Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Jangan Terlalu Berpikir Positif, Ini Dampaknya

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2023 9:33 am
in Tugu Sehat
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Foto/Freepik)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Masyarakat sudah semakin sadar dengan pentingnya menjaga kesehatan mental. Salah satu istilah yang ramai diperbincangkan yaitu toxic positivity atau obsesi selalu berpikir positif. Hal ini terdengar baik, tetapi ternyata dapat berdampak negatif atau merusak mental seseorang.

Toxic positivity adalah keyakinan bahwa tidak peduli seberapa buruk atau sulitnya suatu situasi, orang harus mempertahankan pola pikir positif. Meskipun bersikap optimis itu merupakan hal baik, namun sikap ini berarti menyangkal semua pikiran atau perasaan negatif, dan berpura-pura semuanya berjalan dengan baik padahal sebenarnya tidak.

READ ALSO

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Sikap toxic positivity dapat membahayakan orang yang sedang mengalami masa-masa sulit. Hal ini disebabkan manusia dituntut untuk menekan perasaan negatif yang dirasakannya seperti sedih, kecewa, marah atau kesal. Padahal, hidup tidak selalu positif, sangat wajar untuk memiliki emosi dan pengalaman yang menyakitkan.

Baca Juga: Apa Itu Kesehatan Mental dan Cara Menjaganya

Terdapat tanda-tanda sikap toxic positivity yang harus Anda hindari, diantaranya adalah menyembunyikan apa yang dirasakan sebenarnya; mencoba untuk tetap melanjutkan hidup dan menghilangkan perasaan negatif; merasa bersalah karena merasakan perasaan negatif; menghakimi orang lain ketika mereka tidak memiliki sikap positif; menyepelekan peristiwa buruk yang dirasakan orang lain dan menghindari masalah.

Nah, mulai sekarang, hindari kalimat toxic positivity yang kerap digunakan ini.
“Udahlah, dunia ga hancur, kok”
“Tenang, semua pasti ada hikmahnya.”
“Jangan sedih/nangis, dong”
“Yuk, bisa yuk!”
“Kamu sih masih mending, lah aku?”
“Bersyukur, ada yang lebih parah, lho”

Alih-alih berucap seperti itu, kalimat-kalimat tersebut dapat diganti dengan kalimat seperti “Ceritakan, kemampuan dan keterbatasan setiap orang berbeda. Itu hal yang wajar.” “Aku mendengarkan, apa yang bisa aku bantu?” dan “Apa yang kamu rasakan valid, wajar kok merasa seperti itu”.

Baca Juga: Tiga Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mental Menurut Psikolog

Ketika orang yang sedang di masa sulitnya diberikan tanggapan toxic positivity. Kebanyakan akan merasa bersalah, dipermalukan, tidak didengar, semakin terpuruk dan apa yang dirasakan tidak valid. Hal ini akan menimbulkan stress dan dampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental.

Untuk ‘berdamai’ dengan toxic positivity ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda dapat jujur dengan apa yang sebenarnya Anda rasakan, bersikap realistis.

Saat menghadapi situasi yang sulit, sangat wajar jika Anda merasa stres, sedih, khawatir, atau bahkan takut. Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. Ini juga dapat diterapkan pada orang lain, mendengarkan dan memvalidasi perasaan orang lain.

Selanjutnya, tetapkan batasan diri dengan lingkungan penuh toxic positivity. Dikelilingi dengan kumpulan orang yang positif memang baik, namun bukan kumpulan dengan toksisitas positif bisa menjadi dampak buruk terhadap kesehatan mental.

Terakhir, kurangi penggunaan sosial media. Tanpa disadari, penggunaan media kerap membuat orang hanya menunjukkan sisi terbaik dalam hidupnya dan memaksakan untuk menyembunyikan perasaan positif. Maka, beristirahatlah dari penggunaan media sosial jika dirasa membawa lebih banyak dampak negatif daripada positif.

Perlu diingat, bahwa emosi negatif bukan hal buruk. Merasakan emosi negatif merupakan bagian dari hidup. Untuk itu, hindari untuk terus memaksakan diri maupun orang lain tetap bersikap positif ketika masa-masa sulit. Anda hanya akan menyakiti diri sendiri dan orang yang Anda sayangi dengan memaksakan pola pikir ini.

Penulis: Nurul Amelia Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Berpkir PositifKesehatan MentalMental HealthToxic Positivity

Related Posts

Hospital Penawar hadirkan paket skrining prostat berbiaya terjangkau bagi pasien asal Indonesia./Foto: Pinterest/Kimberly Getchell
Tugu Sehat

Jaga Kesehatan! Hospital Penawar Hadirkan Paket Skrining Prostat dengan Biaya Terjangkau

Senin, 1 Jun 2026
Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi tampil stylish.

5 Tips Agar Gaya Fashion Tetap Stylish dan Lebih Percaya Diri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.