MALANG, Tugumalang.id – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur mengikuti kompetisi bisnis Mekaarpreneur 2025 yang digelar oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Kurasi dan penilaian final kompetisi ini dilaksanakan di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA Malang pada Jumat (7/11/2025).
Setidaknya terdapat 60 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang beradu inovasi dalam kompetisi Mekaarpreneur ini. Dari jumlah tersebut, dilakukan kurasi hingga terpilih 16 peserta, kemudian diumumkan tiga pemenang utama, yaitu Imroatus Sofia (owner Jejeku Store, Juara 1), Aulia Rahmawati (owner Purnomo Jali Bag, Juara 2), dan Leli Irmawati (owner Nastar Semanggi, Juara 3).
Owner Jejeku Store, Imroatus Sofia, mengungkapkan inovasi produk kerupuk udang sangrai miliknya. Usaha yang ia bangun di pesisir desa di Bangkalan, Madura, memiliki proses pengolahan yang berbeda dari produk serupa.
“Kerupuk biasanya digoreng dengan minyak goreng, tetapi kerupuk udang kami disangrai menggunakan pasir. Hasilnya lebih kaya nutrisi, rendah kolesterol, dan tinggi protein,” jelasnya.
Baca juga: Pelaku UMKM Desa Jatisari Pakisaji Tolak Pembangunan Minimarket Modern
Ia juga memberdayakan warga setempat untuk memproduksi kerupuk udangnya. Setiap bulan, ia mampu memproduksi sekitar 250 toples kerupuk udang sangrai dengan omzet mencapai Rp10 juta.
Sementara itu, owner Purnomo Jali Bag, Aulia Rahmawati asal Ponorogo, memaparkan inovasi produk tas berbahan daur ulang limbah plastik.
“Inovasi kami mengelola hasil daur ulang limbah plastik menjadi kerajinan tas. Dampaknya tentu dapat mengurangi sampah plastik dan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Setiap pekan, Aulia mampu memproduksi sekitar 200 tas. Tak main-main, produk miliknya kini telah menembus pasar internasional, yaitu di Polandia.
“Pasar kami memang fokus di lokal, tetapi saat ini sudah mulai melakukan pemasaran di Polandia,” ungkapnya.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Okto Wibisono, menyampaikan bahwa selama tiga bulan terakhir para peserta telah mengikuti kompetisi Mekaarpreneur ini.
“Mereka kami minta mempresentasikan inovasi produk, rencana bisnis, dan pemasarannya. Hari ini kami memilih tiga pemenang terbaik untuk mendapatkan pembinaan agar dapat naik kelas,” kata Okto.
Baca juga: Kolaborasi Bersama Pelaku UMKM, Polinema Gelar Program INOVOKASI Pengolahan Keju
Menurutnya, para peserta sebelumnya merupakan nasabah PNM yang telah mendapatkan pelatihan UMKM dan dorongan untuk terus berkembang.
“Kami mendorong nasabah unggulan, mulai dari UMKM kriya hingga kuliner, agar bisa naik kelas. Mereka telah mengikuti pelatihan tatap muka dan daring. Kami melihat kesungguhan mereka dalam menyelesaikan tugas sehingga terpilih tiga nasabah terbaik ini,” ujar Okto.
Okto menegaskan bahwa PNM dalam memberikan pinjaman modal kepada nasabah tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga melalui pelatihan dan pendampingan usaha.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























