Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Kualitas Udara di Kota Batu Tiba-tiba Anjlok Drastis

Redaksi by Redaksi
September 11, 2025 4:41 pm
in News
Mesin insinerator pembakaran sampah di desa yang belum standar berpengaruh terhadap indeks kualitss udara Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Mesin insinerator pembakaran sampah di desa yang belum standar berpengaruh terhadap indeks kualitss udara Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Indeks kualitas udara atau Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Kota Batu, Jawa Timur tiba-tiba anjlok drastis. Terletak di kawasan pegunungan, Kota Batu yang semula di posisi ke-7 pada 2023 terjun bebas ke urutan 131 pada 2024.

Data itu merujuk pada Data Kementerian Lingkungan Hidup. Penurunan drastis indeks kualitas udara ini dikatakan terjadi karena maraknya pembakaran sampah di seluruh desa dan kelurahan sejak TPA Tlekung dibatasi hanya menerima sampah residu.

READ ALSO

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Diketahui, hingga saat ini desa dan kelurahan di kota apel tersebut juga masih melakukan pengolahan sampah mandiri dengan cara membakar. Aktivitas inilah yang membuat kepulan asap dari berbagai macam jenis sampah mencemari udara.

Baca Juga: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Batu Lampaui Target Nasional Tahun 2023

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni membenarkan hal itu. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi biang kerok. Selain pembakaran sampah, juga karena pengelolaan sampah pasca TPA Tlekung ditutup belum optimal.

“Faktor utamanya karena pengelolaan sampah yang belum optimal dan banyaknya pembakaran sampah anorganik maupun residu di seluruh desa/kelurahan di Kota Batu,” ungkap Dian, Kamis (11/9/2025).

Dian membeberkan jika aktivitas pembakaran yang terjadi membumbungkan asap dengan mengandung bahan kimia yang mencemari udara. “Asapnya tak hanya bau, tapi juga membawa partikel berbahaya yang otomatis langsung menurunkan kualitas udara kita,” tambahnya.

Baca Juga: Gelar Wisuda Periode 124, Rektor Universitas Negeri Malang Tekankan Peningkatan Kualitas dan Kompetensi

Dian menambahkan jika mesin insinerator yang digunakan warga untuk membakar sampah juga tidak standar. Insinerator, kata Dian, memang mampu mengurangi volume sampah dengan cepat, tapi efek sampingnya tidak main-main.

Sebab itu, pihaknya fokus pada aktivasi pengolahan sampah organik. Dengan itu, dua indeks bisa dikejar. Yakni indeks kualitas lingkungan hidup dan indeks pengelolaan persampahan.

DLH Bangun Big Composter dan Rumah Kompos

Tak ingin tinggal diam, DLH langsung melakukan pemetaan masalah dan mulai menyusun strategi. Salah satunya dengan membangun big komposter berkapasitas 4 ton per hari untuk menyelesaikan sampah organik di 21 ruas jalan protokol.

Secara teknis, jelas dia, sistem pengelolaannya nanti akan menerapkan swakelola tipe 1, di mana dinas membeli material dan membayar tukang secara langsung.

Selain itu, rumah kompos berbasis dusun akan dibangun untuk melayani 750 hingga 1.000 kepala keluarga per titik. Nantinya, pengelolaan akan diserahkan pada kelompok masyarakat yang ditunjuk oleh kepala desa atau lurah melalui skema swakelola tipe 4.

“Dalam hal ini kami juga melibatkan masyarakat secara langsung. Selain untuk mengurangi sampah organik, kesadaran dan tanggung jawab mereka juga akan terbangun,” kata Dian.

Ke depan, Kota Batu membutuhkan setidaknya 60 rumah kompos untuk mengelola sampah organik di tingkat dusun. Saat ini, anggaran untuk membangun 20 unit sudah tersedia.

Mekanisme pembangunan nanti jelas dia akan menggunakan belanja modal, mengingat rumah kompos tersebut akan menjadi aset pemerintah kota.

“Pelaksanaannya tetap melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ditunjuk kepala desa. Jadi pemerintah sediakan fasilitasnya, warga yang kelola,” papar Dian.

Dengan strategi ini, DLH berharap tren anjloknya IKLH Batu bisa diputus pada 2025. Harapannya, Kota Batu kembali masuk jajaran atas kota-kota dengan kualitas lingkungan hidup terbaik di Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: aktivitas pembakaran sampahDinas Lingkungan HidupIndeks Kualitas Lingkungan Hidupkota batukualitas udaraTPS3R

Related Posts

Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Forum kajian KURMA PMII Kota Malang. Foto/dok
News

Faisol Fatawi Ajak Kader PMII Menjaga Adab dalam Dialektika Intelektual

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Suasana kafe Midodore Space, salah satu Book Cafe di Malang/ Review google

Ngopi Sambil Baca Buku, Ini 5 Book Cafe di Malang yang Bikin Pengunjung Cerdas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.