Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2026 4:57 pm
in Berita
Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Sejumlah jalan tembus dan akses penghubung di Malang sering dimanfaatkan warga untuk mempersingkat waktu perjalanan. Namun, tidak semua jalur alternatif tersebut dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan seperti kendaraan roda empat.

Meski berfungsi sebagai penghubung antar kawasan, sebagian jalur memiliki lebar yang terbatas sehingga hanya dapat dilewati kendaraan roda dua, pesepeda, maupun pejalan kaki.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Karena itu, pengguna jalan yang belum familiar dengan kondisi wilayah setempat perlu memperhatikan karakteristik setiap jalur sebelum melintas.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi Polres Batu Diresmikan, Akses Warga Desa Kini Lebih Efektif

Berikut sejumlah jalan tembus dan akses penghubung di Malang yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, pesepeda, maupun pejalan kaki.

1. Jembatan Pelor

Bagi warga Kota Malang, Jembatan Pelor sudah lama dikenal sebagai akses penghubung yang dapat memangkas waktu perjalanan antara kawasan Oro-Oro Dowo dan Samaan.

Jembatan sepanjang sekitar 148 meter yang melintasi Sungai Brantas ini digunakan sebagai jalur alternatif, terutama kendaraan roda dua.

Namun, lebar jembatan yang terbatas membuat akses membuat akses ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Berdasarkan keterangan warga yang dilansir dari berbagai media, sejumlah pengendara mobil sempat memasuki jalur ini setelah mengikuti petunjuk navigasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, warga kini telah memasang banner pemberitahuan bahwa mobil tidak dapat melintasi jembatan pelor.

2. Jembatan Bunul

Jembatan Bunul menjadi salah satu akses penghubung antara kawasan Bunulrejo di Kecamatan Blimbing dan Sawojajar di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga: Eksplorasi Horor Lokal Tapi Lucu Lewat Art Toys di Pop Angker, Mulai Sugeng Mutilasi hingga Hantu Jembatan Cangar

Meski cukup ramai dilalui, akses ini memiliki lebar yang terbatas sehingga lebih umum digunakan oleh pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

Pada sisi timur jembatan terdapat kontur jalan berupa tanjakan dan turunan yang cukup curam. Kondisi tersebut membuat akses ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

3. Jembatan Tegalgondo-Sengkaling

Jembatan di belakang kawasan Taman Rekreasi Sengkaling ini menghubungkan wilayah Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, dengan Kecamatan Dau. Akses ini sering dimanfaatkan untuk menghindari kepadatan di Jalan Raya Tlogomas.

Jalur Tegalgondo juga kerap dipersiapkan oleh Dinas Perhubungan sebagai rute alternatif saat periode libur panjang. Akses ini menghubungkan kawasan Tegalgondo dengan Pendem, Kota Batu, sebagai jalur alternatif untuk membantu mengurai kepadatan di ruas jalan utama.

Namun, lebar jalur yang terbatas membuatnya lebih umum dilalui kendaraan roda dua dibandingkan mobil.

4. Jembatan Biru Polinema

Bagi mahasiswa Politeknik Negeri Malang dan warga sekitar, Jembatan Biru Polinema merupakan akses penghubung yang berada di kawasan Jalan Terusan Kembang Turi, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Jembatan ini dikenal oleh pengendara lokal karena kondisi jalurnya yang sempit, memiliki tanjakan, serta sudut kemiringan yang cukup ekstrem. Akses tersebut diprioritaskan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

5. Jembatan Mbetek

Jembatan Betek yang juga dikenal dengan nama Jembatan KH. A. Fattah atau Tembalangan berada di Jalan Cendana Bawah, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Secara struktur dan lebar, akses jembatan ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, dengan Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Jalur ini juga kerap dimanfaatkan sebagai rute alternatif khusus motor untuk memangkas waktu perjalanan dari kawasan Jalan Mayjen Panjaitan menuju area Universitas Brawijaya (UB).

Beberapa jalan tembus dan jembatan penghubung di Kota Malang memiliki fungsi sebagai jalur alternatif di berbagai kawasan. Setiap akses tersebut memiliki kondisi dan batasan yang berbeda, termasuk lebar jalan dan jenis kendaraan yang dapat melintas.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Nathasya Amalia/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: infrastruktur MalangjalanJalur Alternatifjembatan Malang

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.