Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Redaksi by Redaksi
Mei 26, 2026 11:51 am
in Tugu Sehat
Black Mold

Black Mold pada Dinding Rumah yang Tidak Boleh Dibiarkan (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

READ ALSO

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Malang, Tugumalang.id – Dinding rumah yang lembap dan munculnya black mold atau jamur hitam bukan sekadar masalah estetika. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas udara di dalam rumah, merusak struktur bangunan, hingga memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

United States Environmental Protection Agency (EPA) menyebut jamur dapat tumbuh hampir di seluruh permukaan selama terdapat kelembapan. Area rumah yang sering mengalami rembesan air, ventilasi buruk, atau tingkat kelembapan tinggi menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur, termasuk black mold.

Salah satu jenis black mold yang paling dikenal adalah Stachybotrys chartarum. Jamur ini umumnya tumbuh pada material berbahan selulosa seperti kayu, plafon, karton, hingga dinding yang terus-menerus berada dalam kondisi lembap.

Penyebab Dinding Lembap dan Munculnya Black Mold

EPA menjelaskan bahwa faktor utama pertumbuhan jamur di rumah adalah kelembapan yang tidak terkendali. Kebocoran atap, pipa air yang rembes, banjir, hingga kondensasi pada dinding dan jendela menjadi pemicu paling umum munculnya jamur di dalam rumah.

Selain itu, tingkat kelembapan udara dalam ruangan yang terlalu tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan black mold. EPA merekomendasikan tingkat kelembapan ideal rumah berada di kisaran 30 hingga 60 persen agar jamur tidak mudah berkembang.

Kurangnya ventilasi turut menjadi faktor penting. Ruangan seperti kamar mandi, dapur, gudang, atau kamar yang jarang dibuka lebih rentan mengalami penumpukan uap air. Dalam banyak kasus, dinding yang tertutup furnitur secara rapat juga membuat sirkulasi udara tidak optimal sehingga area tersebut menjadi lembap dan berjamur.

Dampak Black Mold bagi Kesehatan dan Bangunan

Para ahli kesehatan lingkungan menyebut paparan jamur dalam rumah dapat menurunkan kualitas udara dan memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

1. Gangguan Pernapasan dan Asma

Ahli kesehatan lingkungan dari Harvard Medical School, Stephanie J. Taylor, melalui laman resmi TIME menjelaskan bahwa bangunan lembap dan berjamur berkaitan dengan meningkatnya masalah kesehatan pernapasan.

Ia mengatakan, “Bangunan yang lembap berkaitan dengan gejala gangguan pernapasan dan asma.” (diterjemahkan).

Kondisi tersebut terjadi karena jamur melepaskan spora dan partikel kecil ke udara. Saat terhirup secara terus-menerus, partikel tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi.

2. Iritasi Akibat Kualitas Udara Buruk

Stephanie juga menyoroti bahwa kualitas udara dalam rumah dapat memburuk akibat keberadaan jamur dan kelembapan berlebih. Kondisi ini dapat memicu iritasi pada mata, kulit, hingga saluran pernapasan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap alergi atau memiliki riwayat asma.

3. Spora Jamur Menyebar di Udara

Pakar kualitas udara dalam ruangan dari University of Toronto, Jeffrey Siegel, menjelaskan bahwa mold dapat menyebarkan partikel kecil ke udara yang kemudian terhirup penghuni rumah.

Ia mengatakan, “Jamur melepaskan spora dan fragmen kecil ke udara.” (diterjemahkan).

Partikel tersebut dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan, terutama jika ventilasi rumah tidak berjalan dengan baik.

4. Merusak Kondisi Bangunan Rumah

Selain berdampak pada kesehatan, kelembapan dan jamur juga dapat merusak bagian rumah secara perlahan. Dinding bisa menghitam, cat mengelupas, kayu menjadi lapuk, hingga muncul bau apek yang sulit hilang apabila kondisi lembap terus dibiarkan.

Cara Mengatasi dan Mencegah Black Mold

Masalah dinding lembap dan black mold sebenarnya dapat dicegah sejak awal dengan penanganan yang tepat. Menjaga rumah tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik menjadi langkah penting untuk menghambat pertumbuhan jamur.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memperbaiki kebocoran atap, pipa, atau rembesan air secepat mungkin
  • Menjaga kelembapan ruangan tetap stabil
  • Membuka ventilasi atau jendela secara rutin agar sirkulasi udara lancar
  • Menggunakan exhaust fan pada area lembap seperti kamar mandi dan dapur
  • Membersihkan area berjamur sebelum menyebar lebih luas
  • Menjauhkan furnitur dari dinding agar udara dapat bersirkulasi

Material yang sangat berpori seperti plafon, karpet, atau papan gypsum yang sudah dipenuhi jamur terkadang perlu diganti karena sulit dibersihkan secara menyeluruh.

Dengan menjaga rumah tetap kering, rutin memeriksa titik rawan kebocoran, dan memastikan ventilasi bekerja optimal, lingkungan tempat tinggal dapat menjadi lebih sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh penghuni rumah.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Bahaya Black MoldBlack moldCara Mengatasi Black Molddinding lembapjamur hitamkesehatan rumahkualitas udaraPenyebab Black Moldrumah lembaptips rumah sehat

Related Posts

Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Ilustrasi ketika seseorang dengan kondisi pencernaan yang sehat (Foto: Pinterest @prozenycz)
Tugu Sehat

Bukan Sekedar Lancar BAB, Ini 10 Ciri Pencernaan yang Sehat

Jumat, 22 Mei 2026
Temulawak, tanaman herbal tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan. (Foto: Pinterest)
Tugu Sehat

8 Manfaat Temulawak untuk Kesehatan Tubuh

Kamis, 21 Mei 2026
Next Post
Olahraga unik

6 Olahraga Unik dari Indonesia dan Dunia yang Penuh Tradisi dan Atraksi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.