Tugumalang.id – Momen Idul Adha identik dengan hadirnya aneka hidangan daging kurban seperti sate, gulai, dan rendang. Namun tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi daging dalam jumlah besar sekaligus justru dapat membuat tubuh terasa lemas, pegal, mengantuk, hingga mengganggu pencernaan.
Dokter dan edukator kesehatan dr. Indra Gunawan dalam salah satu video di kanal YouTube miliknya menjelaskan bahwa kebiasaan yang paling sering dilakukan saat Idul Adha adalah mengonsumsi daging dengan porsi berlebihan dalam satu waktu. Padahal, kondisi tersebut membuat tubuh bekerja ekstra untuk mencerna makanan.
Baca Juga: Berkah Hari Raya Idul Adha: Ini Keutamaan dan Manfaat Berkurban sebagai Bukti Cinta Kepada Allah
“Pas kamu makan porsi daging yang gede dalam satu sesi, apalagi setelah paginya puasa sunah atau dalam keadaan perut kosong, tubuh kamu harus tiba-tiba memobilisasi enzim asam lambung dan kerja hati dalam jumlah yang ekstrem,” jelasnya.
Ia menyarankan agar konsumsi daging dibagi dalam beberapa sesi makan agar tubuh tidak kewalahan memproses protein dan lemak hewani.
Mengapa Makan Daging Berlebihan Bisa Bikin Tubuh Lemas?
Dr. Indra menjelaskan bahwa saat seseorang makan daging dan lemak dalam porsi besar sekaligus, pankreas harus bekerja lebih keras memproduksi enzim pencernaan, terutama lipase untuk memecah lemak hewani.
Ia mengibaratkan pankreas seperti teller bank yang mendadak harus melayani ratusan nasabah dalam waktu singkat.
Baca Juga: Idul Adha 2025: 1.227 Sapi dan Ribuan Kambing Disembelih di Kota Malang
Menurutnya, kondisi serupa terjadi ketika seseorang mengonsumsi daging dan lemak dalam porsi besar sekaligus. Dalam situasi tersebut, pankreas harus memproduksi enzim pencernaan, terutama lipase, dalam jumlah lebih banyak untuk mencerna lemak hewani.
Selain itu, hati dan kantong empedu juga dipaksa bekerja lebih keras mengeluarkan cairan empedu. Ia menambahkan, pada orang yang memiliki batu empedu kecil tanpa gejala, kebiasaan makan besar seperti ini dapat memicu nyeri perut akut.
Tips Mengonsumsi Daging Kurban agar Tubuh Tidak Pegal dan Kewalahan
1. Bagi konsumsi daging dalam beberapa waktu makan
dr. Indra menyarankan agar konsumsi daging tidak dilakukan sekaligus dalam satu sesi besar. Sebaiknya, porsi daging dibagi ke waktu makan pagi, siang, dan sore agar tubuh punya jeda untuk mencerna makanan. Menurutnya, tubuh bekerja lebih baik jika diberi siklus makan, mencerna, lalu beristirahat.
2. Pilih olahan daging berkuah dan dimasak perlahan
Ia menjelaskan bahwa tradisi memasak daging secara basah dan lambat seperti gulai, rawon, semur, atau opor ternyata lebih ramah bagi tubuh dibandingkan daging bakar yang gosong.
Metode memasak seperti ini membantu mengurangi pembentukan senyawa proinflamasi yang muncul akibat proses pembakaran berlebihan.
3. Gunakan banyak rempah-rempah
Rempah seperti kunyit, jahe, serai, lengkuas, ketumbar, dan bawang putih disebut memiliki kandungan polifenol dan senyawa aktif yang membantu menekan peradangan.
Dr. Indra menjelaskan bahwa kurkumin dalam kunyit dan gingerol dalam jahe telah banyak diteliti karena memiliki efek antiinflamasi pada tubuh. Rempah-rempah tidak hanya memberi rasa, tetapi juga membantu menjaga kualitas makanan secara biologis.
4. Jangan kurang minum air putih
Saat makan daging dalam jumlah lebih banyak, tubuh memerlukan tambahan cairan untuk membantu membuang sisa metabolisme protein seperti urea dan asam urat melalui ginjal.
Kurang minum dapat membuat urin menjadi lebih pekat dan berisiko memicu gangguan pada orang yang memiliki riwayat batu ginjal atau masalah ginjal lainnya.
5. Pastikan ada sayur dan buah di piring
Tanpa asupan sayur dan buah, banyak orang mengalami sembelit dan pencernaan terasa berat setelah Idul Adha. Ia mengibaratkan serat sebagai “penyapu jalan” yang membantu membersihkan saluran cerna agar tetap lancar. Karena itu, ia menyarankan setiap makan daging selalu disertai lalapan, sayur rebus, atau buah segar sebagai penutup.
Daging kurban bukanlah musuh kesehatan. Namun, tubuh tetap membutuhkan ritme dan waktu pemulihan setelah menerima asupan protein dan lemak dalam jumlah besar.
Menurutnya, air, serat, rempah-rempah, dan jeda antar waktu makan menjadi modal penting agar tubuh tetap kuat menghadapi “tantangan metabolik” saat Idul Adha.
Dengan pola makan yang lebih seimbang, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan daging kurban tanpa harus mengalami tubuh lemas, pegal, atau gangguan pencernaan selama berhari-hari.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


















