Malang, Tugumalang.id – Kitab Fathul Izar karya KH. Abdullah Fauzi membahas adab hubungan suami istri dalam Islam, mulai dari persiapan, tata cara, doa, hingga adab setelah hubungan berlangsung.
Kitab klasik tersebut tidak hanya membahas hubungan suami istri sebagai pemenuhan kebutuhan biologis. Fathul Izar juga mengaitkannya dengan kasih sayang, penghormatan kepada pasangan, dan nilai spiritual.
Pembahasannya merujuk pada sejumlah literatur ulama klasik. Salah satunya pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab Ar-Rahmah. Fathul Izar kemudian menjadi salah satu rujukan dalam kajian fikih rumah tangga di lingkungan pesantren.
Kitab Fathul Izar Jelaskan Adab Sebelum Hubungan Suami Istri
Dalam bab Tata Cara Bersenggama, Fathul Izar menjelaskan hubungan suami istri sebaiknya dilakukan ketika kedua pasangan telah siap secara fisik dan emosional.
Hubungan yang dilakukan ketika hasrat muncul secara alami dinilai lebih memberikan kenyamanan bagi kedua pihak. Sikap berlebihan dalam melakukannya juga dianjurkan untuk dihindari.
Fathul Izar membagi adab hubungan suami istri menjadi tiga tahapan. Yakni sebelum, ketika, dan setelah hubungan berlangsung.
Baca juga: Universitas Al-Qolam Malang Gelar Lomba Baca Kitab Kuning dan Da’i Peringati Hari Santri Nasional 2025
Sebelum Hubungan Suami Istri Dianjurkan Membaca Doa dan Membangun Kasih Sayang
Sebelum hubungan dimulai, suami dianjurkan membangun suasana hangat melalui pendekatan yang lembut kepada istri. Bentuknya antara lain bercumbu (foreplay), memberikan pelukan dan ciuman, serta memastikan pasangan telah siap secara emosional.
Pasangan juga dianjurkan membaca ta’awudz, basmalah, serta doa untuk memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Fathul Izar juga menyebut beberapa adab lain. Di antaranya mengucapkan salam kepada pasangan, menggenggam tangan pasangan, mendoakannya, serta memperbanyak ungkapan kasih sayang sebagai bentuk penghormatan sebelum hubungan berlangsung.
Kitab Fathul Izar Jelaskan Etika Hubungan Suami Istri dalam Islam
Ketika hubungan berlangsung, Fathul Izar menekankan pentingnya menjaga kenyamanan pasangan. Suami dianjurkan tidak tergesa-gesa dan memperhatikan kesiapan serta kondisi istri.
Hubungan juga dianjurkan dilakukan dengan penuh kelembutan. Tindakan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasangan perlu dihindari.
Pembahasan tersebut mencakup perhatian terhadap kondisi fisik maupun psikologis pasangan sebagai bagian dari etika rumah tangga yang dibahas dalam literatur ulama klasik.
Baca juga: 10 Toko Kitab dan Buku Lengkap di Malang
Adab Setelah Hubungan Suami Istri Menurut Kitab Fathul Izar
Setelah hubungan selesai, Fathul Izar menganjurkan pasangan menjaga kebersihan diri. Salah satu adab yang disebutkan ialah menggunakan kain yang berbeda saat membersihkan diri.
Jika hendak beristirahat sebelum mandi wajib, pasangan dianjurkan berwudu dan memperbanyak dzikir sebagai bentuk menjaga kesucian diri.
Fathul Izar juga memuat doa yang dianjurkan dibaca sebelum hubungan suami istri. Di antaranya membaca basmalah dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan keturunan yang saleh serta dijauhkan dari gangguan setan.
Penulis kitab mengutip sejumlah riwayat yang menjelaskan bahwa niat yang baik dan doa sebelum hubungan merupakan bagian dari adab yang bernilai ibadah.
Selain doa, Fathul Izar memuat pandangan ulama klasik mengenai waktu, posisi, maupun harapan terhadap keturunan. Pembahasan tersebut disajikan sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam klasik yang dihimpun dari berbagai literatur terdahulu.
Pembahasan dalam Fathul Izar menempatkan hubungan suami istri dalam kaitannya dengan nilai ibadah. Adab, doa, penghormatan kepada pasangan, serta kebersihan menjadi bagian dari pembahasan kehidupan rumah tangga dan ikhtiar membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwiyana Khusnul Qotimah / Magang
editor: jatmiko

























