Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2026 5:41 pm
in News
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu

Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai memetakan wilayah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di awal Juni 2026. Pasalnya, musim kemarau sudah mulai tiba.

BPBD menyebut puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga September mendatang. Sejumlah langkah kesiapsiagaan telah disiapkan untuk meminimalkan risiko dan dampak akibat kekeringan yang berpotensi muncul selama periode kemarau tersebut.

READ ALSO

Pastikan Profesionalisme, Sekjen Imipas Kunjungi Kantin hingga Pembinaan Batik di Lapas Malang

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi mitigasi sebelum memasuki masa kemarau panjang.

Baca Juga: Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Ada 3 upaya utama yang saat ini sedang dijalankan oleh BPBD Kota Batu untuk meminimalisir dampak kemarau, khususnya terkait karhutla dan kekeringan.

Langkah pertama adalah penyusunan dokumen rencana kontijensi sebagai pedoman penanganan apabila terjadi karhutla khususnya di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.

Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi mengalami karhutla. Jika sebelumnya fokus pengawasan banyak dilakukan di kawasan Bumiaji yang berbatasan dengan kawasan Gunung Arjuno, kini pemetaan diperluas hingga kawasan Oro-Oro Ombo dan lereng Gunung Panderman.

Baca Juga: Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

“Kami melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla yang tidak hanya difokuskan pada kawasan Bumiaji atau Gunung Arjuno, tetapi juga diperluas ke wilayah Oro-Oro Ombo dan Panderman,” jelasnya, Selasa (2/6/2026).

Selain itu, pihaknya juga mulai melakukukan penyusunan status siaga darurat bencana kemarau dan kekeringan tahun 2026 yang akan menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Menurut Gatot, ancaman tidak hanya datang dari potensi kebakaran hutan, tetapi juga kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.

Wilayah Kecamatan Junrejo menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena kerap terdampak berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung.

BPBD mencatat sebagian besar kejadian karhutla selama ini dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah yang tidak diawasi, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi daun dan ranting kering.

“Kebakaran karena faktor alam sebenarnya relatif kecil. Yang paling sering terjadi adalah akibat aktivitas manusia. Sedangkan faktor alam biasanya hanya dipicu sambaran petir,” ungkap Gatot.

Sebab itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan kering.

”Petani juga disarankan menggunakan metode pembukaan lahan tanpa pembakaran guna mengurangi risiko kebakaran meluas,” jelasnya.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan diimbau menyiapkan peralatan pemadam sederhana seperti cangkul, sekop, maupun karung goni basah yang dapat digunakan untuk penanganan awal apabila muncul titik api.

BPBD juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD. Apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, warga diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan supaya bisa segera kami tindak lanjuti. Penanganan dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: bencana kekeringanBPBD Kota Batukarhutla kota batukota batu

Related Posts

F5785b1f 3c1f 4c98 A75b 4d1910b070cf
News

Pastikan Profesionalisme, Sekjen Imipas Kunjungi Kantin hingga Pembinaan Batik di Lapas Malang

Sabtu, 18 Jul 2026
Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan
News

Dari Malang, Prabowo Klaim Indonesia Sudah Capai Swasembada Pangan

Jumat, 17 Jul 2026
Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya
News

Wamentan, STAPA Center, dan HKTI Salurkan Alat Pertanian untuk 50 Gapoktan di Malang Raya

Jumat, 17 Jul 2026
Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak
News

Kota Batu Hadirkan Sidang Terpadu Perwalian Anak

Jumat, 17 Jul 2026
Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung
News

Sudah Dibangun, Pemkot Malang Akan Buka Jalan Baru Tembusan Griya Shanta-Simpang Candi Panggung

Jumat, 17 Jul 2026
7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil
News

7 Layanan Kependudukan Sudah Bisa Diakses Secara Online, Warga Tak Perlu ke Disdukcapil

Jumat, 17 Jul 2026
Next Post
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sudarman saat memberikan materi di Kecamatan Pujon. Foto: dok. Sudarman

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Sudarman Dorong Penguatan Kelembagaan PKK untuk Percepat Pemberdayaan Masyarakat Desa

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.