Malang, Tugumalang.id – Berbagai produk asal Malang berhasil menjangkau pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya produk makanan olahan, sejumlah produk dari sektor kerajinan dan fesyen juga tercatat dipasarkan ke berbagai negara.
Taiwan, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Prancis, Amerika Serikat, hingga Finlandia menjadi beberapa negara tujuan pemasaran produk asal Malang. Produk-produk tersebut diproduksi oleh pelaku usaha lokal dari berbagai sektor usaha.
1. Barin Cheese Twist
Barin Cheese Twist merupakan produk camilan asal Malang yang diproduksi oleh pelaku UMKM lokal. Produk ini berupa stik keju renyah dengan beragam pilihan rasa.
Pada 2023, Barin Cheese Twist berhasil menembus pasar Taiwan melalui kegiatan ekspor yang difasilitasi Bea Cukai Malang. Ekspor tersebut dilakukan dalam bentuk makanan ringan kemasan yang dipasarkan kepada konsumen di negara tujuan.
2. Bolen Apel Ismi Malang
Bolen Apel Ismi dikenal sebagai salah satu produsen oleh-oleh khas Malang berbahan dasar apel. Usaha ini didirikan oleh pasangan Ismiati dan Sujud yang memproduksi bolen apel dengan berbagai varian rasa untuk pasar oleh-oleh khas Malang.
Produk Bolen Apel Ismi dilaporkan telah menjangkau sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Prancis. Selain menggunakan apel sebagai bahan utama, usaha ini juga mengembangkan berbagai varian isian untuk memenuhi permintaan konsumen.
Baca juga: Rupiah Melemah, Produk Asal Malang Dilirik Pasar Asia
3. Dapurnya Subur
Dapurnya Subur merupakan usaha kuliner asal Kabupaten Malang yang memproduksi berbagai makanan dan produk olahan, mulai dari aneka sambal, tahu bakso, hingga dimsum. Usaha ini berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, dan memasarkan produknya dalam bentuk kemasan siap konsumsi.
Pada November 2024, Dapurnya Subur mencatatkan ekspor perdana ke tiga negara, yakni Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Produk yang dikirim terdiri atas aneka sambal, tahu bakso, dan dimsum dengan total berat mencapai 20 kilogram serta nilai devisa ekspor sebesar USD 114.
4. Layangan Sukhoi
Berbeda dengan produk ekspor pada umumnya, Ahoed DC Malang berhasil memasarkan Layangan Sukhoi ke pasar internasional. Produk tersebut telah dikirim ke sejumlah negara, termasuk Prancis dan Malaysia.
Dalam satu kali pengiriman ke Prancis, jumlah pesanan dapat mencapai sekitar 3.000 hingga 5.000 unit. Layangan yang dipasarkan memiliki kisaran harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per unit.
Layangan Sukhoi buatan Malang dikenal menggunakan arku atau rangka bambu sebagai salah satu komponen utama pembuatannya. Selain itu, produk ini memiliki karakteristik terbang yang menjadi ciri khas layangan aduan dari Jawa Timur.
5. Batik Blimbing Malang
Batik Blimbing menjadi salah satu produk kerajinan asal Kota Malang yang telah dipasarkan ke luar negeri. Rumah produksi yang berlokasi di Kecamatan Blimbing tersebut tercatat menembus pasar Singapura, Amerika Serikat, dan Finlandia.
Produk yang dihasilkan mengangkat berbagai unsur khas Malang sebagai motif batik, mulai dari Topeng Malangan, Tugu Malang, hingga kawasan heritage. Selain itu, Batik Blimbing juga mengembangkan motif yang memadukan unsur budaya Tionghoa dan Indonesia dengan ikon-ikon khas Malang.
Beragam produk tersebut menjadi bagian dari komoditas unggulan asal Malang yang berhasil menembus pasar internasional. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa produk lokal dari berbagai sektor usaha memiliki peluang untuk bersaing dan menjangkau konsumen di berbagai negara.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko


















