Malang, Tugumalang.id – Dinding rumah yang lembap dan munculnya black mold atau jamur hitam bukan sekadar masalah estetika. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas udara di dalam rumah, merusak struktur bangunan, hingga memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
United States Environmental Protection Agency (EPA) menyebut jamur dapat tumbuh hampir di seluruh permukaan selama terdapat kelembapan. Area rumah yang sering mengalami rembesan air, ventilasi buruk, atau tingkat kelembapan tinggi menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan jamur, termasuk black mold.
Salah satu jenis black mold yang paling dikenal adalah Stachybotrys chartarum. Jamur ini umumnya tumbuh pada material berbahan selulosa seperti kayu, plafon, karton, hingga dinding yang terus-menerus berada dalam kondisi lembap.
Penyebab Dinding Lembap dan Munculnya Black Mold
EPA menjelaskan bahwa faktor utama pertumbuhan jamur di rumah adalah kelembapan yang tidak terkendali. Kebocoran atap, pipa air yang rembes, banjir, hingga kondensasi pada dinding dan jendela menjadi pemicu paling umum munculnya jamur di dalam rumah.
Selain itu, tingkat kelembapan udara dalam ruangan yang terlalu tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan black mold. EPA merekomendasikan tingkat kelembapan ideal rumah berada di kisaran 30 hingga 60 persen agar jamur tidak mudah berkembang.
Kurangnya ventilasi turut menjadi faktor penting. Ruangan seperti kamar mandi, dapur, gudang, atau kamar yang jarang dibuka lebih rentan mengalami penumpukan uap air. Dalam banyak kasus, dinding yang tertutup furnitur secara rapat juga membuat sirkulasi udara tidak optimal sehingga area tersebut menjadi lembap dan berjamur.
Dampak Black Mold bagi Kesehatan dan Bangunan
Para ahli kesehatan lingkungan menyebut paparan jamur dalam rumah dapat menurunkan kualitas udara dan memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
1. Gangguan Pernapasan dan Asma
Ahli kesehatan lingkungan dari Harvard Medical School, Stephanie J. Taylor, melalui laman resmi TIME menjelaskan bahwa bangunan lembap dan berjamur berkaitan dengan meningkatnya masalah kesehatan pernapasan.
Ia mengatakan, “Bangunan yang lembap berkaitan dengan gejala gangguan pernapasan dan asma.” (diterjemahkan).
Kondisi tersebut terjadi karena jamur melepaskan spora dan partikel kecil ke udara. Saat terhirup secara terus-menerus, partikel tersebut dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi.
2. Iritasi Akibat Kualitas Udara Buruk
Stephanie juga menyoroti bahwa kualitas udara dalam rumah dapat memburuk akibat keberadaan jamur dan kelembapan berlebih. Kondisi ini dapat memicu iritasi pada mata, kulit, hingga saluran pernapasan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap alergi atau memiliki riwayat asma.
3. Spora Jamur Menyebar di Udara
Pakar kualitas udara dalam ruangan dari University of Toronto, Jeffrey Siegel, menjelaskan bahwa mold dapat menyebarkan partikel kecil ke udara yang kemudian terhirup penghuni rumah.
Ia mengatakan, “Jamur melepaskan spora dan fragmen kecil ke udara.” (diterjemahkan).
Partikel tersebut dapat memperburuk kualitas udara dalam ruangan, terutama jika ventilasi rumah tidak berjalan dengan baik.
4. Merusak Kondisi Bangunan Rumah
Selain berdampak pada kesehatan, kelembapan dan jamur juga dapat merusak bagian rumah secara perlahan. Dinding bisa menghitam, cat mengelupas, kayu menjadi lapuk, hingga muncul bau apek yang sulit hilang apabila kondisi lembap terus dibiarkan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Black Mold
Masalah dinding lembap dan black mold sebenarnya dapat dicegah sejak awal dengan penanganan yang tepat. Menjaga rumah tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik menjadi langkah penting untuk menghambat pertumbuhan jamur.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Memperbaiki kebocoran atap, pipa, atau rembesan air secepat mungkin
- Menjaga kelembapan ruangan tetap stabil
- Membuka ventilasi atau jendela secara rutin agar sirkulasi udara lancar
- Menggunakan exhaust fan pada area lembap seperti kamar mandi dan dapur
- Membersihkan area berjamur sebelum menyebar lebih luas
- Menjauhkan furnitur dari dinding agar udara dapat bersirkulasi
Material yang sangat berpori seperti plafon, karpet, atau papan gypsum yang sudah dipenuhi jamur terkadang perlu diganti karena sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Dengan menjaga rumah tetap kering, rutin memeriksa titik rawan kebocoran, dan memastikan ventilasi bekerja optimal, lingkungan tempat tinggal dapat menjadi lebih sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh penghuni rumah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
redaktur: jatmiko





























