Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2026 5:41 pm
in News
Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu

Ilustrasi karhutla di Kota Batu. Foto: BPBD Kota Batu

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai memetakan wilayah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di awal Juni 2026. Pasalnya, musim kemarau sudah mulai tiba.

BPBD menyebut puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga September mendatang. Sejumlah langkah kesiapsiagaan telah disiapkan untuk meminimalkan risiko dan dampak akibat kekeringan yang berpotensi muncul selama periode kemarau tersebut.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi mitigasi sebelum memasuki masa kemarau panjang.

Baca Juga: Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Ada 3 upaya utama yang saat ini sedang dijalankan oleh BPBD Kota Batu untuk meminimalisir dampak kemarau, khususnya terkait karhutla dan kekeringan.

Langkah pertama adalah penyusunan dokumen rencana kontijensi sebagai pedoman penanganan apabila terjadi karhutla khususnya di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.

Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi mengalami karhutla. Jika sebelumnya fokus pengawasan banyak dilakukan di kawasan Bumiaji yang berbatasan dengan kawasan Gunung Arjuno, kini pemetaan diperluas hingga kawasan Oro-Oro Ombo dan lereng Gunung Panderman.

Baca Juga: Coming Soon! Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

“Kami melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla yang tidak hanya difokuskan pada kawasan Bumiaji atau Gunung Arjuno, tetapi juga diperluas ke wilayah Oro-Oro Ombo dan Panderman,” jelasnya, Selasa (2/6/2026).

Selain itu, pihaknya juga mulai melakukukan penyusunan status siaga darurat bencana kemarau dan kekeringan tahun 2026 yang akan menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Menurut Gatot, ancaman tidak hanya datang dari potensi kebakaran hutan, tetapi juga kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.

Wilayah Kecamatan Junrejo menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena kerap terdampak berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung.

BPBD mencatat sebagian besar kejadian karhutla selama ini dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah yang tidak diawasi, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi daun dan ranting kering.

“Kebakaran karena faktor alam sebenarnya relatif kecil. Yang paling sering terjadi adalah akibat aktivitas manusia. Sedangkan faktor alam biasanya hanya dipicu sambaran petir,” ungkap Gatot.

Sebab itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan kering.

”Petani juga disarankan menggunakan metode pembukaan lahan tanpa pembakaran guna mengurangi risiko kebakaran meluas,” jelasnya.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan diimbau menyiapkan peralatan pemadam sederhana seperti cangkul, sekop, maupun karung goni basah yang dapat digunakan untuk penanganan awal apabila muncul titik api.

BPBD juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD. Apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, warga diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan supaya bisa segera kami tindak lanjuti. Penanganan dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: bencana kekeringanBPBD Kota Batukarhutla kota batukota batu

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sudarman saat memberikan materi di Kecamatan Pujon. Foto: dok. Sudarman

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Sudarman Dorong Penguatan Kelembagaan PKK untuk Percepat Pemberdayaan Masyarakat Desa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.