MALANG, Tugumalang.id – Botol bekas bagi sebagian orang mungkin hanya dianggap sampah tak berguna. Tetapi tidak bagi warga RT 06, RW 05, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mereka secara kreatif menyulap botol bekas menjadi wahana bertanam. Kebun Botol, begitulah orang menyebut lahan bertani yang berada pas di belakang apartemen Begawan itu.
Rochmawati, salah satu pengawas Kebun Botol, bercerita banyak tentang perjalan kebun yang lebih banyak menanam sayuran tersebut saat ditemui di lokasi kebun pada Rabu (9/09/2025).
Awal Mula Dibangun Kebun Botol
Menurutnya, kebun seluas 2.000 meter pesegi itu dibangun sejak lima tahun lalu, tepatnya tahun 2020. Saat itu, sekelompok ibu PKK di RT 06, RW 05, Tlogomas, ingin mengisi waktu luang sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Lawang Kabupaten Malang: Pilihan Wisata Alam dan Edukasi yang Memikat
Ide sederhana untuk berkebun dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media tanam ini perlahan tumbuh menjadi sebuah kegiatan produktif yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan edukasi bagi warga sekitar.
“Awal mula gerakan ini sebenarnya lahir dari keinginan ibu-ibu PKK untuk berkebun tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk merawat tanaman setiap hari. Namun, usaha mereka tidak langsung mulus,” kata perempuan yang juga dosen UIN Malang tersebut.
Ada salah satu warga di sana yang kebetulan alumni Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dia melakukan serangkaian percobaan selama satu tahun untuk menemukan komposisi media tanam yang tepat agar tanaman bisa tumbuh subur dan sehat meskipun perawatannya tidak intensif.
“Awal idenya dulu itu dari ibu PKK. Mereka itu ingin menanam tapi yang tidak harus perawatan setiap hari, gimana gitukan caranya. Ternyata, ya tercetuslah ide membuat media tanam botol,” jelas Rochmawati.
Baca Juga: Menyelami Pesona Destinasi Wisata di Wagir Malang: Tempat Wisata Asri dan Instagramable
Setelah mendapatkan formula yang pas, pada tahun pertama kelompok tani yang mereka bentuk, yang dinamakan “Kebun Botol”, mulai mengaplikasikan media tanam tersebut di halaman depan rumah masing-masing anggota.
Keberhasilan ini kemudian mendorong mereka untuk mengembangkan kebun dalam skala yang lebih besar dan terorganisir.
Kebun Botol ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Berkat pengajuan yang dilakukan oleh salah satu penggerak utama yaitu Rochmawati, kelompok tani ini memperoleh bantuan berupa greenhouse untuk mendukung keberlangsungan kegiatan berkebun mereka. Bantuan ini sangat membantu dalam menjaga kualitas tanaman terutama pada musim tertentu.
Sumber Media Tanam
Sumber media tanam botol bekas pun datang dari berbagai arah. Awalnya, mereka membeli botol bekas dari penjual khusus, namun seiring berjalannya waktu, warga sekitar juga mulai berkontribusi dengan memberikan botol bekas.
Lokasi kebun yang dekat dengan Apartemen Begawan menjadi salah satu keuntungan. Banyak penghuni apartemen yang secara sukarela menyumbangkan botol bekas galon sekali pakai.
Pada tahap awal, Kebun Botol menggunakan sekitar 300 botol sebagai media tanam. Kini, luas kebun sudah mencapai sekitar 2.000 meter persegi dengan total media botol yang mencapai sekitar 1.000 buah.
Di kebun ini, berbagai jenis tanaman sayur dan buah-buahan dibudidayakan, mulai dari tomat, bawang merah, cabai, terong, kacang panjang, blewah, timun, hingga sawi.
Kebun Botol Miliki Taman Baca Masyarakat
Selain berkebun, kelompok tani Kebun Botol juga mengembangkan kegiatan taman baca masyarakat sebagai sub-kegiatan yang sangat membantu menambah pengetahuan sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi warga.

Buku-buku yang ada di taman baca ini sebagian besar berasal dari perpustakaan Kota Malang dan beberapa koleksi pribadi warga.
Rochmawati yang juga aktif dalam pengembangan taman baca ini berhasil mendapatkan dukungan dari UIN Malang untuk melakukan renovasi agar taman baca menjadi lebih layak dan nyaman dikunjungi masyarakat.
Tidak hanya renovasi, anggota kelompok tani pria juga turut membantu proses perbaikan kebun dan taman baca, menunjukkan kekompakan seluruh warga.
Keberadaan Kebun Botol bukan hanya memberi manfaat ekologis dan edukasi, tetapi juga berdampak positif secara ekonomi. Hasil panen yang melimpah dari kebun ini biasanya dijual kepada rekan kerja para anggota di kantor masing-masing.
Pendapatan dari penjualan hasil panen ini kemudian dimanfaatkan untuk membeli bibit dan keperluan lain yang mendukung keberlanjutan kegiatan berkebun.
Saat ini, tercatat sekitar 40 orang anggota aktif bergabung dalam kelompok tani Kebun Botol, mayoritas adalah ibu-ibu berusia 30-an tahun yang penuh semangat dan antusiasme tinggi dalam menjalankan kegiatan ini.
Menariknya untuk perekrutan anggota tak harus warga dari lingkungan tempat Kebun Botol, siapapun dapat bergabung bersama dalam komunitas kelompok tani.
Selain dukungan dari komunitas lokal, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang juga memberikan support berupa bibit unggul, seperti bibit cabai, yang kemudian dibudidayakan oleh kelompok tani. Ini menjadi modal penting agar hasil panen semakin berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Sering Kedatangan Tamu Asing
Mereka juga sering mendatangkan tamu asing dari berbagai negara seperti Jerman, Libya, dan Belanda untuk mengajak warga belajar bahasa Inggris.
Tidak hanya warga sekitar, kebun botol ini juga sering menjadi tempat edukasi bagi berbagai kalangan. Para pengunjung yang datang didominasi oleh pelajar sekolah, pegawai pabrik, serta mahasiswa.
Meski pengunjung datang tanpa jadwal khusus, kelompok tani menganjurkan agar kunjungan dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu agar lebih terorganisir dan maksimal dalam memberikan edukasi.
Inisiatif ibu-ibu PKK Tlogomas ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, kebersamaan, dan dukungan yang tepat, sebuah kegiatan sederhana seperti berkebun dengan media botol bekas dapat memberi manfaat yang luas mulai dari memperbaiki lingkungan, menambah ilmu pengetahuan masyarakat, hingga meningkatkan perekonomian warga.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Siti Nur Fadia (Magang)
Editor: Herlianto. A





























