun melakukan wawancara dengan pemilik sekaligus mengamati langsung kondisi tempat usaha.
Wawancara itu berkaitan dengan seputar jumlah karyawan, menu yang dijual, harga makanan, hingga kapasitas meja dan kursi.
”Dari sana bisa didapat angka perkiraan omzet bulanannya. Biasanya kafe atau restoran dikenai pajak 10 persen kalau omzet minimal Rp10–15 juta per bulan,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga: 6 Bisnis Franchise Minuman Kekinian, Peluang Usaha yang Cepat Cuan
Adhim melanjutkan hingga Agustus ini, realisasi pajak restoran sudah mencapai 72,43 persen atau sekitar Rp25,9 miliar.
Padahal target tahunan dipatok Rp 35,9 miliar. Angka itu bahkan sudah melewati target triwulan kedua yang seharusnya hanya 50 persen atau Rp17,9 miliar.
Melihat tren tersebut, peluang untuk tembus target bahkan melampaui terbuka lebar. Apalagi tahun lalu saja, realisasi pajak restoran bisa menembus Rp39,3 miliar. Angkanya setara 109 persen dari target.
“Kami optimistis bisa tercapai. Bahkan lebih. Karena pajak restoran selama ini kontribusinya paling besar dibanding sembilan jenis pajak lain,” beber Adhim.
Meski begitu, Adhim tetap mengingatkan kepada para pengusaha kuliner untuk tertib melaporkan pendapatan. Sebab, pemantauan tak hanya lewat tapping box, tapi juga inspeksi langsung ke lapangan.
“Intinya, kami ingin semua berjalan fair. Kalau bisnisnya maju, daerah juga ikut merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























