MALANG, Tugumalang.id – Taman Baca Kali Paron menjadi satu harapan bagi literasi warga Ketani, Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Berada di sebuah gang kecil di tengah pemukiman warga, taman baca ini telah berdiri selama hampir lima tahun. Di sana ada ruang membaca dan play ground yang biasa digunakan masyarakat sekitar dan siswa taman kanak-kanak.
Ide awal pembangunan taman baca ini bermula dari keluhan Heti, warga Tegalgondo, mengenai lahan kosong yang selama beberapa tahun terakhir dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar.
Baca Juga: Padepokan Sastra Tan Tular, Perpustakaan di Wendit Berisi 7 Ribu Buku Koleksi Prof Henricus Supriyanto
Melihat potensi dan pentingnya memanfaatkan lahan tersebut, ibu tiga anak itu kemudian mendiskusikan gagasannya dengan suaminya, Ari Budhianto.
Sang suami kebetulan sebagai ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Ketani. Ari, sapaan akrabnya, membantu dalam proses perizinan dan pengurusan administrasi pembangunan taman baca tersebut.
Setelah resmi berdiri, taman baca ini dikembangkan dengan menambahkan area bermain sederhana yang ditujukan untuk anak-anak.
Berlokasi di bawah rindangnya pohon sukun dan diapit aliran sungai kecil, suasana taman ini sangat sejuk dan alami.
Baca Juga: Pesona Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, Tempat Belajar Mahasiswa dengan Fasilitas Lengkap dan Nyaman
Selain menjadi tempat membaca dan bermain, taman ini juga sering dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan sosial, seperti pelatihan, pertemuan ibu-ibu PKK, sampai pertunjukan musik kecil-kecilan.
“Kadang-kadang itu anak-anak, ibu guru TK kegiatan di situ juga. Sering buat anak-anak sekolah yang dekat-dekat sini pada Sabtu-Minggu anak-anak diajak jalan-jalan ke situ,” jelas Heti.
Jumlah buku yang tersedia di taman baca ini kurang lebih sekitar 200 buku. Sebagian besar merupakan sumbangan dari warga yang mempunyai beberapa buku yang sudah tidak dibaca.
Jenis buku yang paling banyak adalah buku cerita anak, sehingga tak heran jika mayoritas pengunjung taman baca ini adalah anak-anak usia sekolah dasar. Menariknya taman baca ini tak memiliki batasan waktu, taman baca Kali Paron bisa diakses selama 24 jam.
Ke depannya, Heti berencana menambahkan ruang untuk mendukung kegiatan UMKM, seperti membuka kafe kecil dengan pemandangan sawah di sekitar lokasi. Harapannya, warga bisa memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.
“Kebetulan bapak kan ketua BPD di sini. Jadi enak kalau dibuat kafe jadi bisa dibuat pengelolaan lagi. Tapi, masih melihat situasi jadi pelan-pelan sambil menunggu biaya,” ucap Heti.
Taman Baca Kali Paron kini menjadi milik bersama warga RT 08. Meskipun awalnya digagas oleh Heti dan Ari, taman ini dikelola secara kolektif.
Tidak ada biaya masuk untuk menikmati fasilitas yang tersedia. Mahasiswa KKN juga kerap berkunjung untuk bermain bersama anak-anak atau mengadakan lomba-lomba kecil yang menghibur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Siti Nur Fadia (Magang)
Editor: Herlianto. A





























