Jakarta, Tugumalang.id – Pelatihan hari pertama Journalism Fellowship on CSR 2025 (JFC 2025 Batch 2) resmi dimulai melalui Zoom Meeting pada Senin (1/9/2025) pagi. Para peserta mendapatkan materi pembuka dari Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Nurcholis MA Basyari, yang menekankan pentingnya teori 6M dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Dalam paparannya, Nurcholis menegaskan bahwa wartawan berbeda dengan kreator konten digital lain.
“Wartawan bukan YouTuber, bukan TikToker, dan bukan buzzer. Pembeda utama adalah komitmen dan disiplin dalam menerapkan praktik jurnalisme berkualitas,” tegas penulis sekaligus editor lebih dari 40 buku ini.
Wartawan Bukan YouTuber atau Buzzer

Menurut Nurcholis, saat ini wartawan siber sering tampil sebagai presenter lapangan dengan format live report. Namun, sebagian masih terjebak meniru gaya YouTuber, TikToker, atau buzzer, yang membuat substansi berita tenggelam.
“Kalau penyampaiannya seperti selebrasi diri sendiri, itu bukan news. Itu masuk kategori drama atau non-news,” ujarnya.
Baca juga: Selamat! Wartawan Tugujatim.id Dwi Lindawati Terpilih Sebagai Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II
Ia menegaskan, media pers wajib berpegang pada UU Pers No 40/1999 serta kode etik jurnalistik. Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai media pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan lembaga ekonomi.
Teori 6M Jadi Pembeda Wartawan Sejati
Nurcholis kemudian memaparkan teori 6M sebagai ciri khas wartawan profesional:
Mencari
Memperoleh
Memiliki
Menyimpan
Mengolah
Mempublikasikan
Yang paling penting, menurutnya, adalah menyimpan data sebagai bukti faktual jika berita dipersoalkan secara hukum.
“Kalau wartawan tidak menyimpan data, bisa buyar semua. Ini bukti kuat bahwa berita yang ditulis benar-benar berdasarkan fakta di lapangan,” jelasnya.
Baca juga: Fellowship Jurnalistik CSR 2025 Libatkan Wartawan dari Papua untuk Pertama Kalinya
Selain itu, wartawan wajib memastikan berita memiliki dua nilai utama: penting (menyangkut hajat hidup orang banyak) dan menarik (memberi hiburan atau pengetahuan baru bagi pembaca).
Tentang JFC 2025 Batch 2
Program Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch 2 diselenggarakan GWPP bekerja sama dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Kick-off berlangsung di Rumah Belajar TBIG, Kota Tangerang, pada Jumat (29/8/2025).
Pelatihan akan berjalan selama sebulan, mulai 1 September hingga 8 Oktober 2025, dengan melibatkan 13 wartawan terpilih se-Indonesia. Mereka berasal dari berbagai media nasional maupun daerah, seperti Kompas.com, Republika, Media Indonesia, hingga Tugumalang.id/Tugujatim.id.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
reporter: Dwi Lindawati
redaktur: jatmiko





























