MALANG – Saya, Dwi Lindawati, jurnalis difabel Tugu Jatim ID, mendapat kesempatan istimewa mengikuti kick off Pelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025 di Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten. Perjalanan menuju Jakarta kali ini terasa penuh cerita dan keberuntungan, sekaligus memberi pengalaman baru naik KA Jayabaya Eksekutif yang kini lebih ramah difabel.
Perjalanan Malang–Jakarta dengan KA Jayabaya
Saya berangkat dari Stasiun Malang Kota Baru pada Kamis (28/8/2025), pukul 13.00, dengan kereta eksekutif KA Jayabaya tujuan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Jarak 840 kilometer saya tempuh dalam waktu sekitar 12 jam.
Berbeda dari pengalaman terakhir tahun 2022, kali ini saya merasakan perubahan besar pada fasilitas KA Jayabaya. Peron sejajar dengan pintu kereta membuat saya lebih mudah naik tanpa harus bersusah payah menggunakan tangga. Sebagai penyandang difabel, ini tentu sangat membantu.
Porter Stasiun Malang dengan ramah mengantar saya ke gerbong 4, kursi 1B, sembari membantu membawa koper biru dan tote bag abu-abu. Layanan mereka patut diapresiasi.
Baca juga: Selamat! Wartawan Tugujatim.id Dwi Lindawati Terpilih Sebagai Journalism Fellowship on CSR 2025 Batch II
Keberuntungan di Kursi Prioritas

Begitu masuk, keberuntungan seolah berpihak pada saya. Selain perjalanan ini difasilitasi oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), saya juga mendapat kursi prioritas paling depan.
Tak hanya itu, seorang penumpang pria bahkan mempersilakan saya duduk di kursi 1A dekat jendela, sementara ia berpindah ke 1B. Sebuah kebaikan kecil yang membuat perjalanan saya semakin menyenangkan.
Fasilitas Mewah KA Jayabaya
Kereta Jayabaya Eksekutif kini dilengkapi fasilitas modern yang membuat perjalanan jarak jauh semakin nyaman, di antaranya:
-
Captain seat dengan reclining dan revolving seat
-
Interior modern dengan Public Information Display System (PIDS)
-
Toilet ramah difabel, bersih, dan terpisah untuk laki-laki dan perempuan
-
Stop kontak di setiap kursi
-
Musala dan kereta makan yang nyaman
-
Selimut dan bantal untuk meningkatkan kenyamanan
-
Kontak WhatsApp kondektur di setiap gerbong untuk kebutuhan bantuan penumpang
Yang paling saya syukuri, pintu gerbong kini lebih lebar dan dilengkapi ramp landai, sehingga pengguna kursi roda tak lagi kesulitan naik-turun kereta. Ini jelas sebuah kemajuan besar bagi transportasi ramah difabel di Indonesia.
Baca juga: Stasiun Malang Kota Baru Hadirkan Vibes Bandara, Penumpang KA Jayabaya Bisa Lewati Skybridge Estetik
Menuju Kick Off JFC Batch II 2025

Perjalanan ini merupakan bagian dari program Journalism Fellowship on CSR 2025 (JFC Batch II) yang digagas GWPP bersama TBIG. Kick off berlangsung di Rumah Belajar TBIG, Tangerang, pada Jumat (29/8/2025).
Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari, menyebut kerja sama dengan TBIG ini selaras dengan misi menyebarkan gerakan kebaikan melalui pendidikan dan jurnalistik. Hal itu juga sejalan dengan tagline TBIG “Bersama untuk Indonesia”, seperti yang disampaikan Chief of Business Support Officer, Lie Sie An Maju.
Program JFC Batch II 2025 berlangsung sebulan penuh, mulai 1 September hingga 8 Oktober 2025, dengan melibatkan 13 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Harapan untuk Transportasi Ramah Difabel
Pengalaman menggunakan KA Jayabaya kali ini memberi saya optimisme baru. Transportasi darat, khususnya kereta api, kini jauh lebih inklusif. Saya berharap suatu saat bisa mengajak teman-teman difabel di Malang untuk mencoba fasilitas ini, agar mereka semakin percaya diri bepergian jauh menggunakan kereta api.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Dwi Lindawati (Tugujatim)
redaktur: jatmiko
























