Malang, Tugumalang.id – Jam dinding rumah menunjukkan pukul 11.30. Koper biru dan tote bag abu-abu sudah siap saya bawa menuju Stasiun Malang Kota Baru, Kamis (28/8/2025). Rasa waswas kembali ke Jakarta menyeruak, apalagi saya—Dwi Lindawati—seorang jurnalis difabel yang akan menempuh perjalanan panjang dengan kereta api.
Dalam kondisi lelah usai bekerja, saya memesan layanan transportasi online GoCar. Andai tidak membawa koper, biasanya saya meluncur ke stasiun dengan motor roda tiga kesayangan. Namun kali ini, saya harus rela meninggalkannya di rumah.

Sebelum berangkat, saya berpamitan dengan ibu saya, Heri Purwati. Wajahnya tampak khawatir, meski tersenyum dan berpesan, “Hati-hati di jalan ya, semoga dilancarkan semuanya.” Doa itu terasa menjadi energi tambahan bagi saya untuk menjalani perjalanan.
Akses ke Stasiun Malang Kota Baru: Pintu Timur atau Barat?
Dalam perjalanan, sopir bertanya, “Mbak, masuk pintu timur atau barat?” Pertanyaan ini cukup membuat saya bingung. Sudah tiga tahun sejak terakhir kali saya naik kereta api, pasti ada perubahan di Stasiun Malang.
Sebelum berangkat, saya sempat mencari informasi tentang perbedaan pintu masuk timur dan barat. Bahkan, saya sempat mengirim pesan ke akun Instagram resmi @stasiunmalang, namun tidak mendapat balasan.
Pintu Barat Stasiun Malang berada di Jalan Trunojoyo dengan ikon patung singa. Akses ini dikenal dekat dan ramah penumpang, khususnya untuk kereta lokal. Di sekitarnya tersedia jajanan hingga taksi konvensional.
Pintu Timur Stasiun Malang berada di Jalan Panglima Sudirman. Bangunan baru ini lebih modern dan dikhususkan bagi penumpang kereta jarak jauh. Lokasinya sempat viral karena desainnya yang estetik.
Menurut sopir GoCar, penumpang jarak jauh sebaiknya masuk melalui pintu timur. Namun, karena khawatir harus berjalan terlalu jauh, saya akhirnya memilih masuk lewat pintu barat.
Baca juga: Stasiun Malang Kota Baru Hadirkan Vibes Bandara, Penumpang KA Jayabaya Bisa Lewati Skybridge Estetik
Pengalaman Naik KA Jayabaya dari Malang ke Jakarta

Setelah menunjukkan tiket Eksekutif KA Jayabaya, saya diperbolehkan masuk stasiun. Petugas ramah dan sigap melayani penumpang. Bagi yang membawa banyak barang, tersedia jasa porter dengan tarif Rp25 ribu (bisa memberi lebih sesuai kondisi barang).
KA Jayabaya berangkat dari Malang pukul 13.45 dan dijadwalkan tiba di Stasiun Jatinegara pada Jumat (29/8/2025) pukul 01.46. Perjalanan ditempuh sekitar 12 jam.
Stasiun Malang Kota Baru sendiri merupakan stasiun utama di Malang Raya. Lokasinya strategis, dekat Alun-Alun Tugu, Balai Kota Malang, Gedung DPRD, sekolah unggulan, hingga Pasar Klojen. Tak heran, stasiun ini menjadi pintu masuk penting bagi penumpang antarkota maupun lokal.
Tujuan Perjalanan: Pelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025

Perjalanan saya kali ini bukan sekadar bepergian. Saya menghadiri kick-off Journalism Fellowship on CSR (JFC) Batch II 2025, hasil kerja sama Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Baca juga: Fasilitas Mewah KA Jayabaya Bikin Nyaman Perjalanan Malang–Jakarta
Program ini berlangsung di Rumah Belajar TBIG, Kota Tangerang, Banten, mulai 1 September hingga 8 Oktober 2025. Sebanyak 13 wartawan dari seluruh Indonesia terpilih sebagai peserta.
Direktur GWPP Nurcholis MA Basyari menyebut program ini selaras dengan misi CSR TBIG, yakni menyebarkan gerakan kebaikan sesuai tagline perusahaan: “Bersama untuk Indonesia.”
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Dwi Lindawati (Tugujatim.id)
redaktur: jatmiko





























