Tugumalang.id – Popularitas matcha di Indonesia khususnya kalangan anak muda tidak dapat diragukan lagi. Minuman berwarna hijau itu berhasil merenggut hati anak uda pecinta kopi yang ingin beralih ke minuman yang juga mengandung kafein, tapi lebih sehat.
Namun masih banyak orang yang bingung membedakan matcha dengan green tea. Bahkan tak jarang kafe yag menggunakan nama green tea padahal produk yang dijualnya merupakan olahan matcha. Lalu apa perbedaan keduanya? Ini Perbedaan Beserta penjelasannya.
1. Bentuk Fisik dan Metode Konsumsi
Perbedaan yang paling kasat mata antara green tea dan matcha terletak pada bentuknya. Matcha berbentuk bubuk halus dengan warna hijau yang beragam dan dilarutkan langsung ke dalam air. Sehingga, konsumen mengonsumsi seluruh bagian daun teh secara utuh.
Baca Juga: 7 Cafe Terhits di Kajoetangan Heritage Malang yang Wajib Disambangi!
Sebaliknya, Sencha atau green tea berbentuk daun kering seperti the pada umumnya. Proses konsumsinya melalui ekstraksi atau penyeduhan, di mana daun teh direndam lalu dibuang, sehingga yang diminum hanyalah sari patinya saja.
2. Teknik Budidaya dan Produksi
Perbedaan kedua yakni pada teknik budidaya dan produksi. Keunikan Matcha sudah dimulai sejak di perkebunan. Tiga minggu sebelum masa panen, tanaman teh untuk Matcha wajib ditutupi dari sinar matahari langsung atau biasa disebut dengan proses shading.
Proses ini bertujuan meningkatkan kadar klorofil dan theanine, yang memberikan warna hijau pekat serta rasa manis alami.
Dalam proses pengolahannya, Matcha juga melalui tahap pemisahan batang daun yang disebut Tencha. Batang dibuang agar tidak merusak tekstur dan rasa saat digiling menggunakan batu khusus.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Gelato Terbaik di Malang, Tekstur Lembut Bikin Nagih!
Sementara itu, green tea umumnya tumbuh di bawah sinar matahari penuh dan diproses dengan teknik penguapan atau steaming untuk menjaga kesegarannya.
3. Sensitivitas Penyajian
Bagi yang menyukai hal yang lebih praktis, Matcha mungkin menjadi pilihan tepat karena tidak terikat pada waktu penyeduhan. Matcha tetap stabil meski dilarutkan dengan air suhu ruang maupun air panas.
Hanya saja untuk menyajikan matcha yang creamy dan foamy dibutuhkan sedikit waktu untuk mengaduk matcha menggunakan pengaduk khusus.
Di sisi lain, Green tea dikenal sangat sensitif. Kesalahan waktu penyeduhan, bahkan hanya selisih satu menit dapat membuat rasa Sencha menjadi sangat pahit karena ekstraksi komponen pahit yang berlebihan dari daunnya. Sehingga waktu berperan sangat penting dalam proses penyeduhan the hijau ini.
4. Kandungan Nutrisi dan Profil Rasa
Karena dikonsumsi secara utuh, Matcha menawarkan kandungan kafein, antioksidan, dan L-theanine yang jauh lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa. Secara rasa, Matcha cenderung memiliki profil yang tebal, gurih umami, dan creamy.
Sedangkan green tea menawarkan sensasi rasa yang lebih ringan, segar, dan lembut di lidah. Grean tea juga sering digambarkan memiliki aroma khas tanaman seperti bayam segar atau jagung manis, sehingga sangat cocok bagi pemula yang baru ingin mengeksplorasi dunia teh.
Memilih antara Matcha atau Sencha kembali pada selera masing-masing. Jika mencari nutrisi maksimal dengan rasa yang kuat, Matcha adalah jawabannya.
Namun, jika menginginkan ketenangan dalam setiap sesapan teh yang ringan dan menyegarkan, green tea menjadi pilihan yang tak tergantikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
Editor: Herlianto. A





























