Jumat, Agustus 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Redaksi by Redaksi
Juli 6, 2026 3:13 pm
in Asli Malang
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Sejumlah peninggalan sejarah Hindu-Buddha di Malang Raya (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Malang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki jejak peradaban Hindu-Buddha yang lengkap. Sejarah kawasan ini dapat ditelusuri setidaknya sejak abad ke-8 Masehi melalui Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 Masehi, prasasti tertua di Jawa Timur yang menyebut keberadaan Kerajaan Kanjuruhan di wilayah Malang sekarang.

Kerajaan ini kemudian menjadi salah satu cikal bakal berkembangnya pusat-pusat pemerintahan di Jawa Timur sebelum muncul Kerajaan Singhasari pada abad ke-13.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Dalam rentang waktu sekitar lima abad, wilayah Malang menjadi bagian penting dari perjalanan sejumlah kerajaan di Jawa, mulai dari Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, hingga Majapahit.

Baca Juga: Ukir Sejarah, Timnas Voli Indonesia Sukses Juarai Turnamen AVC Men’s Cup 2026

Jejak sejarah tersebut masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan berupa prasasti, candi, arca, maupun koleksi museum yang tersebar di Kota dan Kabupaten Malang.

1. Candi Badut

Candi Badut berada di Karangbesuki, Kota Malang, dan dikenal sebagai salah satu candi tertua di Jawa Timur. Para ahli mengaitkan keberadaan candi ini dengan Kerajaan Kanjuruhan yang berkembang sekitar abad ke-8 Masehi.

Balai Pelestarian Kebudayaan menyebut nama Candi Badut berkaitan dengan Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Prasasti tersebut menceritakan Raja Dewasingha dan putranya, Raja Gajayana, yang membangun tempat suci serta mengganti arca Agastya dari kayu cendana menjadi batu hitam.

Candi ini ditemukan kembali pada 1921 dalam kondisi tertimbun tanah dan ditumbuhi pepohonan. Pemugaran kemudian dilakukan oleh Dinas Purbakala pada 1923–1926 hingga bentuk bangunan dapat dikenali seperti sekarang.

2. Candi Singosari

Berbeda dengan Candi Badut yang berasal dari masa Kanjuruhan, Candi Singosari merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari yang berkembang pada abad ke-13.

Candi ini diyakini sebagai bangunan pendharmaan bagi Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang wafat pada 1292. Bangunannya menampilkan perpaduan unsur Hindu dan Buddha yang mencerminkan corak keagamaan pada masa pemerintahan Kertanegara.

Baca Juga: Pemkot Malang Tegaskan Perlindungan Cagar Budaya dan Warisan Sejarah

Di sekitar kawasan candi juga ditemukan sejumlah arca penting, termasuk arca Siwa, Durga Mahisasuramardini, Ganesha, dan Agastya yang menjadi bagian dari kelengkapan bangunan suci tersebut.

3. Arca Dwarapala

Tidak jauh dari Candi Singosari berdiri dua Arca Dwarapala berukuran besar yang menjadi ikon kawasan Singosari. Arca setinggi sekitar 3,7 meter tersebut dipahat dari batu monolit dan dipercaya berfungsi sebagai penjaga pintu gerbang menuju kompleks Kerajaan Singhasari. Dalam tradisi Hindu-Buddha, dwarapala merupakan sosok penjaga kawasan suci atau istana.

Keberadaan kedua arca ini menjadi salah satu petunjuk penting mengenai lokasi pusat pemerintahan Kerajaan Singhasari yang hingga kini masih terus diteliti oleh para arkeolog.

4. Candi Jago

Candi Jago atau Jajaghu berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Berdasarkan keterangan dalam Kitab Negarakertagama dan Pararaton, candi ini dibangun untuk menghormati Raja Wisnuwardhana yang wafat pada 1268 Masehi.

Pembangunan berlangsung sekitar 1268–1280 M atas perintah Raja Kertanegara. Relief-relief pada candi memuat kisah Tantri, Kunjarakarna, hingga Parthayajna yang menjadi salah satu contoh seni pahat terbaik pada masa Singhasari.

Selain nilai arsitekturnya, Candi Jago juga menunjukkan berkembangnya ajaran Siwa-Buddha yang menjadi ciri keagamaan Kerajaan Singhasari.

5. Candi Kidal

Masih berada di kawasan Tumpang, Candi Kidal merupakan tempat pendharmaan Raja Anusapati, raja kedua Kerajaan Singhasari.

Candi ini diperkirakan selesai dibangun sekitar tahun 1260 atau setelah rangkaian upacara penghormatan bagi Anusapati selesai dilaksanakan. Bangunan setinggi sekitar 12 meter tersebut terkenal dengan relief Garudeya yang menceritakan perjuangan Garuda memperoleh Tirta Amerta.

Relief Garudeya di Candi Kidal dinilai sebagai salah satu karya seni pahat terbaik dari masa Singhasari karena masih memperlihatkan detail yang relatif utuh.

6. Museum Singhasari

Selain situs-situs arkeologi, Malang juga memiliki Museum Singhasari yang berfungsi sebagai pusat edukasi mengenai sejarah Kerajaan Singhasari.

Museum ini menampilkan berbagai koleksi artefak, arca, replika candi, prasasti, hingga benda-benda budaya yang berkaitan dengan sejarah kerajaan di Jawa Timur. Beberapa koleksi asli masih berada di museum lain maupun luar negeri sehingga sebagian yang dipamerkan berupa replika.

Keberadaan museum tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami perjalanan sejarah Singhasari sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya daerah.

7. Museum Panji

Museum Panji di Kabupaten Malang melengkapi destinasi edukasi sejarah di wilayah ini. Museum tersebut mengangkat kisah Panji yang berkembang sejak masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia Tenggara.

Selain menampilkan koleksi topeng Panji, naskah, dan artefak budaya, museum ini juga menghadirkan informasi mengenai perkembangan tradisi Panji yang telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia melalui naskah-naskah Panji yang masuk dalam program Memory of the World UNESCO.

Berbagai peninggalan sejarah Hindu-Buddha di Malang hingga kini masih dilestarikan sebagai cagar budaya. Keberadaannya menjadi sumber informasi penting bagi penelitian arkeologi dan sejarah, sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan Kerajaan Kanjuruhan dan Kerajaan Singhasari yang pernah berperan dalam perjalanan sejarah Jawa Timur.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Nathasya Amalia/Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Candi MalangHindu BuddhaprasastisejarahSejarah MalangWisata Sejarah

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Polres Batu Ungkap 40 Kasus Narkoba Selama Semester I 2026, Barang Bukti Bernilai Rp136 Juta

Polres Batu Ungkap 40 Kasus Narkoba Selama Semester I 2026, Barang Bukti Bernilai Rp136 Juta

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.