Malang, Tugumalang.id-Tak hanya sukses mengolah limbah plastik menjadi media tanam, kelompok tani Kebun Botol Malang juga menumbuhkan semangat literasi anak-anak melalui pendirian Taman Baca Masyarakat (TBM) Kebun Botol. Di sini, anak-anak belajar bahasa Inggris dan Arab di tengah suasana kebun yang asri bersama pegiat literasi dan mahasiswa asing dari berbagai negara.

Awal Berdirinya TBM Kebun Botol
Inisiatif taman baca bermula saat Dinas Perpustakaan Kota Malang menghadirkan taman baca masyarakat di kawasan Kebun Botol. Meski sempat terkendala tempat dan terhenti sementara, kini taman baca tersebut kembali dihidupkan lewat kerja sama antara LPPM UIN Malang dan dosen psikologi.
“Kami ingin taman baca ini hidup lagi. Anak-anak diajak belajar dengan cara menyenangkan agar tidak ketergantungan gadget,” ujar Rochmawati SS MPd, pengurus Kebun Botol.
TBM Kebun Botol difokuskan untuk memperkenalkan literasi bahasa asing sejak dini. Anak-anak belajar bahasa Inggris dan Arab dengan metode storytelling, permainan, dan praktik percakapan langsung.
Baca juga: Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi
Program Pembelajaran dan Kolaborasi
Dalam pelaksanaannya, TBM Kebun Botol menggandeng pegiat literasi lintas bidang, salah satunya Abdul Mukhid, pelaku seni dari Dewan Kesenian Malang (DKM).
“Kami mengajarkan bahasa Inggris dan Arab lewat storytelling agar mereka tidak bosan. Tujuannya agar anak-anak lebih melek literasi dan tidak terus bermain HP,” jelasnya.
Menariknya, TBM Kebun Botol juga beberapa kali kedatangan mahasiswa asing dari Jerman, Belanda, dan Libya, bahkan direncanakan mahasiswa asal Amerika Serikat akan hadir pada Desember 2025.
“Kami ingin TBM ini jadi tempat belajar lintas budaya. Anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan native speaker,” ujar Rochma.

Suasana Belajar yang Menyenangkan
Kegiatan literasi di TBM selalu disambut antusias anak-anak. Mereka mengaku senang belajar di kebun yang rindang dan estetik.
Nazwa Aulia Ramadhani (11), siswi SDN Tlogowaru I, mengatakan dirinya menjadi lebih percaya diri dan berani bercerita setelah rutin belajar di TBM.
“Pokoknya seru banget. Saya jadi lebih berani dan bisa bercerita tentang buku yang sudah saya baca,” ujarnya.
Baca juga: Kebun Botol Tlogomas Kota Malang, Inovasi Berkebun dari Seribu Botol Bekas Berdayakan Warga
Sementara itu, Abdul Qodir SM (8), siswa SD Surya Buana, menuturkan bahwa belajar di TBM membuatnya lebih aktif berbahasa Inggris.
“Di sini seru dan asyik. Nggak main HP terus. Saya suka ngobrol pakai bahasa Inggris sama teman-teman,” ujarnya dengan malu-malu.
TBM sebagai Pusat Edukasi Komunitas

TBM Kebun Botol kini menjadi salah satu pusat literasi komunitas yang paling aktif di Kota Malang. Pengunjungnya tak hanya anak-anak, tapi juga mahasiswa, pelajar, hingga pegawai pabrik.
Setiap akhir pekan, TBM Kebun Botol juga membuka kelas literasi terbuka untuk masyarakat umum. Selain membaca, pengunjung juga bisa belajar pertanian, praktik membuat konten dua bahasa, dan mengikuti kegiatan eco-literacy.
“Ke depan, kami ingin TBM ini menjadi tempat pembelajaran digital juga. Anak-anak bisa membuat konten edukatif dua bahasa — Inggris dan Arab,” tutur Abdul Mukhid.
Dampak dan Harapan

Melalui sinergi antara kelompok tani dan pegiat literasi, Kebun Botol Malang kini dikenal bukan hanya sebagai kebun edukatif, tetapi juga wadah pembentukan karakter anak-anak yang peduli lingkungan dan budaya membaca.
“Kami ingin menunjukkan bahwa taman baca bisa lahir dari mana saja, bahkan dari kebun yang awalnya hanya dikelola ibu-ibu PKK,” kata Rochma.
Kebun Botol Malang kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi, literasi, dan lingkungan bisa berjalan beriringan untuk membangun masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Dwi Lindawati (tugujatim.id)
redaktur: jatmiko





























