Jumat, Agustus 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Perbedaan Matcha dan Green Tea, Ketahui Proses Pengolahan hingga Kandungan Nutrisinya

Redaksi by Redaksi
Juli 3, 2026 2:39 pm
in Kuliner
matcha dan green tea

Ilustrasi perbedaan tampilan minuman matcha dan green tea. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Matcha dan green tea atau teh hijau kerap dianggap sebagai minuman yang sama karena sama-sama berwarna hijau dan berasal dari tanaman yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan pada proses budidaya, pengolahan, cara penyajian, hingga kandungan nutrisinya. Perbedaan tersebut memengaruhi cita rasa, tekstur, serta senyawa yang terkandung di dalamnya.

Baik matcha maupun green tea berasal dari tanaman Camellia sinensis. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), berbagai jenis teh seperti green tea, black tea, dan oolong berasal dari tanaman yang sama. Perbedaannya terletak pada metode pengolahan setelah daun dipanen.

READ ALSO

6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap

Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

Baca juga: Green Tea dan Matcha Beda atau Sama? Simak Perbedaan dan Penjelasannya!

Proses Budidaya Berbeda

Salah satu perbedaan utama antara matcha dan green tea terletak pada proses budidayanya. Tanaman yang akan dijadikan matcha biasanya dinaungi dari sinar matahari sekitar 20–30 hari sebelum panen. Teknik ini meningkatkan kadar klorofil dan beberapa senyawa alami, termasuk asam amino L-theanine, sehingga menghasilkan warna hijau yang lebih pekat.

Sementara itu, daun untuk green tea umumnya ditanam dengan paparan sinar matahari normal tanpa proses peneduhan khusus. Setelah dipanen, daun segera dipanaskan melalui proses pengukusan atau pemanggangan ringan untuk mencegah oksidasi, kemudian dikeringkan sebelum dikemas.

Cara Pengolahan dan Penyajian

Perbedaan berikutnya terlihat pada bentuk akhir produknya. Green tea disajikan dalam bentuk daun teh kering yang diseduh menggunakan air panas. Setelah penyeduhan selesai, daun teh dipisahkan sehingga yang dikonsumsi hanya air seduhannya.

Sebaliknya, matcha diproses lebih lanjut dengan menghilangkan batang dan tulang daun, kemudian digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus. Bubuk tersebut dikocok bersama air panas sehingga seluruh bagian daun ikut dikonsumsi. Karena itu, matcha memiliki tekstur yang lebih kental dibandingkan green tea.

Perbedaan Kandungan Nutrisi

Karena seluruh daun dikonsumsi, matcha umumnya mengandung konsentrasi beberapa senyawa alami yang lebih tinggi dibandingkan green tea seduh, seperti antioksidan, klorofil, L-theanine, dan kafein.

Meski demikian, keduanya tetap menawarkan manfaat sebagai sumber antioksidan. Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satunya secara mutlak lebih baik dibandingkan yang lain. Kandungan yang diterima tubuh juga dipengaruhi oleh jumlah teh yang digunakan, cara penyeduhan, serta porsi konsumsi.

Baca juga: Rekomendasi Toko Bakpia Terbaik di Malang, Oleh-Oleh Lezat yang Wajib Diburu

Rasa dan Tampilan Minuman

Green tea umumnya menghasilkan warna seduhan yang lebih bening dengan rasa ringan dan sedikit pahit. Sebaliknya, matcha memiliki warna hijau yang lebih cerah dan pekat dengan karakter rasa yang lebih kuat, memadukan sedikit pahit, gurih (umami), dan aroma khas daun teh.

Perbedaan rasa tersebut membuat matcha lebih sering digunakan sebagai bahan berbagai minuman modern, seperti matcha latte, maupun olahan makanan, seperti kue, es krim, dan dessert. Sementara itu, green tea lebih umum dikonsumsi sebagai teh seduh sehari-hari.

Kandungan Kafein

Matcha juga diketahui memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan green tea seduh. Hal ini karena seluruh bubuk daun teh ikut dikonsumsi, bukan hanya ekstraknya yang larut dalam air.

Meski demikian, konsumsi keduanya tetap dianjurkan dalam jumlah yang wajar. NCCIH mengingatkan bahwa teh hijau mengandung kafein sehingga konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kafein.

Secara umum, matcha dan green tea sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis, tetapi memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari proses budidaya, pengolahan, penyajian, hingga kandungan nutrisinya. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu masyarakat memilih jenis teh yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Keduanya tetap dapat menjadi pilihan minuman yang mengandung antioksidan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/Magang

editor: jatmiko

Tags: antioksidancamellia sinesisEdukasigaya hidupGreen TeakulinermatchaMinuman SehatTeh Hijau

Related Posts

6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap
Kuliner

6 Toko Frozen Food di Malang yang Cocok untuk Anak Kost, Dekat Kampus dan Pilihannya Lengkap

Rabu, 5 Agu 2026
Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner
Kuliner

Sensasi Gurih Menggigit, 4 Kuliner Nasi Belut Malang yang Wajib Dicoba Pecinta Kuliner

Minggu, 2 Agu 2026
Tetap Kuliner Favorit, Keunikan Kuah Hitam dan 5 Tempat Rawon Enak di Malang
Kuliner

Tetap Kuliner Favorit, Keunikan Kuah Hitam dan 5 Tempat Rawon Enak di Malang

Jumat, 31 Jul 2026
Hangat dan Nikmat! Rekomendasi Bakmi Jawa di Malang yang Cocok Dinikmati di Tengah Cuaca Dingin
Kuliner

Hangat dan Nikmat! Rekomendasi Bakmi Jawa di Malang yang Cocok Dinikmati di Tengah Cuaca Dingin

Jumat, 24 Jul 2026
salah satu destinasi wisata kuliner Batu yang menawarkan panorama alam, sunrise, hingga city light yaitu Burning Bar & Thana Nature Eathery. (Foto/dok)
Kuliner

5 Destinasi Wisata Kuliner Batu yang Masih Viral hingga Juli 2026

Kamis, 23 Jul 2026
5 Tempat Sarapan Dekat UIN Malang, Enak, Murah, dan Bikin Kenyang Sebelum Kuliah
Kuliner

5 Tempat Sarapan Dekat UIN Malang, Enak, Murah, dan Bikin Kenyang Sebelum Kuliah

Selasa, 21 Jul 2026
Next Post
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.