Tugumalang.id – Dugaan pernikahan palsu menghebohkan warga Kota Malang. Seorang perempuan bernama Intan Anggraeni (29), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang histeris usai mengetahui suaminya ternyata perempuan. Hal itu terungkap saat malam pertama setelah menikah siri pada Jumat (3/4/2026).
Suami yang diketahui ternyata perempuan tulen itu mengaku bernama Erfastino Reynaldi Malawat kepada korban dan keluarganya. Dugaan pemalsuan identitas ini kemudian dilaporkan ke Satreskrim Polresta Malang Kota pada Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Banyak Generasi Muda Mulai Enggan Menikah, Angka Pernikahan di Kota Batu Menurun
Perwakilan keluarga korban Eko NS, menyebut laporan telah dilayangkan dengan fokus awal pada dugaan pemalsuan identitas yang digunakan pelaku untuk menikahi korban.
“Laporan sementara terkait pemalsuan dokumen yang digunakan untuk menikahi Intan. Dia mengaku pria tulen, setelah menikah baru diketahui ternyata dia adalah perempuan. Itu diketahui saat malam pertama,” ungkapnya.
Eko menambahkan bahwa sebelum pernikahan berlangsung, korban sempat diminta membuat paspor dengan dalih akan diajak ke luar negeri, tepatnya ke Kamboja.
Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya kemungkinan modus lain yang berkaitan dengan kasus penipuan atau tindak pidana perdagangan orang yang belakangan marak terjadi.
Baca Juga: Gavya Wedding Corner, Solusi Pernikahan Mewah di Grand Mercure Malang Mirama
Sementara itu, Intan mengaku mengenal pelaku sejak awal Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Hubungan keduanya berkembang cepat hingga berpacaran pada 14 Februari dan berujung pernikahan pada 3 April 2026.
“Awalnya dia mengaku laki laki, nama panggilannya Rey. Saya kenal dia sebagai sosok laki laki, dari penampilan sampai cara bicara tidak ada kecurigaan sama sekali,” kata Intan.
Menurutnya, pelaku juga mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan. Selama masa pacaran, pelaku mampu meyakinkan korban dengan gaya hidup dan janji-janji mentereng, termasuk iming-iming akan diberikan rumah dan mobil mewah.
Kecurigaan baru muncul saat malam pertama. Intan akhirnya mengetahui bahwa pasangannya menggunakan alat kelamin buatan. Fakta tersebut membuatnya syok hingga menangis dan melaporkan kejadian itu kepada keluarganya.
“Saya tau saat malam pertama, ternyata dia perempuan. Ya saya langsung nangis dan cerita ke orang tua. Akhirnya keluarga langsung mengusirnya,” urainya.
Pernikahan keduanya sendiri dilakukan secara siri tanpa kehadiran keluarga dari pihak pelaku. Pelaku sempat beralasan bahwa pernikahan dilakukan secara sederhana karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia. Namun setelah ditelusuri, pelaku masih punya keluarga.
Pasca identitas gender itu terungkap, Intan mengaku kerap diintimidasi pelaku melalui ponsel. Seperti ancaman dilaporkan polisi hingga penjemputan paksa. Bahkan pihak keluarga sempat melihat mobil mencurigakan di dekat rumah.
“Ancamannya, mau dilaporkan polisi, lalu juga bilang sudah suruh orang buat ambil aku,” tandasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























