MALANG, Tugumalang.id – Wartawan Tugujatim.id Dwi Lindawati terpilih sebagai peserta Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II. Kabar menggembirakan ini diketahui setelah dia mengikuti sejumlah proses seleksi yang bertahap.
Bagi keluarga besar Tugu Media Group (Tugujatim.id dan Tugumalang.id) sangat membanggakan, karena tidak semua wartawan bisa ikut program tersebut.
Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) merupakan program prestisius bagi para jurnalis yang ingin mengembangkan diri. Kegiatan ini digelar selama satu bulan.
GWPP bekerja sama dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Nantinya, JFC 2025 Batch II dijadwalkan berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal Oktober 2025.
Baca Juga: Diskominfo Kota Malang Aktifkan Literasi Penangkal Hoax dan Informasi Provokatif
GWPP memiliki fokus untuk meningkatkan kompetensi wartawan dengan metode daring dan luring. Mereka tidak hanya mendapat wawasan teori, tetapi juga praktik jurnalistik, serta tunjangan beasiswa selama mengikuti fellowship.

Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari, mengatakan, sebelumnya seleksi program ini diikuti sekitar sekitar 30 wartawan dari berbagai daerah. Namun, hanya 12 orang yang berhasil lolos seleksi, termasuk di antaranya Dwi Lindawati dari Tugujatim.id.
“Setelah kami seleksi, terpilihlah 12 wartawan. Kami ucapkan selamat kepada rekan-rekan terpilih. Mohon maaf kepada rekan-rekan lain yang belum dapat kami tampung. Terima kasih atas sambutan dan minatnya,” ujar Nurcholis, Senin (25/8/2025).
Berikut 12 Daftar Peserta JFC 2025 Batch II
Selain Dwi Lindawati, berikut nama-nama wartawan lain yang terpilih mengikuti fellowship ini:
1. Achmad Rifki, Suaramerdeka.com, Semarang-Jawa Tengah.
2. Alicia Diahwahyuningtyas, Kompas.com, Sragen-Jawa Tengah.
3. Dina Miladina Dewimulyani, Ayobandung.com, Bandung-Jawa Barat.
4. Risbika Nasarani Putri, Krjogja.com, Yogyakarta.
5. Friska Yolandha, Republika.co.id, Depok-Jawa Barat.
6. Wahyu Sulistiyawan, Jateng.disway.id, Semarang-Jawa Tengah.
7. Wahyu Alhadi, Topsatu.com/Singgalang, Padang-Sumatera Barat.
8. Garudea Prabawati, Tribunnews.com, Sukoharjo-Jawa Tengah.
9. Nadhirotul Mawaddah, Tagar.co, Gresik-Jawa Timur.
10. Elizabeth Ayudya, Kompas.com, Klaten-Jawa Tengah.
11. Ghifary Silmi Aulya, Koransatu.id, Jakarta.
Dengan terpilihnya wartawan dari berbagai media besar nasional maupun daerah, JFC Batch II kian menunjukkan daya tarik dan kredibilitasnya sebagai program peningkatan kompetensi wartawan yang bergengsi.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Dorong Seluruh Pasar Berstandar SNI
Menurut Nurcholis, jumlah peserta JFC memang sengaja dibatasi untuk menjaga efektivitas pelatihan. Program ini dirancang agar wartawan tetap bisa menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari, sembari mengikuti pelatihan intensif.

“Kegiatan pelatihan ini sama sekali tidak mengurangi produktivitas para peserta dalam melaksanakan tugas jurnalistik dari media tempat mereka bekerja. Alhamdulillah, hal itu sudah terbukti pada lima angkatan fellowship sebelumnya,” tegas Nurcholis yang juga Ahli Pers Dewan Pers dan asesor uji kompetensi wartawan (UKW).
Selama program, peserta akan mendapatkan materi berupa pelatihan, praktik lapangan, hingga pendampingan (coaching dan mentoring). Mereka juga akan berinteraksi langsung dengan fasilitator berpengalaman, praktisi CSR, hingga pemangku kebijakan di bidang pendidikan.
Jejak Keberhasilan Program Fellowship GWPP
Diketahui, GWPP bukan kali pertama menyelenggarakan fellowship jurnalistik. Sebelumnya, GWPP sukses menggelar Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) dalam empat batch pada 2021–2022. Program tersebut berlangsung tiga bulan per angkatan dengan peserta wartawan media cetak maupun siber dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, JFC Batch I juga sukses digelar pada 11 April–15 Mei 2025 dengan peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, NTT hingga Papua. Penutupan Batch I berlangsung di Rumah Batik TBIG, Pekalongan, Jawa Tengah.
Jika FJP Batch I–IV terselenggara berkat kolaborasi GWPP dengan PT Paragon Technology and Innovation, maka JFC 2025 merupakan hasil kerja sama GWPP dengan TBIG.
Menurut Nurcholis, wartawan profesional di era saat ini tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga dituntut memiliki keterampilan praktis dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Di tengah tantangan berat yang media hadapi saat ini, pelatihan JFC makin menunjukkan urgensi dan relevansinya. Kami berharap program ini mampu meningkatkan profesionalitas wartawan serta memperkuat peran media dalam mendukung sektor pendidikan dan CSR,” tukasnya.
Tugu Media Group memang sejauh ini memiliki komitmen untuk terus mendorong jurnalisnya berkembang dan memberikan karya jurnalistik yang berkualitas melalui berbagai pelatihan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Herlianto. A





























