Malang, Tugumalang.id– Suasana Stasiun Malang Kota Baru terasa berbeda ketika saya sampai pada Kamis (28/08/2025), pukul 11.59, lewat pintu barat di Jalan Trunojoyo, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jatim.
Kali ini saya akan menempuh perjalanan jarak jauh 840 kilometer selama 12 jam menggunakan KA Jayabaya menuju venue undangan perdana kick-off Pelatihan Jurnalistik JFC Batch II 2025 di Rumah Belajar TBIG Karawaci, Tangerang, Banten, Jakarta.

Setelah tiket saya dicek petugas, saya langsung menanyakan jasa porter untuk membawa koper. Bukan karena manja sebagai jurnalis difabel, tapi ingin membuktikan apakah fasilitas stasiun ini sudah benar-benar ramah difabel atau belum.
Berbeda dengan terakhir kali saya ke sini, 31 Agustus 2022. Saat itu, stasiun penuh sesak dengan penumpang berlalu-lalang. Kini suasananya lengang, tenang, dan lega. Hanya ada sekitar 25 orang penumpang duduk menunggu, selebihnya petugas KA dan penjaga kuliner. Vibes-nya serasa bandara—modern, kekinian, dan nyaman.
Baca juga: Rekomendasi 5 Penginapan Dekat Stasiun Malang Kota Baru, Ada yang Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki
Travelator Baru di Stasiun Malang Kota Baru

Sekitar 45 menit menunggu, porter datang lagi menghampiri saya. Kali ini saya diajak berjalan ke pintu timur. Di sinilah saya menemukan sesuatu yang berbeda: fasilitas travelator.
Bentuknya mirip eskalator datar, bergerak pelan dan landai, biasanya hanya saya lihat di bandara besar. Jarak tempuh menuju skybridge sekitar 240 meter, tapi dengan travelator, rasanya lebih mudah.
Sebagai difabel, saya merasa terbantu. Meski begitu, bagi difabel lain seperti pengguna kursi roda atau kruk, fasilitas ini tetap butuh pendamping karena keseimbangannya cukup riskan. Harapan saya, ke depan Stasiun Malang Kota Baru bisa menambahkan lift aksesibel agar lebih aman bagi semua.
Baca juga: Tempat Makan Bakso Dekat Stasiun Kota Baru Malang, Ada yang Legendaris
Menyusuri Skybridge Estetik
Usai melewati travelator, saya masuk ke skybridge estetik yang menghubungkan gedung lama dan baru. Dari sini, pemandangan stasiun benar-benar berubah. Gedung baru di sisi timur, Jl Panglima Sudirman, berkonsep modern dan artistik, dengan kapasitas menampung 2.500 penumpang jarak jauh.
Fasilitasnya lengkap: area parkir luas, drop-off, minimarket, ruang kesehatan, toko oleh-oleh, ruang menyusui, guiding block, toilet umum dan difabel, hingga area bermain anak. Ruang tunggunya juga lebih nyaman, bersih, dengan banyak kursi dan tempat isi ulang air. Rasanya benar-benar seperti di bandara.

Saya sempat menjajal toilet difabel—aksesnya nyaman, pintunya lebar, dan ramah untuk kursi roda. Hal-hal sederhana begini yang membuat difabel tidak lagi was-was saat bepergian.
Naik KA Jayabaya, Perjalanan Panjang yang Nyaman
Ketika KA Jayabaya datang, porter membantu saya masuk gerbong 4. Kali ini saya tidak perlu naik tangga, cukup melangkah masuk. Detail kecil yang membuat perjalanan terasa lebih manusiawi.
Bagi saya, perubahan Stasiun Malang Kota Baru ini cukup signifikan. Meski masih ada catatan untuk fasilitas difabel, setidaknya KAI sudah berbenah. Semoga ke depan lebih banyak inovasi ramah difabel.

Untuk diketahui, perjalanan dan pengalaman saya ke Jakarta menggunakan KA Jayabaya kali ini berkat program Journalism Fellowship on CSR 2025 atau JFC 2025 Batch 2 bermitra dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), perusahaan penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan ini bergerak untuk menyewakan menara telekomunikasi, penyediaan sistem sinyal nirkabel seperti distributed antenna system (DAS), dan lain-lainnya.
Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari menyampaikan isu CSR bersama TBIG ini menjadi bagian pelatihan karena memiliki kepentingan yang sama yaitu menyebar gerakan kebaikan. Hal ini sesuai tagline yang disampaikan Chief of Business Support Offcer PT Tower Bersama Infrastructure Group (TBIG) Lie Sie An maju “Bersama untuk Indonesia”.
Kick off JFC Batch 2 berlangsung di Rumah Belajar Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Jl Boulevard Kawasan Sudirman, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Jakarta, Jumat (29/08/2025). JFC berlangsung selama sebulan mulai 1 September-8 Oktober 2025 dengan melibatkan 13 wartawan se-Indonesia sebagai peserta.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Dwi Lindawati
redaktur: jatmiko





























