MALANG, Tugumalang.id – Sekitar 100 meter dari Pasar Besar Malang, tersembunyi sebuah rumah baca di dalam gang yang tenang. Meski tampil sederhana, Omah Wiromargo hadir sebagai ruang literasi terbuka dengan koleksi lebih dari 1.000 buku yang dapat dibaca secara gratis oleh masyarakat.
Omah Wiromargo berlokasi di Jalan Wiromargo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bangunan yang kini difungsikan sebagai rumah baca tersebut sebelumnya merupakan rumah tua yang tidak terawat dan sempat dikontrakkan.

Awal Mula Omah Wiromargo Berdiri
Pendiri Omah Wiromargo, Harjuni Rochajati atau yang akrab disapa Ati, mengaku langsung jatuh hati saat pertama melihat bangunan tersebut. Ia kemudian memutuskan menyewa dan merenovasinya menjadi rumah baca yang nyaman.
Proses renovasi berlangsung selama kurang lebih empat bulan sebelum akhirnya Omah Wiromargo resmi dibuka pada 18 Januari 2025.
“Rumah ini dulu kondisinya lembab. Padahal buku kan musuhnya adalah kelembaban. Akhirnya kami cari cara untuk renovasi,” ujar Ati saat ditemui wartawan Tugu Malang ID di Omah Wiromargo, Minggu (18/1/2026).
Baca juga: Warga di Kabupaten Malang Menyulap Lahan Kosong Menjadi Taman Baca Masyarakat
Gagasan mendirikan rumah baca ini berawal dari rencana Ati untuk menghabiskan masa pensiun di Malang. Meski telah lama menetap di Jakarta, Malang tetap memiliki ikatan emosional yang kuat baginya.
“Saya ini orang Malang, tapi lama tinggal di Jakarta. Ada kepikiran nanti pensiun di Malang,” kata Ati.
Koleksi Buku Fiksi hingga Nonfiksi

Keinginan berbagi koleksi buku pribadi mendorong Ati mendirikan rumah baca yang terbuka untuk umum. Ia menggandeng seorang teman berprofesi sebagai interior designer bernama Agris untuk menciptakan ruang baca yang nyaman.
Setelah melalui pencarian lokasi, rumah tua yang berada tak jauh dari Pasar Besar Malang dipilih. Meski tidak luas, suasana rumah baca ini terasa tenang dan jauh dari hiruk pikuk pusat kota.
Saat ini, Omah Wiromargo memiliki lebih dari 1.000 koleksi buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Jumlah tersebut terus bertambah seiring kebiasaan Ati membeli buku baru serta menerima donasi dari berbagai pihak.
Rak fiksi di Omah Wiromargo diisi novel karya penulis Indonesia maupun luar negeri. Terdapat pula koleksi buku klasik berbahasa Inggris dari penulis legendaris seperti Jane Austen, Agatha Christie, hingga Robert Louis Stevenson.
Baca juga: Keseruan Mandi Busa “Bubble Foam” Jadi Magnet Baru di Taman Rekreasi Selecta
Sementara pada rak nonfiksi, tersedia buku sejarah, biografi, hingga buku-buku sains yang ramah dibaca anak-anak. Selain itu, terdapat pula koleksi jurnal dan majalah.
“Kami sangat bersemangat menambah koleksi. Semoga buku-buku di sini cocok dengan selera pengunjung,” kata Ati, yang pindah domisili ke Jakarta pada 1981.
Ruang Literasi dan Kolaborasi Komunitas
Omah Wiromargo buka setiap Selasa hingga Minggu, pukul 09.00 sampai 17.00. Pengunjung diperbolehkan membaca buku secara gratis di tempat, namun koleksi tidak diperkenankan untuk dibawa pulang.
Baca juga: Gagal Ginjal Merenggut 42 Ribu Jiwa per Tahun di Indonesia, Ini 3 Pemicu Utamanya
Ke depan, Ati berharap Omah Wiromargo tidak hanya menjadi rumah baca, tetapi juga ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas di Malang. Ia juga memiliki keinginan menghadirkan aktivitas seperti pasar kerajinan atau pasar sehat di halaman rumah baca.
“Saya ingin tempat ini juga digunakan untuk kegiatan bareng komunitas. Kemarin kami berkolaborasi dengan komunitas fotografi. Kami berharap bisa terus berkolaborasi dengan komunitas-komunitas di Malang,” pungkas Ati.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























